Biar Sama-sama Tak Ada Beban dan Segera Move On, Akhiri Hubungan Kalian dengan 6 Upaya Ini
Putus dengan baik-baik memang terasa paling menyebalkan. Tentu saja ada urusan ‘tak baik’ yang membuatmu putus dengan pasanganmu. Rasanya kamu hendak membombardir kebencian saja untuk pasanganmu tersebut sebagai upaya guna cepat move on darinya. Tapi, apa kamu hendak membawa rasa bencimu tersebut berlarut-larut?
Kamu memang tidak butuh menjanjikan kepadanya sebuah hubungan pertemanan atau kemungkinan-kemungkinan anda akan pulang lagi padanya di sebuah nanti. Cukup berikan kesan bila kamu ialah orang yang baik supaya pasanganmu pun tak menyesal pernah mengenalmu.
Berikut ialah cara menyelesaikan hubungan dengan baik supaya kalian dapat sama-sama lapang dan saling mengikhlaskan:
1. Bertemu dan berikan keterangan secara langsung, biar tak terdapat kesalahpaham yang lain
Kamu mesti menghadapi keputusanmu tersebut secara gentle sebab mengatakan putus via chat melulu membuatmu tampak tidak berperasaan.
Hargai perasaan pasanganmu itu. Kamu kan pun tidak tahu apakah anda mengatakannya di masa-masa yang tepat atau tidak.
Kalau ternyata dia sedang hangout dan ketawa-ketiwi bersama teman-temannya dan tiba-tiba menyimak chat “Kita udahan aja ya”, bayangkan bagaimana perasaannya? Pasti tidak karuan kan.
2. Sebelum hingga di kata putus, terdapat baiknya diskusikan terlebih dahulu bagaimana baiknya, dan temukan kesepakatan
Biarkan pasanganmu mengatur perasaannya dulu. Jika anda langsung mengatakan hendak putus, kamu malah terlihat paling kejam di matanya. Atau barangkali saja tersebut malah memancing amarah pasanganmu dan menuduhmu yang bukan-bukan.
Kalau begitu, anda akan susah untuk berpisah dengan baik-baik. Ajak pasanganmu melihat situasi hubunganmu dan biarkan dia mengutarakan pendapatnya juga. Jika perpisahan ialah keputusan finalnya, toh itu ialah keputusan bersama, bukan sepihak saja.
3. Berikan dalil putus yang tak melulu jelas tapi pun logis, supaya dia tenang dan perasaannya lebih lapang
Kamu mesti sampaikan alasanmu hendak menyudahi hubunganmu dengan pasangan. Jangan melulu diam seribu bahasa saja, ya. Apalagi cuma menuliskan “Kayaknya kita telah nggak dapat melanjutkan hubungan kita. Kita akhiri saja ya”.
Percayalah penjelasan pun akan menciptakan hatinya tenang dan lebih powerful menerima keputusan itu. Dia dapat lebih menanam rasionalitasnya ketimbang emosinya.
4. Jangan bikin keputusan ketika emos tumpah. Kalau juga tetap hendak putus, katakan ketika emosi kalian telah reda.
Mengakhiri hubungan saat anda sedang marah barangkali akan terlihat paling gegabah karena anda masih dikuasai oleh emosi. Berilah jeda guna meredam amarahmu itu, baru ungkapkan keputusanmu secara baik-baik.
Tapi ingat, tidak boleh terlalu lama guna mengungkapkannya ya. Bisa-bisa anda terjebak dalam hubungan yang telah tidak sehat lho.
5. Tak butuh mengumbar kelemahan pasanganmu ketika meminta putus, biar dia tak menyalahkan dirinya sendiri
Kamu barangkali tidak tahan guna mengungkapkan kelemahan pasanganmu ketika putus dengannya. Tapi percayalah, walau sedikit menyiksa, tersebut baik bikin hubungan kalian ke depannya.
Lupakan saja seluruh yang tidak perlu. Titipkan ceritamu pada kitab harian atau ceritakan pada sahabatmu dan biarkan kekesalanmu padanya pudar dengan sendirinya. Setidaknya dengan demikian dia tak menyalahkan dirinya sendiri atas hubungan yang terdampar ini.
6. Jangan lupa sampaikan \"maaf\" dengan tulus dari dasar hatimu
Ucapan maaf atas seluruh yang sudah selesai dan mustahil berlanjut ini bisa membuatmu tampak lebih manusiawi. Ucapan maaf mungkin pun membuatmu tampak menyesali hubungan yang tak dapat diteruskan itu, namun kalahkan saja dulu gengsimu. Biarkan semua selesai dengan kata maaf yang bakal membebaskanmu guna terbang mengarah ke masa depan.
Nah, bila sudah begini, kamu dapat lebih siap untuk mengatur kembali benteng hatimu yang sempat runtuh tersebut dan membiarkan masa mendatang menjemputmu.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar