PANTAIPOKER | Bandar Ceme | Agen Bandar Ceme | Bandar Capsa | Ceme Keliling | Poker Online

WWW.POKERPANTAI.ORG WWW.POKERPANTAI.INFO

Pantaipoker
Berita Terkini Indonesia oleh Situs Poker Online Terbaik Se-Indonesia.

Rabu, 28 Agustus 2019

Punya Bos Kejam Tak Selamanya Buruk, Ini Kajiannya

Punya Bos Kejam Tak Selamanya Buruk, Ini Kajiannya

Punya Bos Kejam Tak Selamanya Buruk, Ini Kajiannya





Memiliki bos yang kejam, suka menghina, dan mencekam* acapkali menjadi mimpi buruk untuk* karyawan di perusahaan. Untuk* karyawan, bos dengan gaya 'kejam' kerap menciptakan* sulit bekerja.

Tapi, ada riset* baru yang mengindikasikan* bahwa bos kejam tak selamanya buruk. Pimpinan laksana* ini malah* malah punya pengaruh baik untuk* karier.

Dikutip dari Studyfinds.org, Jumat 23 Agustus 2019, terdapat* kajian dari University of Central Florida, Amerika Serikat yang diterbitkan di Journal of Applied Psychology. Kajian ini mengindikasikan* bahwa perilaku dan perlakuan buruk orang-orang di posisi manajemen tak tidak jarang* kali* mengarah untuk* perilaku yang sama untuk* bawahannya.

Justru, mereka bakal* memperlakukan bawahannya lebih baik saat* menjadi pimpinan.

“ Beberapa karyawan yang dilecehkan oleh bos mereka, menyimpulkan* untuk tidak mengulangi pola tersebut* kepada bawahannya. Mereka menjadi pemimpin yang spektakuler* dari tim,” kata salah seorang pengarang* kajian, Shannon Taylor—profesor University of Central Florida College of Business.

Taylor menuliskan** penelitannya menyoroti orang-orang yang menjadi korban dari pimpinannya di lokasi* kerja. Para manajer yang dulunya jadi korban dapat* menolak gaya kepemimpinan tersebut* dan membingkainya menjadi gaya kepemimpinan yang lebih baik.

Taylor menuliskan** para manajer yang dulunya korban ini, mengandalkan integritas dan moral guna* “ melawan” teknik* kepempimpinan bos mereka terdahulu. Mereka berjuang supaya* cara itu dapat* “ terpotong”.

Dia menuliskan** penelitian ini merekrut 750 orang untuk mengekor* salah satu dari dua percobaan. Penelitian ini dilakukan bareng* 500 orang karyawan dan penyelia dalam studi lapangan selama sejumlah* tahun.

Para peneliti mengecek* perbedaaan dalam sikap dan perilaku atasan yang memperlakukan bawahannya dengan buruk dari bos dan mereka yang tak menemukan* perlakukan kasar. Pengawas yang diperlakukan buruk, mengindikasikan* rasa hormat dan baik hati untuk* bawahannya meskipun mereka sendiri sudah* diperlakukan dengan buruk oleh bos lamanya.

“ Kamu dapat* mengambil sikap, tak melulu* melaporkan perilaku buruk dari atasan, namun* aktif menampik* gaya kepemimpinan yang kejam,” kata Taylor.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar