Kronologi Kecelakaan Bus Mira vs Toyota Innova di Nganjuk

Kecelaan maut terjadi di Jalan Raya Nganjuk-Madiun, Jawa Timur pada Senin, 9 September 2019. Tiga orang ditetapkan tewas dalam kemalangan antara Bus Mira dengan pelat nomor S 7190 US dengan Toyota Innova berpelat nomor AE 567 SE.
Kapolres Nganjuk, AKBP Dewa Nyoman Nanya Wiranta, mengatakan tadinya mobil Innova melaju dengan kecepatan tinggi. Mobil dikemudikan oleh Panji Wisnu Kusuma, 21 tahun, penduduk Kelurahan Cokromenggalan, Kecamatan Ponorogo, Kabupaten Ponorogo melaju dari arah Madiun mengarah ke Surabaya.
Sebelum tercebur kecelakaan, mobil mengandung satu sopir dan tiga penumpang sempat menyalip sepeda motor sampai memakan jalur berlawanan. Dari arah sebaliknya, terdapat bus Mira sedang melaju.
Lantaran jarak yang terlampau dekat, Bus Mira yang dikemudikan Tri Sumaryanto, 53 tahun, asal Magelang, Jawa Tengah tidak dapat menghindari mobil Innova. Seketika, dua mobil tersebut terlibat dalam kemalangan fatal.
" Tiga orang penumpang mobil Innova meninggal dunia. Dua orang meninggal dunia di lokasi, satu lainnya meninggal dunia di lokasi tinggal sakit," kata Dewa.
Sementara satu penumpang lagi, kata Dewa, merasakan luka berat. Sopir bus yang sedang di jalur bertentangan hanya menderita luka ringan.
Korban yang meninggal maupun luka segera dievakuasi ke RS Bhayangkara Nganjuk.
Dewa menuliskan tiga orang tewas dalam insiden ini. Korban kesatu meninggal di tempat yaitu Panji Wisnu Kusuma, 21 tahun, penduduk Kelurahan Cokromenggalan, Kecamatan Ponorogo, Kabupaten Ponorogo.
Korban kedua yang pun tewas seketika ialah Amalia Hestin Mugraheni, 17 tahun, pelajar, asal Desa Tumpakpelem, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo.
Korban ketiga, Viko Abdillah, 22 tahun, asal Desa Tumpakpelem, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo. Viko meninggal setelah diculik ke lokasi tinggal sakit.
Sedangkan korban luka enteng yaitu Tohir Rohjana, 22 tahun, penduduk Desa Subokastowo, Kecamatan Tambak Bayan, Kabupaten Ponorogo. Dia merasakan luka enteng di kepala.
Kondisi mobil ringsek pada unsur kanan sampai belakang. Sedangkan bus melulu rusak enteng pada unsur kanan depan.
" Pemeriksaan terhadap saksi-saksi sudah dilaksanakan dan kedua kendaraan sudah diselamatkan Unit Laka (Satlantas Polres Nganjuk)," kata Dewa.
Tiga orang pemuda dan seorang pemudi, merekam perjalanannya di dalam mobil Toyota Innova bernomor polisi AE 567 SC. Video yang diunggah di media sosial tersebut viral lantaran mobil Innova tersebut terlibat tabrakan maut.
Dilaporkan Jatimnow, mobil Innova yang melaju dari arah Madiun mengarah ke Surabaya tersebut tabrakan di Desa Selorejo, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk, Senin, 9 September 2019. Akibat kemalangan tiga orang tewas.
Peristiwa itu berawal ketika mobil Innova tersebut melaju melampaui motor. Setelah itu, mobil tiba-tiba miring ke arah berlawanan.
Dari arah berlawanan, Bus Mira S 7190 US melaju. Terjadilah tabrakan.
Kanit Laka Satlantas Polres Nganjuk, Ipda Gino mengatakan, tiga orang yang meninggal dunia dan satu orang luka berat yaitu semua penumpang mobil Toyota Innova.
"Data menyeluruh para korban masih kami data," kata dia.
Sementara itu, bus Mira melulu menyisakan kehancuran pada kaca depan unsur kanan.
Kecelakaan berturut-turut terjadi di Jalan CBD Bintaro, sektor 7, Tangerang Selatan. Kecelakaan tersebut melibatkam satu truk dan empat mobil pribadi.
Tabrakan diperkirakan terjadi sebab sopir truk mengantuk. Di samping itu, jarak antarmobil yang terlibat kemalangan tersebut terlampau dekat, sampai-sampai tidak aman.
" Keterangan mula sopir truk ini mengantuk namun nanti anda lihat CCTV, terdapat CCTV di sini," kata Kapolsek Pondok Aren, Kompol Afroni, Jumat 6 September 2019.
Afroni menambahkan, tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa nahas itu. Korban luka juga tidak ada. " Hanya kerugian materil," ucap dia.
Peristiwa kemalangan sering kali disertai dengan cerita-cerita klenik. Demikian pula dengan kemalangan di Tol Cipularang yang merenggut nyawa sembilan orang.
Para pekerja proyek, yang bekerja tak jauh dari tempat peristiwa nahas itu, mengaku menyaksikan sosok mengherankan sehari sebelum kecelakaan berturut-turut pada Senin 2 September 2019 itu.
Entah apa kaitan sosok ini dengan kemalangan maut itu. Yang jelas, kisah ini merebak. Banyak orang yang mengait-ngaitkan sosok ini dengan kemalangan maun di Kilometer 91+400 tersebut.
Heri, salah seorang saksi mata kemalangan itu, sekaligus pekerja proyek, mengaku menyaksikan sosok perempuan misterius berbaju putih. Operator ekskavator ini menambahkan, sosok tersebut terlihat bareng seekor kucing hitam. Heri mengklaim pekerja lain pun melihat sosok mengherankan itu.
Berdasarkan keterangan dari Heri, sosok perempuan berbaju putih dan kucing hitam itu konon pun terlihat oleh penduduk sekitar dalam sejumlah waktu terakhir. Dua sosok tersebut terlihat mondar-mandir di dekat Kilometer 91 sampai 92.
" Mereka menyaksikan menjelang maghrib, terdapat yang menyaksikan perempuan berlangsung sekitaran lokasi. Kadang terdapat kucing hitam bolak-balik di tempat kejadian," ujar Heri, Selasa 3 September 2019.
Sosok tersebut dikaitkan sebagai kemunculan Si Ucing Hideung. Si kucing hitam. " Kalau sudah menyaksikan dua sosok tersebut, penduduk suka percaya tidak jarang kali saja bakal ada kejadian," kata Heri.
Pengakuan Heri disetujui pemilik warung yang berada di tempat proyek. Heri yakin kejadian misterius tersebut tak lepas dengan banyaknya kecelakaan.
Di samping Heri, tidak sedikit sopir truk yang bekerja di proyek pun menceritakan peristiwal yang sama, tentang wanita berbaju putih yang bahkan sejumlah kali ikut menumpang ke atas truk. Sejumlah cerita bahkan menyebut sesudah ditumpangi perempuan itu, sang sopir pun mengalami kecelakaan.
" Kalau di kalangan sopir, sosok tersebut telah tidak aneh. Pernah penduduk asli yang kerja jadi sopir sempat menyaksikan kucing dan wanita tersebut ikut menumpang, besoknya di sana (KM 92) kendaraannya terguling," kata Heri.
Sesepuh di perkampungan di distrik Sukatani, Purwakarta, meminta warga tidak jarang kali berhati-hati, khususnya bila menyaksikan dua sosok yang dipercayai sebagai penunggu distrik di wilayah itu.
" Percaya tidak percaya, ya. Yang disebutkan sesepuh anggap saja sebagai bahan anda untuk tidak jarang kali mawas diri dan berdoa pada yang kuasa," kata Heri.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar