PANTAIPOKER | Bandar Ceme | Agen Bandar Ceme | Bandar Capsa | Ceme Keliling | Poker Online

WWW.POKERPANTAI.ORG WWW.POKERPANTAI.INFO

Pantaipoker
Berita Terkini Indonesia oleh Situs Poker Online Terbaik Se-Indonesia.

Rabu, 11 September 2019

Wanita Ditanya Keperawanan oleh Calon Suami

Wanita Ditanya Keperawanan oleh Calon Suami

Wanita Ditanya Keperawanan oleh Calon Suami




Bertanya soal keperawanan kepada seorang wanita amat tabu untuk dibicarakan. Apalagi ditanyakan kala dapat menempuh jenjang pernikahan.

Well, yang jadi pertanyaan, sebenarnya wajib enggak sih bertanya seperti itu ke pasangan kita?

Pertanyaan itu bersamaan dengan kisah seorang dokter bernama Amalina yang viral di fasilitas sosial sebagian hari belakangan.

Melalui account twitternya, dr. Amalina membagikan cerita tersedia seorang wanita yang bertanya padanya soal tes keperawanan.

Wanita yang diketahui berasal dari Malaysia itu mengutarakan dirinya dapat langsung menikah.

Namun sebelum itu, sang wanita diminta untuk membuktikan dirinya masih perawan atau tidak, oleh sang tunangan. Tak cuma itu, keluarga calon mempelai juga melontarkan pertanyaan yang sama.

" Pertama-tama, aku tidak yakin seseorang dapat bertanya hal seperti itu," tulis Amalia membuka cuitannya.

Mencoba untuk menjawab pertanyaan dari wanita itu, Amalina yang juga dokter spesialis pelatihan dan bedah lazim itu, memberikan artikel mengenai selaput dara terhadap wanita yang ditulis oleh Profesor Dr. Imelda Balchin.

Dalam artikel itu, Dr. Imelda menuliskan, selaput darah atau hymen yang menutupi lubang vagina sepenuhnya dan cuma pecah, disaat wanita lakukan hubungan seksual pertama kali adalah sebuah mitos.

Selaput dara yang tidak berdarah kala hubungan intim pertama kali, bukan berarti berarti seorang wanita tidak perawan.

Dr. Imelda pun membeberkan faktanya. Dia menjelaskan, selaput dara terhadap wanita sanggup saja pecah disaat mengalami menstruasi dan itu normal.

Dia menambahkan, sebagian kasus juga ditemukan, tersedia wanita yang selaput daranya tidak pecah atau selamanya utuh, kala terjalin intim pertama kali dengan suaminya.

Cuitan Dr. Amalina itu pun langsung direspons banyak warganet di Twitter. Menurut mereka, tindakan pria yang menghendaki tunangannya untuk membuktikan keperawanan sebelum menikah itu tidak adil bagi perempuan.

Meski begitu, tersedia kalanya kejujuran itu amat mutlak didalam menjalin sebuah hubungan. Wanita yang jujur dapat ringan di terima oleh pasangan seumpama diketahui udah tak perawan.

Sekarang lagi lagi ke para wanita pentingkah keperawanan itu dijaga? Sebaliknya, hal yang setara juga wajib dilalui para pria disana. Jawabannya lagi ke diri masing-masing. Be you Self!!

Nasib tragis dialami remaja wanita asal Pakistan, Khanzadi Lashari. Perempuan 19 tahun ini tewas dibunuh oleh sang suami, kala malam pertama pernikahan mereka.

Suami yang baru menikahi Lashari itu adalah Qalandar Baksh Khokhar, pemuda 28 tahun yang masih sepupunya. Khokhar mengaku kecewa kepada Lashari, sebab istrinya itu udah tak perawan lagi kala dia nikahi.

Jasad Khanzadi ditemukan polisi di rumahnya di Distrik Jacobabad, Provinsi Sindh. Polisi yang mendapat laporan dari keluarga, yang panik sebab Khanzadi tak juga muncul, lakukan pencarian.

Dan di tempat tinggal itu, jasad wanita malang itu ditemukan terlentang, didalam keadaan masih mengenakan pakaian pengantin. Pada 30 Maret 2016 itu, polisi menemukan luka jeratan terhadap anggota leher Khanzadi.

Polisi lantas menangkap Qalandar yang melarikan diri. Saat diinterogasi, pemuda 28 tahun itu mengaku udah membunuh. Pembunuhan itu dikerjakan demi “ kehormatan”, sebab kala menikah Khanzadi udah tidak perawan.

“ Pernikahan itu terjadi lancar dan seluruh orang juga pasangan nikmati upacara tersebut. Ini terjadi dengan kesepakatan dengan dan kita tidak melihat hal negatif dari Qalandar Baksh,” sesal saudara laki laki Khanzadi.

Ibarat nasi udah jadi bubur, pembunuhan udah terjadi. Khanzadi udah meninggal. Sementara Qalandar yang ditembak kakinya oleh polisi wajib bertanggung jawab atas pembunuhan ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar