Bus Terbakar di Bandara Ngurah Rai, Aktivitas Penerbangan Aman

Sebuah bus terbakar di lokasi Bandara Internasional I Gustri Ngurah Rai, Bali. PT Angkasa Pura II (Persero) mengadukan kebakaran terjadi selama pukul 13.24 WITA.
" Kami hendak menginformasikan bahwa sudah terjadi insiden kebakaran Bus di Area Ground Support Equipment (GSE) Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali," kata Corporate Communication Senior Manager PT Angkasa Pura I Awaluddin dilansir dari penjelasan tertulis yang diterima Dream, Jumat 6 September 2019.
Awaluddin menuliskan petugas telah mengerjakan penanganan terhadap kejadian tersebut. Api sukses dipadamkan selama 20 menit lantas saat kebakaran kesatu kali terjadi.
" Dengan kesigapan dan kecepatan Petugas PKP-PK dan Avsec Bandara telah sukses memadamkan api pada pukul 13.45 WITA,"
Perusahaan sampai ketika ini masih menantikan hasil penyelidikan dari pihak berwenang berhubungan penyebab kebakaran yang terjadi pada bus tersebut.
Awaluddin meyakinkan peristiwa kebakaran bus itu tidak mengganggu operasional bandara. Dia pun meminta maaf atas insiden tersebut,.
“ Atas kejadian ini manajemen Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali meminta maaf atas ketidaknyaman yang timbul,” kata dia.
Gempa magnitudo 5,8 menguncang Bali tadi pagi, Selasa 16 Juli 2019. Pemerintah meyakinkan gempa tidak mengganggu operasional penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.
“ Berdasarkan laporan awal, seluruh dalam situasi normal dan aman, semua kemudahan siap dipakai untuk pelayanan,” kata Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Polana B. Pramesti, di Jakarta, dilansir dari Liputan6.com.
Polana menuliskan pelayanan navigasi penerbangan di AirNav Indonesia cabang Denpasar pun tak rusak dampak gempa.
Dia mengimbau semua pemangku kepentingan untuk menambah kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam mengantisipasi bencana yang terjadi.
“ Utamakan keselamatan, ketenteraman dan pelayanan dan terus mengerjakan koordinasi untuk menanggulangi dan mengantisipasi urusan – urusan yang menggangu jalannya penerbangan,”
Kepala Otoritas Bandara IV Bali, Elfi Amir, menuliskan penumpang yang bakal berangkat sudah dievakuasi ketika terjadi gempa.
Evakuasi ini cocok dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) ke lokasi apron pesawat dengan petunjuk petugas security dan AMC.
Di samping itu, pasca gempa pun telah dilakukan runway inspection dengan hasil runway dalam suasana aman (servicable).
“ Dengan adanya runway inspection terjadi keterlambatan penerbangan yaitu sejumlah 5 pesawat tertahan sekitar 15 menit,”
Sekadar informasi, gempa bermagnitudo 5,8 mengguncang distrik Bali. Seorang penduduk Kelurahan Tuban, Kuta, Bali, Marcellinus mengatakan, gempa yang terjadi pada pukul 07.18 WIB tersebut terasa kencang.
Hingga ketika ini belum terdapat laporan soal lokasi tinggal atau bangunan yang rusak. Namun, kata Marcellinis, gapura di area wisata Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) rontok.
" Gempanya cukup kenceng, sekitar ini nggak ada lokasi tinggal rusak. Cuma di gapura ITDC jatuh batu-batunya,"
Saat gempa, kata Marcellinus, penduduk berhamburan keluar. Mereka trauma dan fobia gempa itu meluluh lantakkan bangunan laksana di Lombok sejumlah waktu lalu.
Sementara, salah seorang penduduk Kuta, Wayan Swarsa, menuliskan guncangan gempa itu juga dialami sangat keras. Warga dan wisatawan juga berhamburan terbit rumah dan bangunan. Genting pun berjatuhan di gedung Pelni, Nusa Dua.
" Gempa lumayan keras, kan kegiatan pagi telah mulai, saya pun siap-siap sembayang pagi kemudian gempa keras, jadi semua wisatawan pun bangun, terbit rumah. Kan saya terdapat homestay,"


Tidak ada komentar:
Posting Komentar