Punya Bos Kejam Tak Selamanya Buruk, Ini Kajiannya

Memiliki bos yang kejam, suka menghina, dan mencekam* acapkali menjadi mimpi buruk untuk* karyawan di perusahaan. Untuk* karyawan, bos dengan gaya 'kejam' kerap menciptakan* sulit bekerja.
Tapi, ada riset* baru yang mengindikasikan* bahwa bos kejam tak selamanya buruk. Pimpinan laksana* ini malah* malah punya pengaruh baik untuk* karier.
Dikutip dari Studyfinds.org, Jumat 23 Agustus 2019, terdapat* kajian dari University of Central Florida, Amerika Serikat yang diterbitkan di Journal of Applied Psychology. Kajian ini mengindikasikan* bahwa perilaku dan perlakuan buruk orang-orang di posisi manajemen tak tidak jarang* kali* mengarah untuk* perilaku yang sama untuk* bawahannya.
Justru, mereka bakal* memperlakukan bawahannya lebih baik saat* menjadi pimpinan.
“ Beberapa karyawan yang dilecehkan oleh bos mereka, menyimpulkan* untuk tidak mengulangi pola tersebut* kepada bawahannya. Mereka menjadi pemimpin yang spektakuler* dari tim,” kata salah seorang pengarang* kajian, Shannon Taylor—profesor University of Central Florida College of Business.
Taylor menuliskan** penelitannya menyoroti orang-orang yang menjadi korban dari pimpinannya di lokasi* kerja. Para manajer yang dulunya jadi korban dapat* menolak gaya kepemimpinan tersebut* dan membingkainya menjadi gaya kepemimpinan yang lebih baik.
Taylor menuliskan** para manajer yang dulunya korban ini, mengandalkan integritas dan moral guna* “ melawan” teknik* kepempimpinan bos mereka terdahulu. Mereka berjuang supaya* cara itu dapat* “ terpotong”.
Dia menuliskan** penelitian ini merekrut 750 orang untuk mengekor* salah satu dari dua percobaan. Penelitian ini dilakukan bareng* 500 orang karyawan dan penyelia dalam studi lapangan selama sejumlah* tahun.
Para peneliti mengecek* perbedaaan dalam sikap dan perilaku atasan yang memperlakukan bawahannya dengan buruk dari bos dan mereka yang tak menemukan* perlakukan kasar. Pengawas yang diperlakukan buruk, mengindikasikan* rasa hormat dan baik hati untuk* bawahannya meskipun mereka sendiri sudah* diperlakukan dengan buruk oleh bos lamanya.
“ Kamu dapat* mengambil sikap, tak melulu* melaporkan perilaku buruk dari atasan, namun* aktif menampik* gaya kepemimpinan yang kejam,” kata Taylor.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar