PANTAIPOKER | Bandar Ceme | Agen Bandar Ceme | Bandar Capsa | Ceme Keliling | Poker Online

WWW.POKERPANTAI.ORG WWW.POKERPANTAI.INFO

Pantaipoker
Berita Terkini Indonesia oleh Situs Poker Online Terbaik Se-Indonesia.

Sabtu, 05 Oktober 2019

Pengakuan Mahasiswa yang Ditangkap: Minta Minum Ditampar, Kencing Ditendang

Pengakuan Mahasiswa yang Ditangkap: Minta Minum Ditampar, Kencing Ditendang








www.pokerpantai.org -Di samping Dipukul Polisi, Motor dan Ponsel Genggam Mahasiwa Unindra Belum Kembali

Ahmad Ghifari (19), mahasiswa Universitas Indraprasta yang mengekor aksi massa menampik beagam RUU bermasalah di dekat gedung DPR pekan lalu, menyatakan menjadi korban kekerasan aparat kepolisian.

Ia menuturkan, bergabung dengan massa aksi berangkat mengarah ke Gedung DPR RI, Senin (30/9). Dalam aksi, Ghifari berperan sebagai kesebelasan medis sekaligus logistik.

Pemuda asal Bekasi itu bertugas menyalurkan air bahkan memberi perawatan guna massa aksi yang terluka.

Singkat cerita, Ghifari menyalurkan air pada massa aksi di lokasi. Setelah tugasnya rampung, ia memilih rehat sejenak di sekitar sepeda motornya.

Tak lama, lelaki yang bermunculan pada 10 Maret 2000 tersebut melihat aparat kepolisian berlari mengarah ke kerumunan massa. Refleks, Ghifari mengobarkan sepeda motornya guna menjauh.

Saat itu, posisi Ghifari sudah menjauh dari Gedung DPR RI. Bahkan, ia lebih dekat dengan Markas Polda Metro Jaya.

"Saya diciduk setelah menyalurkan air. Kemudian, saya duduk di motor. Tiba-tiba, polisi berlari dari kejauhan," ujar Ghifari untuk Suara.com, Jumat (4/10/2019).

Ghifari menjauh sebab takut terpapar pukulan polisi. Namun, Ghifari tertangkap oleh polisi dan terpapar bogem mentah.

"Saya refleks, sempat mengobarkan motor sebab takut dipukuli, bukan fobia hal lain. Tiba-tiba polisi lari dari kejauhan dan langsung menciduk dan memukul saya," sambungnya.

Perlakuan kasar yang merundung Ghifari menyasar punggung, belakang telinga, sampai sekitar bibir.

Ghifari limbung, bahkan ia tak dapat mengingat keadaan di dekat saat itu. Yang tak luput dari ingatannya melulu satu, enam polisi membawanya ke Polda Metro Jaya.

"Sekitar enam polisi yang nangkap saya. Intinya, ketika penangkapan saat di jalan mengarah ke Polda, saya menerima kekerasan dari pihak kepolisian," cetus mahasiswa semester satu jurusan Teknik Industri tersebut.

Sesampainya di Polda Metro Jaya, Ghifari bareng massa ditempatkan di Gedung Shabara. Di sana, ia kembali menemukan perlakuan kasar: ditendang, ditampar dan dipukul.

Akun Instagram @reformasidikorupsi sempat mencatat perlakuan yang diterima oleh Ghifar.

"Dalam proses pemeriksaan, Ghifar mendapat intimidasi. Kalau mohon minum ditampar, kencing ditendang.”

Hal tersebut dinyatakan kebenarannya oleh Ghifari. Hanya, Ghifari menyinggung perlakuan yang lebih kasar ia terima ketika digelandang mengarah ke Polda Metro Jaya.

"Iya betul (pernyataan tersebut), tapi tersebut menurut keterangan dari saya tidak terlampau parah. Lebih parah ketika saya ditangkap," katanya.

HP dan Motor Belum Dikembalikan

Selasa (1/10/2019), Ghifari dijemput oleh orang tuanya. Tapi, sepeda motor Honda Vario bernomor polisi F 4270 FEE dan satu unit ponsel genggam miliknya belum dikembalikan.

"Yang saya inginkan dari pihak kepolisian membalikkan ponsel dan motor. Kemudian, bertanggung jawab atas luka-luka saya," kata Ghifari.

Sebelumnya, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono meminta mahasiswa Unindra mempunyai nama Ahmad Ghifari yang diperkirakan menjadi korban kekerasan aparat, menciptakan laporan pengaduan.

Video yang menunjukkan kekerasan terhadap Ghifari saat ikut aksi unjuk rasa di Gedung DPR RI, Senin (30/9) lalu, beredar di media sosial Twitter dan Instagram.

"Jika mahasiswa tersebut merasa dirugikan, silakan bikin laporan," kata Argo.  -www.pokerpantai.org

Tidak ada komentar:

Posting Komentar