5 Kasus Pencurian Mayat Paling Mengerikan: Dijual ke Sekolah Hingga Digantung di Toko Daging
Salah satu dari permasalahan tersbut yakni permasalahan pencurian mayat.
Beberapa orang tidak bertanggung jawab sama sekali dan tidak memuliakan jasad orang mati.
Bahkan, mereka memakai mayat-mayat itu sebagai kesempatan untuk menghasilkan keuntungan.
Mereka pun memperlakukan mayat-mayat itu dengan teknik yang sadis.
Berikut ini ialah kisah-kisah mencekam yang melibatkan tidak sedikit penyiksaan mayat.
Tahun 1885
Seseorang yang tidak dikenal di Toronto menculik mayat dan menggantungnya di pengait besi di pasar, lantas digantung di samping daging beda di kios tukang daging.
Tahun 1900-an
Sebauh perusahaan di Chicago memasarkan kepala dan kerangka insan ke sekolah-sekolah medis.
Sebelum mengirim tulang ke sekolah, mereka bakal mengeringkan mayat itu di atap gedung.
Perusahaan menawarkan hadiah $ 10 untuk menciduk pencuri yang mereka yakini bisa jadi besar ialah mahasiswa kedokteran.
Tahun 1882
Seorang pekerja pemakaman tertangkap mengemudikan gerobak mayat.
Selama persidangan, dia menyatakan bahwa mayat bakal dikubur di depan keluarga sekitar pemakaman, tetapi lantas digali kembali sampai-sampai dia dapat mengambil mayat itu untuk menjualnya.
Pria tersebut telah bekerja di kuburan sekitar 11 tahun dan telah menculik mayat sekitar sembilan tahun terakhir.
Tahun 1881
Mayat Earl of Crawford dipungut dari mausoleum family di Aberdeen supaya keluarga menyerahkan uang tebusan.
Namun, keluarga menampik untuk mengisi permintaan tebusan guna mayat tersebut sebab akan mendorong durjana serupa di masa depan.
Tahun 1800-an
Meskipun terdapat penjaga yang memantau pemakaman, mereka bakal menyerah dengan duit suap.
Para perampok mayat di Inggris akan mencari sampai unsur atas peti, lantas mereka bakal membukanya.
Mereka bakal mengikat tali pada mayat dan menariknya ke permukaan.
Mereka bahkan dapat menuntaskan tugas tersebut melulu dalam 15 menit.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar