Teroris menyusup ke dalam aksi demo mahasiswa diringkus

Pantaipoker Dominokiu -Satu tersangka teroris yang menyusup ke dalam aksi demonstrasi mahasiswa di Sumatera Utara diciduk Densus 88.
Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agus Andrianto menuliskan seorang tersangka teroris RSL yang diselamatkan petugas ketika berada dalam kerumunan mahasiswa mengerjakan aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Sumut, telah ditangani Tim Densus 88.
"Terduga teroris tersebut ditangani Densus Antiteror Mabes Polri," kata Agus membalas wartawan, usai mengemban patroli campuran TNI-Polri di distrik Kota Medan, Senin (30/9).
Ia bercita-cita penting adanya kerja sama dengan masyarakat guna mengantisipasi aksi teroris di Tanah Air yang sekitar ini meresahkan warga.
"Jika ada penduduk yang menyaksikan orang mencurigakan, segera laporkan untuk petugas kepolisian untuk segera mungkin ditangani," ujar jenderal bintang dua itu.
Agus mengatakan, ketika ini sejumlah terduga teroris diselamatkan di wilayah Pulau Jawa dan sejumlah wilayah lain di Tanah Air.
"Kita tidak dapat lengah dengan tersangka teroris sebab berbahaya untuk negara. Dan tolong tolong petugas kepolisian untuk menciduk terduga teroris," katanya.
Sebelumnya, personel Polda Sumatera Utara menyelamatkan seorang tersangka teroris RSL yang jadi buronan dan adalahanggota jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Sumatera Utara, ketika berada di gedung DPRD Sumut, Selasa (24/9).
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja di Mapolda, Rabu (25/9) menuliskan terduga teroris itu, ketika ini masih menjalani pengecekan dan pengembangan.
Berdasarkan keterangan dari dia, eksistensi RSL diketahui petugas, saat masuk ke dalam kerumunan mahasiswa yang mengerjakan aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Sumut.
"Kita masih menantikan hasil pengecekan yang dilaksanakan Polda Sumut terhadap RSL," ujar Tatan.
Ia mengatakan, pada tahun 2017, tersangka teroris tersebut pernah berencana menyerang lokasi tinggal ibadah di Sumatera Utara (Sumut).
Di samping itu, RSL pernah dicekal pihak Imigrasi, saat berkeinginan berangkat ke Syiria pada tahun 2012. Kemudian pernah mengerjakan pelatihan dengan menggunakan sejumlah peralatan dari air softgun, pun berteman dengan tersangka teroris.
Pada tahun 2014, tersangka teroris dibaiat oleh Abu Bakar Al Fakdadi.
"Termonitor oleh Polda Sumut, bahwa RSL sedang di dalam kumpulan mahasiswa yang mengerjakan unjuk rasa, dan dilaksanakan penangkapan," ucap dia.
Tatan menuliskan, lantas polisi mengerjakan pengembangan dan menggeledah dua tempat yang ditempati RSL di Kota Medan, dan mengejar barang bukti berupa panah, bedil angin, dua buah telepon genggam dan busur. (Ant)
Namun seorang mahasiswa, kata dia, berteriak untuk pembakar pospol supaya tidak menghanguskan bangunan kepunyaan pemerintah tersebut.
"Saya lihat pospol dibakar, tetapi tiba-tiba salah seorang mahasiswa berjuang memadamkan kobaran api," katanya, dilansir Antara.
Berdasarkan laporan CNNIndonesia.com di lapangan, situasi di depan kampus Atma Jaya telah tidak terdapat lagi tembakan gas air mata ketika berita ini diturunkan.
Sebelumnya, tembakan gas air mata pecah di area Semanggi, depan kampus Atma Jaya.
Amnesty International sempat meminta personel kepolisian berhenti menyerang kampus Atma Jaya, Semanggi, Jakarta dengan gas air mata. Pasalnya, Atma Jaya menjadi zona medis untuk massa demo yang membutuhkan perawatan.
Melalui akun Twitter @amnestyindo mencuitkan supaya Presiden Joko Widodo mengajak Polri berhenti menyerang Atma Jaya dengan gas air mata.
"Pak @jokowi, suruh @DivHumas_Polri guna berhenti menyerang Atmajaya dengan gas air mata. Di sana tidak sedikit mahasiswa dan anggota masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis. #ReformasiDikorupsi"
Amnesty International pun mengunggah suatu gambar dengan latar warna hitam dan gambar warna kuning bertuliskan 'Alerta! Atma ialah zona medic. Polisi tidak boleh masuk dan menyerang!'
Polisi sebelumnya berupaya memukul mundur massa di depan Gedung DPR mengarah ke Semanggi. Bagi memukul mundur massa, polisi juga berulang kali menembakkan gas air mata.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar