9 Fakta Oarfish, Makhluk Laut yang Dianggap Jadi Penanda Bencana
Ikan dengan ukuran paling panjang, besar, dan bertubuh pipih berbintik ini sejumlah waktu kemudian ditemukan oleh nelayan di Bulukumba, Selayar, Sulawesi Selatan. Warganet juga heboh sebab katanya, kemunculannya dapat jadi pertanda bakal terjadinya gempa di Indonesia. Bener nggak sih? Simak di ulasannya di bawah ini, yuk! Pantaipoker dominoqq
1. Sering Dikaitkan dengan Legenda Monster Laut
Oarfish ialah jenis ikan laut dalam yang masuk dalam family Ordo Lampiformes yang terbagi dalam 2 Genus, yakni Agrostichthys dan Regalecus. Oarfish sendiri bermukim di laut dengan kedalaman 100-1000 meter dan dapat tumbuh hingga sepanjang 11 meter (36 kaki).
Berbeda dengan ciri ikan kebanyakan, Oarfish tidak mempunyai sisik dan kulit luarnya ingin mudah rusak. Karena bentuknya yang tidak banyak menakutkan berikut Oarfish akhirnya tidak sedikit dikaitkan dengan legenda monster laut. Padahal, oarfish memang jenis ikan laut dalam yang bakal jarang hadir di permukaan.
2. Pemakan Mikroorganisme Laut
Meskipun tubuhnya termasuk besar dan terlihat laksana "monster" ternyata Oarfish melulu memakan spesies fauna laut kecil laksana zoonplanktoon, udang, cumi, hingga ubur-ubur. Kalau ketemu Oarfish, anda nggak akan dimakan kok, Bela!
3. Dijuluki "Messengers of The Sea God"
Ya, sudah semenjak lama Oarfish memang dikait-kaitkan dengan bencana alam. Bahkan, terdapat yang menjulukinya sebagai "Messengers of The Sea God" sebab kemunculannya dirasakan sebagai sinyal bakal datangnya bencana laksana gempa bumi hingga tsunami.
Di Jepang, terdapat mitos yang berkembang bahwa andai ikan ini kandas dalam jumlah tidak sedikit di laut, maka bakal terjadi bencana alam di sana. Ingat ya, ini masih mitos, lho!
4. Beberapa Kali Muncul Saat Terjadi Bencana di Berbagai Negara
Pada 2011 lalu, Jepang pernah dilanda gempa 9,0 SR dan stunam setinggi 10 meter yang memporak-porandakan kota di sana. Ternyata, sebelum bencana tersebut terjadi, semua nelayan disana terdapat yang mengejar sekelompok Oarfish yang kandas dan tercantol jaring mereka.
Di samping itu, Oarfish pun muncul di pantai Mindanao, Filipina sebelum bencana gempa sebesar 6,7 SR mengoyak mereka pada 2017 silam. Bukan melulu itu, ketika gempa terjadi Palu sejumlah waktu lalu, Oarfish pun terlihat di laut Majene, Sulawesi Barat. Kebetulan kah?
5. Baru-Baru Ini Ditemukan di Bulukumba, Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan
Baru-baru ini warganet dihebohkan dengan penemuan Oarfish oleh nelayan di Bulukumba, Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Minggu, (8/12) kemarin. Salah satu nelayan yang menangkapnya, Haerul, menuliskan bahwa Oarfish dengan panjang selama 4,3 meter tersebut ditemukan dalam situasi lemas.
6. Belum Pernah Muncul Selama 3 Generasi
Berdasarkan keterangan dari Haerul, ia dan kawan-kawannya belum pernah mengejar Oarfish semenjak zaman kakeknya melaut. Jadi, kemunculannya di Bulukumba, Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan menurutnya baru terjadi semenjak 3 generasi.
7. Biasanya Muncul Kepermukaan Dalam Kondisi Mati
Oarfish ialah ikan yang mempunyai habitat di dasar laut. Oleh karenanya, bakal sulit untuk manusia guna menemukannya andai tanpa perlengkapan menyelam yang memadai. Biasanya, ikan ini melulu akan hadir di permukaan dalam suasana lemas atau telah mati dan kesudahannya terdampar.
8. Ikan Laut Dalam Lebih Sensitif dengan Pergerakan Lempeng
menurut keterangan dari peneliti gempa bumi, Kiyoshi Wadatsumi, ada sejumlah kemungkinan untuk akhirnya hadir mitos antara Oarfish dan gempa bumi. Menurutnya, ikan laut dalam yang hidup semakin dekat dengan dasar laut, menjadi lebih sensitif terhadap pergerakan lempeng aktif daripada ikan yang di sekitar permukaan laut.
9. Belum Ada Penelitian Pasti
Kesimpulannya, sampai saat ini, belum ada pengakuan yang dapat membenarkan bahwa kemunculan Oarfish bersangkutan dengan terjadinya bencana alam. Jadi, bila ketemu ikan yang satu ini, tidak boleh langsung panik, ya!











Tidak ada komentar:
Posting Komentar