PANTAIPOKER | Bandar Ceme | Agen Bandar Ceme | Bandar Capsa | Ceme Keliling | Poker Online

WWW.POKERPANTAI.ORG WWW.POKERPANTAI.INFO

Pantaipoker
Berita Terkini Indonesia oleh Situs Poker Online Terbaik Se-Indonesia.

Rabu, 28 Agustus 2019

Bisnis Mawar Cianjur Makin Wangi, Bisa Raup Rp3 Juta Saban Hari

Bisnis Mawar Cianjur Makin Wangi, Bisa Raup Rp3 Juta Saban Hari

Bisnis Mawar Cianjur Makin Wangi, Bisa Raup Rp3 Juta Saban Hari





Setelah menjalani profesi sebagai makelar tanah, Rahmat melirik bisnis budidaya mawar. Bisnis ini lebih menjanjikan karena dapat memperoleh pendapatan saban hari.

“ Saya pilih mawar karena dapat dipanen masing-masing hari,” kata Rahmat di Cianjur, Jawa Barat, Jumat 23 Agustus 2019.

Berdasarkan keterangan dari dia, sehari dapat menjual 20 ikat mawar potong mengandung 20 tangkai. “ Dijual dengan harga Rp50 ribu,” kata Rahmat.

Pada bulan-bulan tertentu, Rahmat dapat menghasilkan 50 ikat bunga perhari. Biasanya, pesanan berasal dari Jakarta untuk hiasan pernikahan.

Pria yang telah tujuh tahun berbisnis mawar potong ini menambahkan, budidaya mawar paling menguntungkan karena dapat dipotong masing-masing hari.

Pola itu bertolak belakang dengan budidaya bunga krisan yang melulu berkembang tiga bulan sekali.

“ Di wilayah Puncak jarang terdapat yang budidaya mawar sebab perawatannya juga memang mesti teliti,” kata Rahmat.

Rahmat mengatakan, terdapat empat jenis mawar yang dijual, yakni sexy red, deep purple, mawar putih atau apalan, dan mawar kuning atau mohana. Mawar-mawar ini ditanam di tanah seluas 3 ribu meter persegi.

Mawar-mawar ini didistribusikan ke pelanggan tetapnya di Lampung dan Jakarta. Sisanya, dibeli oleh penjaja bunga di dekat wilayah lokasi tinggalnya.

Dari bisnis itu, Rahmat dapat menghasilkan 20 sampai 50 ikat mawar perhari, dengan omzet Rp1 juta hingga Rp3 juta perhari.

Meski demikian, bisnis mawar potong bukan berarti tanpa hambatan. Dia acapkali berhadapan dengan hama kutu putih yang tidak jarang menempel di tangkai mawar.

Untuk menanggulangi hama itu, Rahmat menghilangkannya secara tradisional, yakni menyikat tangkai mawar satu persatu. “ Disemprot sekian banyak macam pestisida, tetap saja menempel,” kata dia.

Kini, Rahmat mempekerjakan tujuh orang di kebun bunga, tiga perempuan mencuci alang-alang dan hama, sementara empat laki-laki menyiram, memotong, dan mengemas mawar.

Sebagai seorang pebisnis, Rahmat tentu hendak memperluas bisnisnya. Dia mengemukakan pembiayaan untuk meningkatkan lahan.

Dia memilih pembiayaan mikro dari Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah).

Branch Manager Mandiri Syariah Cabang Cipanas, Evi Selfiawati, mengatakan, pinjaman yang diserahkan kepada Rahmat sebesar Rp200 juta untuk melakukan pembelian tanah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar