PANTAIPOKER | Bandar Ceme | Agen Bandar Ceme | Bandar Capsa | Ceme Keliling | Poker Online

WWW.POKERPANTAI.ORG WWW.POKERPANTAI.INFO

Pantaipoker
Berita Terkini Indonesia oleh Situs Poker Online Terbaik Se-Indonesia.

Senin, 09 Desember 2019

judul

judul




Pantaipoker Ceme Anak-anak mendiang Ciputra/ Foto: Achmad Dwi Afriyadi

Bahkan, Junita dan adik-adiknya mengatakan kepada psikolog itu bahwa mereka tidak mau kembali ke Indonesia untuk meneruskan perusahaan keluarga. Mereka takut membuat kesalahan.

Ia pun akhirnya berusaha mencari tahu apa yang keliru dari dirinya sehingga membuat anak-anak menjadi ketakutan. Konglomerat ini menjalani sesi konsultasi dengan Mrs France. Bagi Ciputra, hubungan ia dan anak-anaknya adalah hal yang sangat penting.

"Bagaimana pun relasi saya dengan anak-anak adalah sesuatu yang mahapenting. Saya tak mau kehilangan mereka. Bahwa mereka tak mau kembali ke Indonesia karena takut pada saya, itu adalah realitas yang sungguh menampar batin," katanya.

Ternyata, anak-anaknya tertekan karena cara didik Ciputra yang keras dan menuntut kesempurnaan. Ia melihat begitu banyak kesalahan dalam mendidik anak. Ciputra berjanji, akan mengubah cara didiknya.
Pantaipoker Ceme
"Jika saya kembali ke masa itu, ingin saya revisi sikap saya. Ingin saya peluk anak-anak berlama-lama dan mengatakan bahwa sebetulnya saya sangat mencintai mereka. Bahwa saya bekerja membanting tulang karena dorongan cita-cita yang besar, demi kebaikan mereka juga. Saya tak ingin anak-anak sengsara seperti saya di masa kecil," ungkapnya.

Ketika Ciputra meninggal dunia, Rina mengatakan bahwa sang ayah dikenal sebagai sosok pekerja keras dan sederhana. Ia selalu menekankan kejujuran kepada keluarganya.

"Almarhum selalu menekankan kepada keluarganya untuk mengutamakan kejujuran dan integritas yang kemudian diterapkan dalam menjalankan bisnis Grup Ciputra, yakni berdasarkan tiga pilar filosofi yaitu Integritas, Profesionalisme dan Entrepreneurship," kata Rina dikutip dari CNBC IndonesiaPantaipoker Ceme

Tidak ada komentar:

Posting Komentar