Pernah Terjaring Satpol PP, Pengamen Ini Lulus Cum Laude

Pantaipoker Ceme -Bagi Noviana, keterbatasan ekonomi tidak jadi penghalang untuk berprestasi. Ini terbukti dari kelulusannya dari Fakultas Hukum Universitas Airlangga (Unair), bersama dengan Indeks Prestasi Kumulatif 3,94 dan raih predikat Cum Laude.
Tidak tersedia yang menyangka, kecuali gadis usia 24 th. asal Surabaya ini dulu meniti kehidupan amat sulit. Ia dulu mengais rezeki sebagai pengamen di Jalan Ngagel Surabaya.
" Selama 10 th. mengamen di jalan, dari TK hingga SMP," ujar Noviana.
Uang hasil mengamen dia menggunakan untuk membantu orangtuanya. Pendapatan sang ayah, Sutrisno, dari hasil mengayuh becak amat tidak mencukupi.
Noviana menyatakan sebenarnya dia dilarang mengamen oleh orangtuanya. Tetapi, permohonan untuk membantu orangtua rupanya jauh lebih kuat. Alhasil orangtuanya mengizinkan Noviana mengamen.
Meski begitu, Noviana mendapat pesan dari orangtua untuk tidak menjadikan jalanan sebagai sumber utama mencari kehidupan. Orangtuanya pun tak dulu luput mencermati keadaan Noviana.
" Penghasilan mengamen termasuk dikembalikan ke anak-anaknya untuk makan, membeli vitamin dan buku," kata Noviana.
Bagi Noviana, orangtua adalah segalanya. Karena dari merekalah, Noviana senantiasa merasakan kehangatan meski kehidupan terjadi bersama dengan begitu sulit.
Hal itu pulalah yang jadi pengingat Noviana beserta kakak dan adiknya. Hingga mereka tidak dipengaruhi efek buruk kehidupan di jalanan.
" Selalu dapat bawa keadaan tidak tertekan, senantiasa bahagia," kata Pantaipoker Ceme.
Selanjutnya, Noviana bercerita kesibukan mengamen tidak ditunaikan sepanjang hari. Anak dari pasangan Sutrisno dan Karyatiningsih ini dibolehkan mengamen pas sore hari usai sekolah dan tidur siang.
Di sela mengamen, dia meluangkan pas mengerjakan tugas sekolah. Tak jarang, ayahnya bertanya berkenaan pelajaran yang didapatnya di sekolah.
" Bapak senantiasa antar jemput sekolah. Dalam perjalanan itu, papa senantiasa nanya, jadi turut belajar," ucap Noviana.
Pernah suatu hari pas masih duduk di bangku SMP, Noviana tidak menemukan jawaban dari soal Biologi. Dia jadi kesal dan mencurahkannya kepada sang ayang.
Setiap kali Noviana jadi kesal, sang papa senantiasa berpesan tidak tersedia pertanyaan yang tidak tersedia jawabannya. Noviana senantiasa diminta sang papa untuk kembali membaca buku hingga menemukan jawabannya. Hal itu jadi pengingat Noviana untuk tidak gampang menyerah di dalam mencari jawaban.
Noviana merasakan betul pahit manis kehidupan jalanan. Dia amat sering berhadapan bersama dengan aparat keamanan. Bahkan, dia dulu tertangkap razia Satpol PP lantas ditahan di Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) Keputih.
" Sering dikejar-kejar aparat, barangkali orangnya hingga bosan. Saya dan kakak dulu ditangkap," ucap dia.
Sampai suatu hari pas berada di Liponsos, Noviana bertemu bersama dengan Wali Kota Surabaya pas itu, Bambang DH. Kepada Bambang, dia menghendaki pekerjaan sampingan dan dapat bersekolah bersama dengan lancar.
Permintaan itu dipenuhi Bambang. Noviana pun berhenti mengamen saat duduk di bangku kelas 2 SMP. Sejak pas itu, dia fokus belajar.
Ketika duduk di bangku SMA, Noviana menargetkan masuk jurusan IPA. Dia dambakan meneruskan kuliah di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan jadi guru matematika. Tetapi, dia malah mendapat undangan kuliah dari FH Unair.
" Saya bertemu seseorang yang menilai kecuali aku cocoknya di Fakultas Hukum. Kalau sudi mengabdi ke penduduk tidak mesti jadi guru, dapat melalui bidang hukum. Karena orang itu sadar sifat aku jadi layaknya menepati untuk masuk ke fakultas hukum. Memang makin kita menjauhkan malah itu yang didapat. Jadi aku dapat jalan undangan untuk masuk fakultas hukum," kata dia.
Selama kuliah, Noviana tidak sudi menyusahkan orangtuanya. Dia mengusahakan mencukupi keperluan sendiri melalui bervariasi cara, jadi membantu fotocopy materi kuliah, berdagang aksesori hingga jadi atlet panahan.
Sebagai atlet, Noviana dulu menorehkan prestasi di Pekan Olahraga Panahan untuk kontingen Surabaya. Dia raih medali emas dan perak, lantas hasilnya dia menggunakan untuk ongkos kuliah.
" Saya termasuk turut di Unit Konsultasi dan Bantuan Hukum FH Universitas Airlangga untuk membantu tingkatkan ilmu," kata dia.
Saat ini, Noviana tengah magang di tidak benar satu kantor advokat. Dia masih memiliki permohonan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 dan bercita-cita jadi hakim.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar