Tidak Ada Perubahan Revolusioner, Ini 5 'Kesalahan' Zidane di Pramusim
MADRID - Pelatih Real Madrid Zinedine Zidane mendapat sorotan menyusul hasil buruk Los Blancos dalam persiapan menyongsong musim La Liga 2019/2020. Los Blancos kecurian 12 gol dalam tiga pertandingan pramusim melawan Bayern Muenchen, Arsenal, dan Atletico Madrid.
Sergio Ramos dkk diungguli Bayern 1-3 di NRG Stadium, Sabtu (20/7/2019). Lalu, bermain imbang 2-2 (menang adu penalti 3-2) melawan Arsenal, Selasa (23/7/2019), dan dibantai Atletico Madrid 3-7 di MetLife Stadium, Jumat 26/7/2019).
Madrid masih menyisakan dua pertandingan pramusim melawan Tottenham Hotspur di Allianz Arena, Munich, 30 Juli nanti, dan melawan Red Bull Salzburg di Stadion Wals-Siezenheim, 7 Agustus, sebelum mengawali kampanye La Liga 2019/2020 bertandang ke markas Celta Vigo pada 17 Agustus. (Baca juga: Zidane Berpikir Keras, Madrid Kebobolan 12 Gol dari 3 Laga).
Tidak terdapat tanda-tanda evolusi yang dijanjikan Zidane. Dari hasil tiga laga uji coba, telah cukup tidak sedikit yang tampak untuk dikemukakan pertanyaan guna Zidane. Berikut lima 'kesalahan' Zidane laksana diungkap Marca.
1. Selalu sama
Jika Madrid menukar Eden Hazard dengan Cristiano Ronaldo dan Thibaut Courtois dengan Keylor Navas, kesebelasan Real Madrid ini sama dengan yang dipunyai Zidane di musim terakhirnya di 2017/2018. Meskipun benar bahwa tidak terdapat pemain di samping Hazard yang mendapat garansi tempat di starting eleven, mereka yang sedang di sisi lapangan belum mengolah peran dengan teknik yang positif, bahkan terdapat yang dipindahkan.
2. Tidak ada evolusi sistem
Zidane menanam Madrid dalam susunan 4-4-2 melawan Arsenal dengan Luka Jovic bekerjasama dengan Karim Benzema dalam serangan. Tetapi sistem opsi kesatunya tetap diusahakan dan diuji 4-3-3. Kecuali bila kedatangan pemain baru mengolah pikirannya, kelihatannya sistem tersebut akan diterapkan pada hari pendahuluan musim La Liga 2019/2020.
3. Tidak terdapat kapasitas reaksi
Madrid terbelakang di mula dalam tiga pertandingan mereka, dan setiap terlihat intensitas yang paling rendah, sehingga mereka kecurian delapan dari 12 gol di babak kesatu. Perubahan yang dilaksanakan Zidane melulu sedikit dominan dalam mengolah segalanya dan tidak terdapat kejutan.
4. Minimnya menit bermain guna pemain muda
Cedera yang dirasakan Brahim Diaz bisa jadi membuatnya tidak banyak mendapatkan menit bermain guna pemain muda, namun meskipun Takefuso Kubo dan Rodrygo bercahaya lebih cerah daripada siapa juga melawan Bayern Muenchen, mereka tetap belum bermain sejumlah yang mereka inginkan.
5. Sedikit kritik diri
Zidane datar dalam jawaban persnya dan tersebut tidak pernah berubah. Bahkan dia tidak melontarkan kritik untuk tim setelah kecurian lima gol di paruh kesatu derby Madrid di New Jersey. Satu-satunya nada suaranya berubah ialah ketika membalas pertanyaan mengenai Gareth Bale.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar