Burung Langka Ini Tidak Jadi Punah Karena Musim Kawin yang Epik
Parkit berpipi oranye ialah salah satu burung sangat langka di Selandia Baru, dan pun dunia.
Namun, berkat musim kawin "epik", tanpa disangka populasi burung ini pulang meningkat sampai berlipat ganda, demikian sebagaimana dilansir dari CNN pada Sabtu (20/7/2019).
Staf dari Departemen Konservasi Nasional Selandia Baru menuliskan bahwa mereka mengejar paling tidak 150 ekor burung parkit berpipi oranye sudah lahir di musim ini saja.
HomeGlobalUnik
Burung Langka Ini Tidak Jadi Punah Karena Musim Kawin yang Epik
Happy Ferdian Syah UtomoHappy Ferdian Syah Utomo
20 Jul 2019, 21:00 WIB
98
Burung parkit berpipi oranye yang semakin langka populasinya (AFP)
Burung parkit berpipi oranye yang semakin langka populasinya (AFP)
Liputan6.com, Wellington - Parkit berpipi oranye ialah salah satu burung sangat langka di Selandia Baru, dan pun dunia.
Namun, berkat musim kawin "epik", tanpa disangka populasi burung ini pulang meningkat sampai berlipat ganda, demikian sebagaimana dilansir dari CNN pada Sabtu (20/7/2019).
Staf dari Departemen Konservasi Nasional Selandia Baru menuliskan bahwa mereka mengejar paling tidak 150 ekor burung parkit berpipi oranye sudah lahir di musim ini saja.
BACA JUGA
Kakapo, Spesies Burung Beo Tergemuk di Dunia Terancam Punah Akibat Jamur
Gara-Gara Seekor Burung, Lapangan Sepak Bola Ini Ditutup
Miris, Anak Burung Makan Puntung Rokok dari Sampah Bekas Manusia
Mereka mengejar 31 sarang parkit binal yang baru, di mana jumlah itu tiga kali lipat dari temuan sejumlah tahun terakhir.
Menetasnya telur burung parkit dalam jumlah besar dinamakan berpotensi memperbanyak populasinya ketika ini, kata Menteri Konservasi Selandia Baru, Eugenie Sage, dalam suatu pernyataan.
"Musim kawin ditebak terus berlanjut dalam sejumlah bulan ke depan," lanjut Sage menambahkan urusan itu dirangsang pertumbuhan masif pohon beech dalam lebih dari 40 tahun terakhir.
"Ada begitu tidak sedikit benih di pohon-pohon beech, burung-burung terus berkembang biak, dengan sejumlah pasang parkit sukses bertelur sampai lima butir," pungkasnya.
Bisa Bermanfaat untuk Jenis Burung Langka Lainnya
Jika regenerasi burung parkit berpipi oranye menandakan hasil positif serupa dalam sejumlah bulan ke depan, maka temuan itu dapat turut diaplikasikan pada kākāriki yang terancam paling punah.
Berdasarkan keterangan dari Sage, tanpa pohon sage yang besar, burung seringkali hanya menghasilkan satu atau dua butir telur.
Sebelumnya, parkit berpipi oranye pernah dirasakan punah, namun ditemukan berpulang kepada tahun 1993.
Populasinya ketika ini diduga berkisar antara 100 dan 300 ekor, dan itulah sebabnya musim kawin ini begitu dominan signifikan terhadap kelestariannya.
rsamaan dengan Meningkatnya Ancaman Predator
Upaya konservasi di Selandia Baru telah menolong meningkatkan populasi burung-burung, di mana dikembangbiakkan oleh organisasi pemerhatinya, sebelum kemudian dicungkil kembali ke alam liar.
Tidak melulu parkit berpipi oranye yang terdampak oleh semakin tingginya pohon beech.
Peningkatan embrio juga berarti bakal lebih tidak sedikit tikus, cerpelai dan kucing liar, yang semuanya berisiko menjadi predator semua burung.
"Kami sedang membicarakan langkah-langkah terbaik untuk mengayomi burung-burung langka tersebut dari ancaman jumlah predator yang barangkali meningkat," kata Sage.

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2858890/original/062145500_1563613326-oranyeta.jpg)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar