4 Kisah Hantu yang Konon Hidup pada Zaman Dahulu Kala
Cerita mengenai hantu disebut dapat menarik perhatian masyarakat urban selama sejumlah generasi. Demikian laksana dikutip dari List Verse
Namun pada zaman dahulu kala, hantu tidak menampakkan diri di dekat api unggun. Untuk orang kuno, penampakan hantu di depan mata mereka ialah ancaman nyata, kuat, dan tidak jarang kali mematikan.
Kala itu, hantu bahkan dirasakan mampu menciptakan seseorang sakit atau menyerahkan kutukan yang mengerikan. Terkadang, eksistensi mereka dirasakan sebagai hukuman atas apa yang seseorang kerjakan dalam hidup.
Berikut 4 cerita tentang hantu yang dirasakan paling mencekam yang terdapat pada zaman dahulu kala:
1. Hantu Kultus Orang Mati
Bangsa Celtic kuno mempunyai sejumlah besar ritual yang sehubungan dengan penyembahan leluhur. Mereka yakin bahwa arwah anggota family yang baru meninggal masih berada di dekat mereka sekitar 40 hari untuk menguras sisa masa-masa di dunia sebelum pulang ke akhirat. Roh mereka dipercayai selalu berada di dekat perapian.
Beberapa kebiasaan mengherankan pada zaman dahulu antara beda memenggal kepala musuh yang terbunuh dalam pertempuran, kemudian mendedikasikannya guna hantu semua pejuang perang dan pemimpin dalam sejarah keluarga.
Di tempat-tempat laksana Brittany, dipercayai bahwa hantu-hantu orang mati berkumpul di malam hari di dekat perapian rumah, menggali kehangatan dan kenyamanan yang sama laksana yang mereka temukan ketika masih hidup.
Ada pula pesta rakyat musim panen yang menjadi teknik untuk mendinginkan hantu yang marah. Acara ini pun sehubungan dengan berlanjutnya praktik pengorbanan salah satu bangsa Celtic.
Festival yang dikenal sebagai Lugnasad itu seringkali melibatkan seorang tumbal yang pengorbanannya dimaksudkan guna mewakili hantu penjaga jagung.
Selain mengindikasikan rasa terima kasih atas panen yang baik, pesta rakyat dan pengorbanan pun dimaksudkan untuk memperingati orang-orang yang sudah mati demi kesuksesan rakyat.
Dengan begitu, mereka yang hidup dapat terhindar dari amarah hantu. Tradisi laksana pembakaran kayu Yule sudah dikaitkan dengan keyakinan hantu family yang berkumpul di dekat perapian guna berlibur.
Bagi bangsa Celtic, tidak saja orang hidup saja yang bertanggung jawab guna merawat hantu. Di Kilranelagh, County Wicklow, cawan ditempatkan di ceruk yang di bina di kuburan masing-masing kali seorang anak di bawah lima tahun dimakamkan di sana.
Berdasarkan keterangan dari mitos, itu ialah tugas arwah si anak guna merawat hantu dewasa beda dan membawakan mereka air dalam gelas yang ditinggalkan oleh pelayat mereka.
2. Haugbui dan Hantu-Hantu Islandia
Dalam kisah rakyat Islandia dan Norse kuno, hantu didefinisikan dengan teknik yang agak bertolak belakang dari pandangan tradisional dunia lainnya. Mungkin yang sangat terkenal ialah draugr, hantu berbentuk anggota tubuh insan yang meninggalkan lokasi pemakamannya dan berkeliaran dengan gelisah.
Draugr punya kembaran, yakni haugbui. Seperti draugr, makhluk ini mempertahankan format fisiknya. Namun lain dengan draugr, haugbui melulu muncul pada gundukan kuburan seseorang. Bila terdapat orang yang usil dengan mengganggu istirahat orang mati atau mengupayakan menjarah lokasi peristirahatannya, maka haugbui bakal marah.
Haugbui sering dilafalkan dalam cerita-cerita urban Bangsa Norse. Ketika jasad seseorang dipersiapkan guna dimakamkan, jari-jari kakinya mesti diikat, jarum dimasukkan ke unsur bawah kakinya, dan gunting (dengan posisi terbuka) ditaruh di dadanya.
Seperti layaknya insan yang masuk ke lokasi tinggal lewat pintu utama, arwah di kalangan rakyat Islandia dan Norse kuno juga hanya dapat memasuki rumahnya melewati pintu yang ia lalui ketika ia pergi (ketika masih menjadi manusia).
Hantu Islandia lainnya didefinisikan dengan pemaparan lain, contohnya utburdur, yang adalahhantu bayi; fepuki, arwah penasaran yang terus pulang ke duit yang sudah ditabungnya semasa hidup; dan skotta, hantu wanita jahat (biasanya menggoda manusia bareng rekan hantu lelaki mempunyai nama mori).
Sementara itu, ada pun fylgja, hantu yang sering menempel pada orang tertentu dan sering beraksi sebagai pembocor berita dari lingkungan selama orang itu; vokumadur, nama yang diserahkan kepada orang kesatu yang dimakamkan di pemakaman yang baru didirikan.
Berdasarkan keterangan dari mitos, hantu orang tersebut akan mengayomi kuburan dan penghuninya di masa depan. Tubuh orang tersebut tidak bakal pernah membusuk.
3. Aibhill dan Pemujaan Banshee
Banshee ialah hantu perempuan yang meraung-raung nama orang yang bakal mati berikutnya. Namun, banshee tidak tidak jarang kali menjadi suatu pertanda mencekam seperti itu. Pada satu titik, mereka disembah sebagai dewi.
Salah satu banshee sangat terkenal ialah Aibhill, hantu yang menghantui Crag Liath dan House of Cass. Dia ialah sosok yang menampakkan diri untuk Brian Boru pada 1014, sembari berucap bahwa Boru tidak akan berhasil di medan perang di mana ia memimpin pasukannya pada Jumat Agung.
Kepercayaan bakal sosok banshee sudah ada sekitar ratusan tahun. Meskipun tidak terdapat yang tahu tentu kapan atau bagaimana mula kehadirannya, beberapa masyarakat lokal paham bahwa banshee Catabodva disembah sebagai dewi perang untuk orang-orang Galia pada mula Abad ke-5.
Aibhill ialah ratu salah satu para banshee, memegang pengadilan atas 25 hantu beda yang meramalkan kematian untuk mereka yang bermukim di County Clare.
Pada zaman klan Celtic berkuasa, setiap prajurit disebutkan mempunyai banshee sendiri.
Ada pula Eevul, yang memerintah atas pengadilan hantu berpangkat rendah ketika dia melayani family O'Brien, meskipun yang beda tampaknya hidup menyendiri.
Di samping itu, terdapat lagi banshee yang menjelajahi Pegunungan Connemara dengan mengenakan jubah merah terang dan mendendangkan ratapan, sedangkan banshee dari County Mayo ialah seorang perempuan tua, mengenakan jubah gelap dan meraung sebelum dia menampakkan wujudnya.
4. Tangan Hantu
Di Babylonia kuno, menyaksikan hantu dapat sangat mengerikan. Berasal selama milenium kesatu Sebelum Masehi, teks-teks Mesopotamia yang diukir pada lempeng tanah liat merinci mengenai penyakit dan kecelakaan yang berasal dari "Tangan Hantu."
Hand of Ghost atau tangan hantu tampaknya merujuk pada penyakit sangat mematikan, yang dipercayai ditularkan oleh hantu orang yang meninggal sebab sebab spesifik, laksana tenggelam, dibakar, atau dibunuh.
Ketika terdapat seseorang yang meninggal dengan teknik seperti itu, maka family yang bersangkutan mesti menyerahkan perhatian khusus, sebab ada hubungan antara orang di dunia dan kematian orang tersebut.
Terkadang, kesengsaraan tertentu dikaitkan dengan bagaimana orang itu meninggal. Misalnya, mereka yang menderita asma atau kendala bernapas sudah tersentuh oleh hantu seseorang yang tenggelam.
Salah satu pertanda kehadiran hantu ialah suara misterius yang terdengan oleh telinga kita. Mata dan telinga dirasakan sebagai unsur tubuh yang sangat sensitif.
Bila kita bangun istirahat dengan sakit kepala dan leher yang kaku, maka bisa jadi Anda baru dikunjungi oleh hantu. Hantu diandalkan menjangkau orang yang hidup melewati mimpi-mimpi mereka.
Ritual untuk melepaskan seseorang dari "Tangan Hantu" paling rumit dan dapat bertahan sampai enam hari. Seringkali, terdapat persembahan yang diserahkan kepada orang mati dan Dewa Matahari.
Rumah dan tubuh dari orang yang memohon bakal disucikan dan dimurnikan dengan minyak, sedangkan mantera dibacakan untuk menolong membersihkan pengaruh hantu dari pikiran.
Dalam kasus-kasus ekstrem, saat ada tidak sedikit gejala yang menunjukkan "Tangan Hantu" pada seseorang, ritual semacam itu dapat lebih tak waras lagi, laksana mengiris pelipis orang tersebut dengan pisau dan darahnya ditampung di dalam wadah yang dihadapkan ke utara.

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1823935/original/058474900_1515401554-Makam1.jpg)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar