Polisi Periksa Ibu Youtuber Bima Aryo Soal Anjing Serang ART hingga Tewas

Polisi memanggil Taty Damai, ibunda Youtuber, Bima Aryo, berhubungan insiden anjing peliharaan yang menggigit Yayan, asisten lokasi tinggal tangga, sampai tewas, pada Jumat 30 Agustus 2019.
" Ibunya (dipanggil hari ini). Kalau Bima nanti saya tanyakan ke penyidik, soalnya ketika kejadian dia enggak ada," kata Kapolsek Cipayung, Kompol Abdul Rasyid, Kamis 5 September 2019.
Di samping Taty, polisi pun memeriksa sejumlah saksi lain, Harro Salim, ayah Bima Aryo, dan anak Yayan. " Jadi gini, sedangkan sudah lima orang yang dipungut keterangannya. Bapaknya, saudaranya Bima, penolong perempuan, anak korban, suami korban," kata dia.
Rasyid menyatakan belum bisa meyakinkan apakah permasalahan ini mengisi unsur pidana atau tidak. Sebab, polisi masih terus melangsungkan pemeriksaan.
" Coba anda lihat nanti. Karena rencana nanti empunya anjing inginkan datang. Saya belum dapat memberi keterangan sebab masih dalam penyelidikan," ujar dia.
Sementara itu, Rasyid tak mau menanggapi proses damai antara pihak family Bima dengan family Yayan. " Kalau masalah damai kami tidak tercebur di dalamnya, karena tersebut urusan mereka. Maka kami bilang silakan saja tersebut urusan mereka," ucap dia.
Bima Arryo, pembawa acara dan Youtuber berjanji bakal menafkahi family asisten lokasi tinggal tangga (ART), Yayan, yang tewas usai diserang anjing malinois miliknya.
" Bima bakal tanggung jawab ke anaknya," kata Haikal, kerabat Bima.
Haikal menyatakan nafkah yang sekitar ini diserahkan mendiang Yayan untuk keluarganya bakal ditanggung oleh Bima.
Lebih jauh, Haikal mengungkapkan Bima terkejut dan menyesal atas peristiwa tragis yang menimpa ART-nya. Dia menyinggung upaya menafkahi family korban itu sebagai format pertanggungjawabannya.
" Suaminya (korban) sudah dapat menerima, telah dikasih kompensasi yang enggak dapat saya sebut. Yang sudah dapat diterima dari family korban," kata dia, diadukan , Selasa, 3 September 2019.
Haikal menegaskan, Bima tidak melulu meminta maaf saja. " Ada-ada (ganti rugi), jadi tanggung jawabnya bukan sekadar maaf doang," ujar dia.
Tiga anjing jenis Malinois Belgia dan satu ekor anjing jenis pudel kepunyaan presenter, Bima Aryo dibawa Sudin Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur.
" Kami angkut tiga ekor anjing di lokasi tinggal Mas Bima, dua ekor jenis Malinois Belgia, sama satu ekor anjing Pudel," kata Kepala Seksi Peternakan dan Kesehatan Hewan Sudin KPKP Jakarta Timur, Irma Budiani, Selasa, 3 September 2019.
Irma menyebut, tiga ekor anjing tersebut dibawa sebab keluhan warga. Dia menyebut, warga enggan tiga anjing itu ada di lokasi tinggal Bima.
" Warga enggak inginkan lagi terdapat anjing di situ, jadi kami bawa semuanya," ujar dia.
Anjing-anjing tersebut rencananya bakal dibawa ke Balai Observasi Hewan, Ragunan, Jakarta Selatan.
Dari monitoring , Bima menunjukkan anjing Malinois Belgia, mempunyai nama Sparta dan Anubis sempat dibawa menuju kandang besi di mobil Sudin KPKP.
Diketahui Yayan, seorang penolong rumah tangga di Cipayung meninggal dunia sesudah diserang seekot anjing jenis malinois. Diduga anjing itu milik Bima Aryo yang menyerang ART-nya dalam kejadian akhir pekan lalu.
Yayan sebetulnya sudah diupayakan menemukan pertolongan. Namun nahas, nyawanya melayang.
" Korban merasakan luka pada unsur leher, punggung sampai dada. Korban pun sempat diculik ke lokasi tinggal sakit, namun, sesampainya di lokasi tinggal sakit nyawanya tak tertolong," ujar Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Ady Wibowo.
Berdasarkan keterangan dari Ady, ketika kejadian anjing itu memang tidak sedang di kandangnya. Kasus ini sedang diselidiki kepolisian.
" Keterangan dari saksi bahwa tadinya anjing majikan itu dikurung di kandangnya. Karena merasa kasihan, ibu majikan tersebut menerbitkan anjing tersebut, pada ketika korban datang ke TKP, korban langsung diserang oleh anjing tersebut," katanya.
Sementara Presenter Televisi, Bima Aryo kaget mendengar ART, Yayan tewas digigit anjing peliharaannya di rumah. Yayan tewas diterkam sang anjing mempunyai nama Sparta, pada unsur leher, dada, kuping kanan dan cakaran di punggung
" Saya tidak tahu. Situasi sudah laksana ini, ini tragedi untuk kita semua," kata Bima, Cipayung, Jakarta Timur.
Dengan adanya peristiwa tersebut, Bima menyatakan belum siap untuk mengisahkan kejadian itu secara gamblang sesudah tiga ekor anjingnya tersebut dibawa oleh petugas Sudin KPKP Jakarta Timur.
" Saya belum tahu informasinya, bila sudah tahu info bakal saya kabari," ujarnya.
Dengan adanya kejadian ini, ia berjanji akan mengisahkan pengalaman tersebut untuk para subscriber yang kerap menyaksikan channel Youtube miliknya, yaitu The Golden Family.
Asisten lokasi tinggal tangga (ART), Yayan, tewas diperkirakan karena diserang anjing majikannya di Jalan Langgara, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Jumat, 30 Agustus 2019.
Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Ady Wibowo, mengatakan, kejadian tersebut terjadi ketika anjing majikannya dikeluarkan dari kandang. Tiba-tiba anjing itu menyerang Yayan.
" Berdasarkan penjelasan saksi tadinya anjing majikan itu dikurung di kandangnya. Karena merasa kasihan, ibu majikan tersebut menerbitkan anjing tersebut, pada ketika korban datang ke TKP, korban langsung diserang oleh anjing tersebut," kata Ady, diadukan , Senin, 2 September 2019.
Yayan sempat diculik ke lokasi tinggal sakit terdekat. Dia merasakan luka di unsur leher, punggung sampai dada.
" Korban pun sempat diculik ke lokasi tinggal sakit, namun, sesampainya di lokasi tinggal sakit nyawanya tak tertolong," ujar dia.
Polisi, kata Ady, akan menginvestigasi peristiwa ini. Termasuk anjing tersebut.
" Kita bakal cek apakah anjing itu mempunyai penyakit yang riskan atau tidak, dan pun periksa saksi-saksi," kata dia.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar