PANTAIPOKER | Bandar Ceme | Agen Bandar Ceme | Bandar Capsa | Ceme Keliling | Poker Online

WWW.POKERPANTAI.ORG WWW.POKERPANTAI.INFO

Pantaipoker
Berita Terkini Indonesia oleh Situs Poker Online Terbaik Se-Indonesia.

Kamis, 03 Oktober 2019

Istri dan Selingkuhan yang Rencanakan Pembunuhan Suami Terinspirasi Kasus Aulia Kesuma

Istri dan Selingkuhan yang Rencanakan Pembunuhan Suami Terinspirasi Kasus Aulia Kesuma

Istri dan Selingkuhan yang Rencanakan Pembunuhan Suami Terinspirasi Kasus Aulia Kesuma

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto mengungkap bahwa YL (40) dan selingkuhannya Bayu Hiyas Sulistiawan (33), merencanakan pembunuhan terhadap VT sesudah mereka terinspirasi permasalahan Aulia Kesuma.

"Jadi yang dia tonton ialah kasus yang terdapat mobil dihanguskan di wilayah Sukabumi, lantas TKP-nya ternyata di dalam mobil tersebut korban telah dibunuh di Jakarta Selatan," kata Budhi sesudah rekonstruksi adegan di Mapolsek Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (3/9/2019).

Mulanya YL dan Bayu bakal membunuh VT, suami YL, dengan sianida. Namun, rencana tersebut urung dilaksanakan.

Beberapa waktu lantas pasangan selingkuh ini menyaksikan program berita di stasiun televisi mengenai permasalahan Aulia Kesuma, perempuan yang mencarter pembunuh bayaran guna menghabisi nyawa suami dan anak tirinya pada Agustus 2019 lalu.

Dari sanalah YL dan Bayu mendapatkan gagasan menggunakan jasa pembunuh bayaran guna menghabisi nyawa VT. Akhirnya Bayu menggali dua orang yang mau mengemban rencana jahat mereka.

"Salah satunya (pembunuh bayaran) ialah teman dekat BHS ini ," ujar Budhi.

Untuk mencarter jasa dua orang pembunuh bayaran tersebut, Bayu meminta duit Rp 300 juta untuk YL. YL hingga menggadaikan mobil, emas serta menculik uang suaminya untuk mengisi jumlah dana yang diminta Bayu.

Tetapi, Bayu melulu membayar dua pembunuh bayaran tersebut dengan duit sebesar Rp 100 juta, sedangkan Rp 200 juta yang tersisa dipakai untuk bersenang-senang dan melakukan pembelian peralatan kamera.

Meski telah mencarter dua orang pembunuh bayaran, rencana mereka guna menghabisi nyawa VT gagal. Pada 13 September kemudian BK, di antara pembunuh bayaran sempat menusuk leher VT, namun korban belum kehilangan nyawanya.

Pembunuh bayaran kedua berinisial HER sempat berupaya menusuk perut VT dari luar mobil yang dikendarainya, tetapi VT mengebut mobilnya mengarah ke rumah sakit terdekat.

Tiga hari sesudah peristiwa penusukan itu, polisi menciduk Bayu yang melarikan diri ke Bali. Setelah mendapat penjelasan dari Bayu, polisi kemudian pun mengamankan YL.

Terhadap kedua pelaku, polisi menyangkakan dengan Pasal 340 KUHP juncto Pasal 53 KUHP Tentang Pembunuhan Berencana dengan hukuman maksimal kurungan seumur hidup.

Sementara, dua orang eksekutor, yaitu BK dan HET masih dalam pemburuan polisi.

Budhi pun menyampaikan bahwa ketika ini situasi VT telah mulai membaik. Ia sudah dapat memberi penjelasan ke polisi walaupun melulu sedikit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar