PANTAIPOKER | Bandar Ceme | Agen Bandar Ceme | Bandar Capsa | Ceme Keliling | Poker Online

WWW.POKERPANTAI.ORG WWW.POKERPANTAI.INFO

Pantaipoker
Berita Terkini Indonesia oleh Situs Poker Online Terbaik Se-Indonesia.

Jumat, 04 Oktober 2019

Sejarah STM dan Para Lulusannya yang Kesohor

Sejarah STM dan Para Lulusannya yang Kesohor







Pantaipoker dominoqq -Nama "STM" yang adalahakronim dari Sekolah Teknik Menengah, belakangan sering hadir di beragam media massa dan kanal media sosial. Pasalnya, semua pelajar STM tidak sedikit yang ikut aksi ketika terjadi gelombang demonstrasi di depan gedung DPR Senayan. Dalam aksi tersebut, mereka bahkan sejumlah kali tercebur bentok dengan aparat kepolisian.

Oleh beberapa masyarakat, STM sering dirasakan sebagai singkatan dari Sekolah Teknik Mesin. Anggapan ini muncul mungkin karena lulusannya tidak sedikit yang memahami soal mesin, sebenarnya dalam STM ada sejumlah jurusan kiat lain selain kiat mesin.

Kiwari, istilah STM sebenarnya sudah agak jarang disebut. Sebagian masyarakat melulu mengingatnya andai terjadi tawuran antarpelajar. Ya, siswa STM memang nyaris semuanya laki-laki sampai-sampai STM tampil menjadi lembaga edukasi yang maskulin.

Darmaningtyas menulis dalam Pendidikan yang Memiskinkan (2004) bahwa Wardiman Djojonegoro selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan periode 1993-1998, memiliki andil dalam evolusi nama-nama sekolah kejuruan, tergolong STM.

Dulu terdapat Sekolah Menengah Ekonomi Atas (SMEA), Sekolah Menengah Keterampilan Keluarga (SMKK), Sekolah Pertanian Menengah Atas (SPMA), dan lain-lain. Sekolah-sekolah itu oleh Mendikbud lewat Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia nomor 036/0/1997, namanya diseragamkan menjadi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Mantan Mendagri dan Perancang Masjid Istiqlal

Di Indonesia, sekolah kiat untuk level edukasi menengah usianya telah lebih dari seratus tahun. Di Surabaya, semenjak 1853 telah ada sekolah pertukangan yang dinamakan Ambachtsschool. Di samping itu, laksana ada dalam kitab Pendidikan di Indonesia dari Jaman ke Jaman (1986:94), pada tahun 1856, Ambachtsschool pun telah terdapat di Batavia dan di Batutulis yang dikelola pihak swasta yaitu perkumpulan Kristen.

Tak melulu perkumpulan Kristen, pada 1865 pun suatu loji Tarekat Mason Bebas alias Freemason pun mendirikan Ambachtsschool di Batavia. Informasi ini dikatakan oleh Th. Stevens dalam Tarekat Mason Bebas dan Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia, 1764-1962 (2004:159).

Dalam Pendidikan di Indonesia dari Jaman ke Jaman (1986:116) dilafalkan bahwa bahasa pendahuluan di sekolah-sekolah pertukangan itu ialah bahasa Belanda. Para muridnya adalahlulusan sekolah dasar berbahasa Belanda laksana Hollandsch Inlandsch School (HIS), Hollandsche Chineesche School (HCS), dan Schakelschool (Sekolah Peralihan) yang lama pendidikannya tiga tahun.

Jurusan di Ambachtsschool antara beda montir mobil, mesin, listrik, kayu, dan penata batu. Tujuan dari sekolah ini ialah mencetak werkbaas atau mandor.

Berdasarkan keterangan dari Steven, saat latihan di Ambachtschool kepunyaan loji Tarekat Mason Bebas semakin luas, mereka memberikan sekolahnya untuk pemerintah kolonial. Sekolah tersebut kemudian dikenal dengan nama Koningen Wilhelmina School (KWS). Alumni KWS Batavia yang familiar di antaranya ialah Friedrich Silaban sang perancang Masjid Istiqlal dan Teuku Muhammad Hasan yang pernah menjadi gubernur Sumatra kesatu.

Setiadi Sapandi dalam kitab Friedrich Silaban (2017) mencatat, ketika sang perancang Masjid Istiqlal tersebut belajar di KWS Batavia, di Surabaya terdapat sekolah teknik mempunyai nama Koningen Emma School (KES) dan Koningen Princes Juliana School.

Di samping di Batavia dan Surabaya, di Bandung pun ada Ambacht Leergang atau pelatihan pertukangan yang menerima murid sekolah dasar yang kualitasnya di bawah HIS. Di samping yang sekadar kursus, Bandung pun punya Gemeentelijke Ambachtsschool. Salah satu jebolannya ialah Jenderal Amirmachmud, mantan Menteri Dalam Negeri di era Orde Baru.

“Pendidikan saya melulu Sekolah Teknik (Ambachtschool) setelah menyelesaikan HIS. Ditambah sekian banyak kursus sampai-sampai dapat diserupakan hanya setingkat SMA sekarang. Menyadari keterampilan bahasa Inggris saya yang pun minim,” kata Amirmachmud laksana dikutip Julius Pour dalam Baramuli Menggugat Politik Zaman (2000: 270), ketika ia akan diusung menjadi Menteri Dalam Negeri oleh presiden daripada Soeharto.

Dari dunia sepakbola, alumni Ambachtsschool yang terkenal ialah Tan Liong Houw alias Latief Harris Tanoto. Ia lulus dari Ambachtschool di Jakarta pada 1947 saat Jakarta diduduki tentara Belanda.

Berdasarkan keterangan dari Stevens dalam Tarekat Mason Bebas dan Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia, 1764-1962, sekolah kejuruan pada era kolonial tidak saja Ambachtschool. Di Semarang misalnya, ada Naaisschool atau sekolah menjahit yang ditujukan untuk semua gadis.

Kala itu, sekolah menengah yang menerima alumni sekolah dasar berbahasa Belanda tidak saja Ambachtsschool. Saat masuk STOVIA alias sekolah dokter Hindia, Radjiman Wediodiningrat, Soebroto alias Soetomo, dan Wahidin Sudirohusodo, berstatus sebagai alumni sekolah dasar dari Europe Lager School (ELS). Begitu pun saat Raden Soelaiman Effendi Koesoemah Atmadja dan Besar Martokusumo masuk Rechtschool alias sekolah hakim di Batavia, kedudukan mereka ialah sebagai alumni sekolah dasar.

Jadi, sebelum sekolah hukum dan sekolah dokter menjadi sekolah tinggi yang melulu menerima murid lulusan sekolah menengah atas laksana Algemene Middelbare School (AMS), dua-duanya pernah pernah setara dengan sekolah kejuruan.

Setelah Indonesia merdeka, nama Ambachtsschool berganti menjadi Sekolah Teknik Pertama (STP) yang masa belajarnya melulu dua tahun. Sebelum 1950, seperti disalin Suradi HP dan kawan-kawan dalam Sejarah Pemikiran Pendidikan dan Kebudayaan (1986), masa belajar di sekolah ini menjadi tiga tahun dan setara dengan SMP dengan nama Sekolah Teknik (ST).

Sekolah ini menerima alumni dari Sekolah Rakjat. Jurusannya antara beda bangunan, cor, keramik, kulit, listrik, cetak, radio, tenun, dan sebagainya. Lulusan ST seringkali melanjutkan ke Sekolah Teknik Menengah (STM).

Pada umumnya, STM mempunyai sejumlah jurusan laksana kimia, listrik, mesin, mesin kapal, radio, tambang, pemeliharaan mesin uap, pemeliharaan mobil, pemeliharaan perangkat listrik, instrumen pesawat terbang, rangka motor, pesawat terbang, dan ukiran.

Salah satu alumni STM yang namanya populer ialah Robby Kaihana atau Robby Sugara (1950-2019). Ia familiar bukan sebagai berpengalaman teknik, tetapi sebagai aktor era 1970-an yang masuk dalam "The Big Five" sebab bayarannya paling mahal.

Dalam Apa Siapa Orang Film Indonesia, 1926-1978 yang dibentuk oleh Sinamtek Indonesia, Robby Sugara dinamakan sebagai alumni STM Poncol jurusan Sipil Bangunan. Lulusan STM jurusan bangunan lainnya yang sempat muncul di dunia hiburan ialah Koesdjono Koeswojo--kakaknya Tonny Koeswojo--yang ikut mencetuskan Koes Bersaudara.

Contoh lain alumni STM yang namanya dikenal luas oleh masyarakat, seperti disalin Amiruddin Sormin dalam 100 Tokoh Terkemuka Lampung: 100 Tahun Kebangkitan Nasional (2008:233-234) ialah Jenderal Ryamizard Ryachudu yang sekarang menjabat sebagai Menteri Pertahanan. -Pantaipoker dominoqq

Tidak ada komentar:

Posting Komentar