Ledek Kekasih Gendut Karena Minta Es Krim, Hidup Pria Ini Berakhir Tragis

Es krim menjadi kudapan favorit untuk semua orang. Rasanya yang lembut, dingin, dan manis pas guna dimakan ketika siang yang terik. Es krim pun jadi opsi seseorang yang hendak memperbaiki keadaan hati.
Namun siapa sangka, es krim ternyata dapat menjadi pemicu peristiwa mengenalkan. Ini terjadi di China belum lama ini.
Seorang gadis diketahui meminta bantu kekasihnya melakukan pembelian es krim sebab dia tengah menginginkannya ketika itu. Namun siapa sangka, akhir dari kisah romansa sepasang kekasih itu selesai dengan pembunuhan mengerikan.
peristiwa tersebut terjadi pada 14 Agustus lalu, sepasang kekasih tengah berjalan-jalan senja di suatu pusat perbelanjaan di Henan, China.
Cuaca saat tersebut memang sedang panas. Sang wanita mengharapkan es krim guna membuatnya pulang segar.
Sialnya kekasihnya justeru mengeluarkan kata-kata cibiran yang menciptakan wanita tersebut sakit hati.
" Kamu sudah paling gemuk, masih hendak makan es krim?" ucap si pria.
Mendengar urusan itu, sang perempuan pun merasa sakit hati. Tanpa berkata apapun ia masuk ke suatu toko untuk melakukan pembelian gunting.
Darah tak berhenti mengalir dari tubuh lelaki itu, ia juga terjatuh di tengah keramaian. Warga yang menyaksikan pun langsung menelpon polisi guna meminta bantuan.
Ketika polisi dan paramedis tiba, mereka segera melarikan lelaki tersebut ke lokasi tinggal sakit. Sayang di tengah perjalanan mengarah ke rumah sakit, lelaki tersebut menghembuskan nafas terakhirnya.
Sementara sang wanita diselamatkan pihak berwajib sesudah sebelumnya mengupayakan untuk melarikan diri.
Satu family di Kampung Gegeneng, Desa Sukadalem, Serang, Banten, menjadi korban pembunuhan. Ayah dan anak di keluarga tersebut meninggal dunia, sedangkan sang ibu dalam situasi kritis.
" Yang masih kritis tersebut ibu di RSUD Cilegon," ujar Kasatreskrim Polres Serang Kota, AKP Ivan Adhitira, dilansir dari Merdeka.com, Selasa 13 Agustus 2019.
Korban meninggal dunia tersebut Rustadi dan anaknya yang masih berusia empat tahun. Sementara istri Rustadi, Sadiah, masih menjalani perawatan di lokasi tinggal sakit sebab menderita luka tusuk di punggung.
Peristiwa sadis itu diperkirakan terjadi selama pukul 00.00-05.00 WIB. Korban ditemukan telah bersimbah darah oleh temannya pada pukul 07.30 WIB. Hingga kini, polisi masih menyelidiki permasalahan tersebut.
" Tim identifikasi masih mengerjakan olah TKP dan meminta penjelasan keluarga korban apakah terdapat barang yang hilang," kata Ivan.
Polisian telah menciduk HS, terduga pembunuhan satu family di Jalan Bojong Nangka 2, Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat. HS menyatakan nekat membunuh Diperum Nainggolan, istri dan dua anaknya sebab sakit hati.
Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Pol Wahyu Hadiningrat, mengatakan, HS mempunyai hubungan family dengan korban, diminta guna mengelola usaha indekostnya.
" Beberapa waktu kemudian pengelolaannya ialah pelaku ini dan lantas ketika pelaku main ke rumahnya, tidak jarang dihina oleh korban, tersebut pengakuannya," kata Wahyu di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat 16 NOvember 2018.
Wahyu menjelaskan, sebab sakit hati, HS merangkai rencana guna menghabisi nyawa Diperum Nainggolan. Pada Senin 12 November 2018 malam, HS bertamu dengan Diperum Nainggolan laksana biasa.
Ketika itu, HS langsung menghabisi nyawa korban dengan linggis. " Jadi begini, bila hasil otopsi tersebut secara mendetail belum keluar. Tapi kami dapat sampaikan bahwa menurut olah TKP, korban yang dibunuh dengan memakai linggis itu ialah suami istri. Tapi yang di anaknya tersebut tidak terdapat luka dari linggis," ujar dia.
Saat terjadi pembunuhan untuk orangtuanya, sang anak bangun dan menanyakan apa yang terjadi. Kedua anak malang tersebut akhirnya turut dibunuh.
" Karena ketika kejadian anak tersebut bangun mengetahui. Dan sempat bertanya, terdapat apa om dengan orang tua saya'," kata Wahyu.
Akibat perbuatannya, HS dalam bahaya hukuman mati. " Pasal yang diterapkan ialah Pasal 365 ayat 3 lantas 340 dan 338 KUHP dengan ancaman hukuman mati," ujar Wahyu.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar