PANTAIPOKER | Bandar Ceme | Agen Bandar Ceme | Bandar Capsa | Ceme Keliling | Poker Online

WWW.POKERPANTAI.ORG WWW.POKERPANTAI.INFO

Pantaipoker
Berita Terkini Indonesia oleh Situs Poker Online Terbaik Se-Indonesia.

Kamis, 15 Agustus 2019

Mengapa Kita Menekuk Lengan Saat Berlari?

Mengapa Kita Menekuk Lengan Saat Berlari?

Mengapa Kita Menekuk Lengan Saat Berlari?





Saat berlari atau berjalan, kaki bekerja kuat supaya aktivitas tersebut berjalan dengan baik dan sempurna.

Namun tanpa disadari, lengan sebenarnya pun mempunyai peran yang tak kalah pentingnya dari kaki.

Saat anda berjalan, lengan seringkali tergantung secara alami dalam posisi lurus di sisi tubuh. Saat berlari, lengan dalam posisi mengayun seraya menekuk di unsur siku.

Selama ini mungkin tidak sedikit yang tidak tertarik dengan gejala ini. Namun untuk para ilmuwan, memahami lengan menekuk ketika berlari ini adalahsebuah teka-teki yang menarik.

Para peneliti baru-baru ini menginvestigasi bagaimana posisi lengan memengaruhi efisiensi energi ketika berjalan dan berlari.

Mereka pun menemukan, berlangsung dengan lengan ditekuk sebetulnya kurang tepat guna daripada berlangsung dengan lengan lurus.

Berdasarkan keterangan dari hipotesis mula studi teranyar di Journal of Experimental Biology yang keluar 9 Agustus 2019 menghasilkan, lengan yang ditekuk mempunyai busur yang lebih pendek daripada lengan lurus.

Oleh sebab itu, lengan yang ditekuk memerlukan lebih tidak banyak energi guna berayun maju dan mundur. Sehingga seharusnya lebih tepat guna tidak melulu untuk berlari, tapi guna berjalan juga.

Tetapi, andai lengan yang ditekuk lebih irit energi, kenapa para pejalan kaki tidak secara alami menekuk lengan mereka?

Untuk memahami jawabannya, pengarang studi menganalisis pergerakan delapan orang - empat lelaki dan empat perempuan - di atas treadmill.

Saat subjek berlangsung dan berlari (melakukan kedua kegiatan dengan lengan lurus dan lantas dengan lengan ditekuk), semua ilmuwan memakai kamera inframerah dan perangkat empuk gerak guna merekam gerakan subjek dan menciptakan model digital 3D tubuh mereka.

Dua minggu kemudian, subjek mengulangi sesi treadmill mereka seraya mengenakan masker pernapasan. Sehingga semua peneliti dapat mengoleksi data metabolisme yang mewakili pemakaian energi subjek.

Ketika subjek berlari dengan lengan lurus di kedua sisi tubuh, mereka menyatakan terasa aneh. Tetapi tidak terdapat perbedaan gampang kelihatan dalam efisiensi energi, terlepas mereka menekuk atau meluruskan lengan.

Namun, saat subjek berlangsung dengan tangan ditekuk, pengeluaran energi mereka bertambah sekitar 11%.

Hal tersebut karena, subjek memerlukan lebih tidak sedikit upaya untuk mengawal lengan mereka masih ditekuk ketika bergerak dengan kecepatan yang relatif lambat.

Eksperimen ini menjelaskan, kenapa orang-orang secara alami meluruskan lengan mereka saat berjalan kaki. Tetapi dalil umum mengapa kita menekuk lengan ketika berlari masih menjadi misteri.

Berdasarkan keterangan dari sebuah studi 2014, melayangkan lengan menguras energi ketika berlari. Tetapi menahannya supaya tidak mengayun memerlukan lebih tidak sedikit energi.

" Itu sebab mengayunkan lengan akan meminimalisir gerakan tubuh," penelitian tersebut melaporkan.

Sementara studi teranyar mengungkapkan bahwa hubungan antara pergerakan lengan dan gaya berjalan dapat menjelaskan bagaimana proporsi lengan sudah berevolusi pada manusia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar