Siswa SD Karang Cerita Penculikan Karena Belum Mengerjakan PR Matematika

RAF, siswa ruang belajar 4 di di antara sekolah dasar di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mengegerkan warga. Dia menyatakan menjadi korban penculikan saat berangkat sekolah.
cerita itu dikatakan RAF untuk orangtuanya. Dia menyatakan sempat diculik di sekitar persawahan Komplek Markas Batalyon Infantri 527 BY ketika berangkat sekolah dengan berlangsung kaki.
Di tengah jalan, bocah tersebut mengaku dicegat tiga lelaki dewasa. Mereka dinamakan membekap RAF kemudian menyeret bocah tersebut ke dalam mobil.
RAF pun mengaku dipukul di kepala. Tetapi, bocah itu sukses meloloskan diri dan sembunyi di semak-semak.
Mendengar kisah itu, orangtua RAF mengirim surat permohonan izin tidak masuk sekolah. Surat tersebut memuat kronologis penculikan sesuai pernyataan bocah tersebut kepada orangtuanya.
Cerita tersebut membuat geger penduduk sekitar. Penyebabnya, orangtua RAF pun mengunggahnya di grup pembicaraan WhatsApp.
Kepala Sekolah bersama sejumlah anggota Polres Lumajang kemudian melakukan pencarian mengenai kisah tersebut. Hasilnya, didapati kabar penculikan itu ternyata melulu karangan RAF.
Bocah tersebut mengaku mengarang kisah rekaan penculikan tersebut karena belum menggarap PR Matematika dari guru yang ditakutinya. Agar terhindar dari hukuman, RAF menyimpulkan mengarang kisah itu.
Mengetahui kejadian sebenarnya, orangtua RAF mengucapkan permohonan maaf untuk tetangga dan wali murid. Sebab, kisah itu telah kadung tersebar di grup WhatsApp.
Kapolres Lumajang, AKBP Muhammad Arsal Sahban, bercita-cita kejadian ini tidak terulang lagi. Dia mengaku peristiwa ini dapat terjadi semata sebab kurangnya pemantauan dari orangtua sampai-sampai anak berani mengerjakan kebohongan.
" Jika urusan ini dibiarkan, dapat saja anak itu akan terus suka berdusta sampai dewasa nanti. Sangat diperlukan peran orangtua dan guru sebagai pendidik guna mengajarkan budi pekerti mengenai kejujuran untuk anak didiknya," kata Arsal.
Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Hasran Cobra, mengatakan permasalahan tersebut ditamatkan secara kekeluargaan. Berdasarkan keterangan dari dia, tidak terdapat pihak yang merasa dirugikan atas kejadian ini.
" Orangtua dari anak tersebut sudah berjanji di depan kepala sekolah dan pun anggota Polres Lumajang guna lebih mendidik serta siap bertanggung jawab andai hal serupa hadir di lantas hari," kata Hasran.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar