Pamer 5 Istri di Dalam Mobil, Pria Ini Malah Apes

Orang memakai media sosial dengan sekian banyak alasan. Ada yang menggunakanya guna berbisnis, menyambung silahturahmi, menyimpan kenangan bareng orang terkasih, sampai untuk pamer semata.
Tapi bijaklah ketika bersosial media, meskipun melulu sekadar guna pamer atau belaka. Ingat, jagalah privasimu. Jangan hingga kebablasan, karena dapat jadi niat gaya-gayaan justeru berujung kesialan.
Dengarlah cerita Mao, lelaki asal Provinsi Jiangxi, China. Mao mesti berurusan dengan polisi hanya karena pamer video berkendara dengan lima wanita.
Mao mengunggah video tersebut ke media sosial dan mengklaim kelima wanita tersebut sebagai istrinya. " Lima istri dengan kecepatan tinggi," tulis Mao.
Video tersebut rupanya unik perhatian tidak sedikit netizen. Beberapa salah satu mereka bahkan menyatakan iri dengan Mao, yang memiliki tidak sedikit istri, akur pula.
" Sangat bahagia!" Tulis seorang netizen.
" Hidupmu ialah mimpiku," kata yang lain.
Namun bukan netizen namanya andai tidak terdapat yang 'mencari kesalahan'. Salah seorang netizen menyaksikan mobil sedan tersebut berisikan 6 orang, yang berarti keunggulan muatan.
Di China, urusan tersebut menjadi di antara pelanggaran kemudian lintas. Netizen tersebut kemudian mengadukan video tersebut ke akun kepolisian dengan menyertakan video tersebut sebagai bukti.
Netizen lain pun menggunakan rekaman kemudian lintas pada hari kejadian guna mengkonfirmasi bahwa mobil Mao benar-benar keunggulan muatan.
Tak perlu waktu lama, polisi segera turun tangan.
Mao diperintahkan datang ke kantor polisi untuk menciptakan laporan. Ia pun dikenakan denda selama 200 Yuan atau Rp400 ribu sebab kelebihan muatan.
Setelah insiden itu, akun sosial media Mao pun tidak sedikit mendapat bully-an warganet. " Rasain, ini yang anda dapat andai suka pamer" Tulis seorang netizen.
Tuh kawan dream, hati-hati ya andai mau memosting segala-sesuatu ke media sosial.
Kabar buruk untuk pemakai media sosial. Berbagi potret liburan tidak melulu membuat rekan yang melihatnya muak dan tidak senang, tapi pun berbahaya.
Berdasarkan keterangan dari sebuah studi yang dilaksanakan oleh Aviva, dari 2.000 orang yang disurvei, 73 persen menuliskan bahwa mereka 'merasa terganggu ketika teman mengunggah potret liburan secara online'.
Entah itu melulu karena rasa iri, tetapi sentimen umum tersebut tentu bukan sesuatu yang kita harapkan, bukan?
Tapi ini ialah masalah yang lebih serius daripada menemukan pandangan tidak menyenangkan melulu karena kita berlebihan berbagi potret liburan.
Studi Aviva menulis bahwa berbagi potret saat masih dalam liburan sebenarnya dapat berbahaya.
" Kebiasaan tersebut akan membahayakan lokasi tinggal Anda. Secara tidak sengaja kita memasang iklan cuma-cuma yang memberitahu bahwa tidak terdapat orang di rumah. Akibatnya lokasi tinggal Anda rentan terhadap pencurian," kata perusahaan asuransitersebut.
Di samping itu, fitur penanda tempat atau geotagging juga dapat memudahkan seseorang untuk mengejar Anda ketika berada dalam perjalanan. Ini pasti membahayakan bila salah satu pengikut di akun media sosial Anda ialah seorang kriminal.
Aviva mengatakan, seseorang tidak dilarang mengunggah potret liburan mereka. Tapi mengunggah foto-foto liburan tersebut ada waktunya.
" Waktu terbaik guna mengunggah foto-foto liburan ke media sosial ialah saat kita sudah kembali ke rumah," kata Aviva.
Jika memang tidak sabar guna berbagi kebahagiaan dengan teman, Aviva menyarankan supaya foto-foto tersebut hanya dapat dilihat oleh rekan dan family yang terpercaya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar