Viral Sales Diusir karena Sebar Brosur di Area Masjid

Video yang mengindikasikan pengusiran sebanyak sales kendaraan bermotor di lokasi Masjid Darussalam, Kota Wisata, Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat, menjadi viral di media sosial.
Dalam video itu, tampak seorang sales perempuan yang sedang menyalurkan brosur. Terdengar suara lelaki yang meminta sales berhijab tersebut untuk meninggalkan lokasi masjid.
Menurut pria dalam video itu, distrik masjid tidak boleh dipakai untuk menawarkan sistem kredit, yang dia anggap sebagai riba. "Ini riba, Mbak. Saya larang bagi-bagi di sini. Yang kredit-kredit enggak dipecah sini," ujar lelaki tersebut.
Meski sales kendaraan bermotor itu sudah menyatakan bahwa menerima pembelian secara cash, pria tersebut tetap tak terima.
Pada video ke dua, terlihat lelaki berbaju koko merampas booklet kepunyaan sales lain. Dia melemparkan dan memarahi sales berseragam putih-hitam tersebut.
Pengunggah video itu di Instagram, @_yusufmuhammad_ menambahkan keterangan, " Niatnya baik namun caranya? Ngeri bila seperti ini, padahal dapat dengan teknik baik-baik."
Pihak pengurus Masjid Darussalam membetulkan peristiwa itu terjadi di lokasi masjidnya.
" Benar terjadi di Darussalam. Antara jemaah dengan pihak luar yang menyalurkan brosur," tulis pihak Masjid Darussalam untuk Dream, Sabtu, 7 September 2019.
Meski begitu, lelaki yang terdapat di video itu bukanlah pengurus masjid. " Beliau bukan pengurus Masjid Darussalam Kota Wisata," kata dia.
Foto keadaan peribadatan umat Kristiani di pelataran masjid menjadi viral di media sosial. Foto yang diunggah di laman akun Facebook Jeferson Goeltom tersebut menggambarkan keadaan kebaktian tutup peti guna warga Nasrani. Upacara yang dipimpin pendeta tersebut dihadiri family dan penduduk sekitar masjid.
Foto yang lantas viral itu tak luput menjadi perhatian Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, yang lantas mengunjungi masjid tersebut. Kepada pengurus dan jemaah masjid, Lukman mengucapkan rasa syukur atas toleransi yang terdapat di lingkungan tersebut.
" Ini sungguh menyejukkan. Ini bahwasannya pengamalan doktrin Islam yang menebarkan damai. Masjid ini mempunyai nama Darussalam (Kampung Damai), subhanallah," kata Lukman, Jumat 30 Agustus 2019.
Lukman mengatakan, perbuatan pengurus masjid dan penduduk setempat yang memperbolehkan umat Kristiani mengemban kebaktian di halaman masjid seperti tersebut adalahhal biasa.
Tapi, untuk masyarakat luas dan mata dunia menjadi sesuatu yang lain. " Ini amat paling menyejukkan, bahwa Islam di Indonesia seperti diperlihatkan takmir masjid ialah Islam yang senantiasa menebarkan damai dan rahmat untuk sesama," ujar dia.
Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Darussalam, Muhammad Hari Casmo, menyatakan sebelumnya didatangi oleh family yang anggotanya meninggal dunia. Keluarga tersebut meminta izin memakai halaman masjid untuk pekerjaan kebaktian tutup peti. Gang mengarah ke rumah duka terlampau sempit, sampai-sampai menyulitkan peti jenazah masuk-keluar mengarah ke rumah duka. Lebar gang mengarah ke rumah duka tidak hingga satu meter.
“ Selaku pengurus, saya persilahkan memakai halaman masjid guna peribadatan tersebut. Kita niatnya lillahi ta’ala semata, sebab saling menolong sesama adalahhal baik, tergolong dengan pemeluk agama lain,” kata dia.
“ Kita bersyukur ini ialah rencana Allah, anda kaget juga, pekerjaan peribadatan di halaman masjid ini menjadi viral. intinya, di sini, ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah berlangsung baik,” ucap dia.
Rasa syukur juga dikatakan Ninggor Gultom, suami dari mendiang isterinya. “ Ini urusan yang luar biasa dapat terjadi, saya secara individu sangat bersyukur,” ujar Ninggor yang keseharian bertugas di Polsek Kemayoran.
“ Harapan saya ini tidak semata terjadi di lingkungan Kelurahan Cempaka Baru saja, tapi pun terjadi di mana-mana,” ujar dia.
Indonesia semenjak dulu dikenal sebagai negara dengan toleransi tinggi. Meski terdapat ratusan suku, bahasa dan sejumlah agama, masyarakat Indonesia tetap rukun dan saling menghargai satu sama lain.
Itulah yang dialami masyarakat di Cempaka Putih, Jakarta Selatan. Dikutip dari akun Facebook, Jeferson Goeltom, dia mengunggah sebuah potret keluarganya sedang mengerjakan kebaktian penutupan peti.
Bukan di dalam gereja, ibadah tersebut dilangsungkan umat Kristiani di depan halaman masjid.
" Hari ini mengekor kebaktian tutup peti, di mana istri keponakan meninggal dunia, sebab satu hal tempat rumah di gang sempit dan peti tidak dapat masuk ke dalam rumah, terdapat kejadian yang spektakuler yang kami rasakan sebab di izinkan beribadah di depan masjid," tulis Goelton laksana diakses Dream, Rabu, 28 Agustus 2019.
Tak lupa, dia pun menyebutkan perkataan terima kasih untuk pengurus masjid yang telah memperbolehkan prosesi tutup peti dilaksanakan di halaman masjid.
" Terima kasih saudaraku pengurus masjid dan masyarakat di dekat atas pertolongan dan `Toleransi yang Super Tinggi`," kata dia.
Unggahan itu telah diberikan dan dikomentari lebih dari lima ribu kali. Kebanyakan dari warganet bangga dengan toleransi yang ditunjukan masyarakat kedua agama itu.
Untuk meyakinkan masjid itu berada di distrik Cempaka Putih, Dream mengupayakan menelusuri menggunakan software Google Street.
Masjid tersebut mempunyai nama Masjid Darussalam yang sedang di Cempaka Baru, Jalan Cempaka Baru Tengah, Jakarta Pusat.
Berdasarkan kesesuaian atap, tangga depan pintu dan artikel yang terdapat di jendela, terdapat kesamaan potret dari yang diunggah Goeltom dengan yang terdapat di Google Street.
Menurut penjelasan warga yang rumahnya dekat Masjid Darussalam, Chustur Triatmodjo, masjid memperbolehkan kebaktian tutup peti sebab rumah keluarga itu berada di gang.
" Masjid-masjid di wilayah Cempaka Putih memang rata-rata solidaritasnya tinggi, karena tidak sedikit penghuni di sini agama Kristen," katanya melalui software Messenger.
Di samping itu, kata dia, penduduk yang beragama Kristen pun sering mengerjakan ibadah di rumahnya. Ibadah tersebut tidak pernah mendapat gangguan dari penduduk umat lain.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar