Cari Meteran Jatuh, Cerita di Balik Pria Terjun ke Lumpur Ini Bikin Sedih

Sebagian benda barangkali terlihat biasa dan tidak berharga untuk kita, tapi paling bernilai untuk orang lain. Itu semua sebab memori atau memori khusus yang melekat pada benda-benda tersebut.
Seseorang akan mengerjakan apapun saat memahami benda memori yang dimilikinya hilang. Pemiliknya tak hendak kehilangan benda tersebut meski mesti bertaruh nyawa.
Tindakan itulah yang ditunjukan seorang lelaki Thailand yang bekerja sebagai pandai besi di Chonburi.
Tanpa memikirkan keselamatan dirinya, lelaki 41 tahun tersebut melompat dari atas jembatan untuk memungut meteran atau pita ukur.
Pita ukur yang jatuh ke dalam lumpur laut tersebut adalahhadiah dari istrinya yang telah meninggal dunia.
Dilaporkan bahwa pria tersebut sedang berjalan-jalan di jembatan baru di atas laut. Karena sedang surut, laut di bawah jembatan tersebut penuh lumpur.
Dia lantas mengeluarkan pita ukur dari celananya. Sial, pita ukur tersebut tiba-tiba terlepas dari cengkeraman dan jatuh ke dalam lumpur di bawah jembatan.
Bagi beberapa orang, tentu akan meninggalkan pita ukur yang harganya tak seberapa itu. Tapi tidak untuk pria Thailand tersebut.
Tanpa pikir panjang, pria tersebut langsung melompat dan terjun dari jembatan ke dalam lumpur untuk memungut pita ukur itu.
Ternyata lumpur laut tersebut paling dalam untuk pria tersebut untuk naik ke permukaan. Beruntung, terdapat orang yang lewat dan menyaksikan topi dan sepatu pria tersebut di atas jembatan.
Setelah menengok ke bawah, dia menyaksikan tangan pandai besi tersebut menggapai-gapai untuk terbit dari lumpur. Orang tersebut segera melapor ke pihak berwajib, memberitahu terdapat orang yang jatuh ke laut.
Polisi memberi bantuan dengan tali sampai akhirnya lelaki itu dapat keluar dari lumpur. Proses penyelamatan pandai besi tersebut memakan waktu sampai 40 menit.
Ketika ditanya kenapa rela berkorban nyawa demi suatu pita ukur, pria tersebut memberi jawaban yang mengharukan.
Pandai besi tersebut mengatakan bahwa pita ukur tersebut sangat urgen baginya. Karena tersebut hadiah dari istrinya sebelum dia meninggal dunia.
" Dia bilang untuk mengawal pita ukur itu, dan saya melulu ingin mengisi pesannya walau dia telah tidak terdapat lagi," katanya.
Setelah mencuci diri dan mendapat bantuan medis, pria tersebut pulang tanpa merasakan luka sama sekali walau melompat dari atas jembatan.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar