Pantai Tekenal Hilang Ditelan Samudra
Pantaipoker Dominokiu -Fenomena mengejutkan berjalan di pantai negara bagian Oaxaca, Meksiko, hingga Puerto Escondito. Pantai di lokasi tersebut sirna bak ditelan oleh laut. Foto-foto fenomena itu beredar di media sosial dan mengakibatkan warganet geger.
fenomena itu dikenal bersama dengan istilah " mar de fondo" , atau " membengkak" . Fenomena yang juga dikenal sebagai gelombang gravitasi permukaan itu tercipta akibat badai yang berjalan terhadap jarak ribuan mil dari pantai tempat pecahnya gelombang, dan mereka tidak terbujuk oleh angin lokal.
Efek badai itu tingkatkan kenaikan tinggi air laut, namun tidak sama bersama dengan gelombang pasang, mengabrasi pasir yang tersedia di pantai. Fenomena ini mengakibatkan pantai seolah-olah tertelan laut bersama dengan bentangan yang cukup panjang.
Itulah yang berjalan di Puerto Escondito minggu lalu, namun yang membuatnya terlampau aneh, fenomena ini berjalan terhadap tempat yang sama sama tersedia bulan Mei tahun lalu.
Meski merupakan fenomena langka, peristiwa ini rentan berjalan di Meksiko lantaran angin kencang yang bertiup di pada Australia dan benua Amerika.
Infobae melaporkan bahwa gelombang tidak terlampau tinggi, sehingga tidak bisa dibedakan dari gelombang yang biasa terjadi.
Tapi gelombang Mar de fondo membuahkan peningkatan permukaan laut dan bisa mengakibatkan erosi serius terhadap pasir.
Retakan bumi yang panjangnya kurang lebih satu kilometer berjalan di dekat Hermosillo, lokasi barat laut Meksiko. Fenomena alam tersebut sukses diabadikan lewat rekaman video yang diambil alih lewat drone dengan sebutan lain pesawat tanpa awak.
Retakan besar itu udah menyebabkan kerusakan Jalan Raya 26, yang terletak pada Hermosillo dan kawasan pantai. Karena memutus jalan, maka warga kurang lebih perlu melacak jalan alternatif bersama dengan jalan yang lebih jauh.
Yahoo News, Jumat 22 Agustus 2014, memberitakan, retakan itu lebarnya kurang lebih 5 meter dan didalam 2,5 meter. Namun sumber lain menyebutkan retakan tersebut sedalam 8 meter. Laporan terakhir menyebutkan retakan baru berjalan di sebelah retakan besar tersebut.
Para ilmuwan menduga retakan bumi itu disebabkan oleh sungai di bawah tanah. Saat ini penelitian tetap berlangsung. Namun, spekulasi lain menyebut retakan tanah itu berjalan dikarenakan gempa yang berjalan di San Andreas Fault lebih dari satu waktu lalu.
Penggunaan jilbab bukan jadi keanehan di San Cristobal de las Casas, Meksiko. Selama lebih dari 20 tahun, kota ini dianggap sebagai kampung komunitas Islam di negara bagian Chiapas.
Islam di Meksiko berkembang cukup aneh. Sejarah Islam di Meksiko terkait bersama dengan gerakan Zapatista terhadap 1994.
Sputnik menulis, tak lama setelah pemberontakan, seorang Muslim Spanyol, Muhammad Nafia, tiba di Meksiko bersama dengan target membujuk tokoh Zapatista, Subcomandante Marcos, untuk mengubah bagian group itu masuk Islam.
Permintaan itu tidak diterima pemimpin Zapatista. Kelompok itu awalnya idamkan mengakibatkan bagian kelompoknya bertobat. Kelompok Islam jadi nampak sejak sejumlah orang dari desa Maya dan Tzotzil berubah agama.
Sensus terakhir terhadap 2010, oleh Institut Nasional Statistik dan Geografi (INEGI), tersedia 3.760 umat Islam di negara itu. Sebanyak 110 orang di antaranya tinggal di Chiapas.
Meski begitu, information itu perlu diperbarui. Beberapa group Muslim memperkirakan bahwa waktu ini terkandung kurang lebih 12 ribu umat Muslim di negara ini. Tapi, angka-angka ini sedang menanti konfirmasi.
Salah satu group Muslim yang hadir di Chiapas yakni komunitas Muslim Ahmadiyah.
Imam group itu, Ibrahim Chechev, menceritakan bagaimana komunitas itu terdiri dari 60 keluarga dan menurut Chechev kuantitas ini meningkat.
" Salah satu group Muslim bersama dengan Kedatangan luas di negara bagian Chiapas adalah komunitas Muslim Ahmadiyah,"
Dari empat group Muslim yang tersedia di kota San Cristobal, dua diantaranya beraliran sufi, satu Wahhabi dan yang lain adalah komunitas Ahmadiyah.
Chechev mengatakan, waktu ini kelompoknya bekerja lebih banyak bersama dengan beraneka organisasi dan agama.
" Kami tetap menolong perdamaian, persatuan, lepas dari tipe agama yang dianut. Kami menghormati, mencintai, dan ikuti saudara-saudari Kristen kami, evangelis, Katolik, dan lain-lain," ujar dia.
Berhijab di negeri berpenduduk mayoritas non-muslim tak tetap menakutkan bagi muslimah. Mereka kadang kala mendapat pengalaman lucu. Itulah kisah yang dialami Alheli Sg, muslimah Asal Meksiko, waktu berjalan-jalan di kampungnya bersama dengan mengenakan hijab.
" Ada cerita lucu, seorang pria tua menyaksikan saya berjalan bersama dengan mengenakan abaya dan beranggap saya sebagai orang Gipsi Hungaria," tutur Alheli 31 Mei 2014.
Tentu saja Alheli jadi bingung. Apalagi pria tua itu begitu saja menyodorkan telapak tangan ke arah Alheli. " Dia memohon untuk dibaca keberuntungannya," ujar Alheli.
Langsunglah Alheli sadar. Bahwa dia memang sedang mengenakan pakaian muslimah dan warga di situ sama sekali belum dulu menyaksikan pakaian seperti itu. Dengan sabar Alheli menyebutkan bahwa dia bukan orang Gipsi yang kondang pandai meramal.
" Setelah saya jelaskan kepadanya bahwa saya seorang muslimah, bukan Gipsi, dia berlalu bersama dengan kesal, kekecewaan nampak terhadap raut mukanya," kata dia.
Namun, tersedia untungnya Alheli berhijab. Identitasnya sebagai muslimah bersama dengan gampang diketahui. Sehingga, itu pula yang dia manfaatkan untuk berdakwah. Setiap orang yang dia temui bertanya tentang Islam. Dan bersama dengan suka hati dia menjelaskan.
" Hijab berikan saya kebolehan yang tidak diduga. Penampilan, kebanggaan, dan mewakili agama saya di kota non-muslim. Saya jadi terlindungi dan aman," ucap Alheli.
Alheli mengakui, tidak gampang jadi muslim di Meksiko. Mereka memang minoritas. Apalagi sepanjang ini banyak pemberitaan miring yang tidak benar soal Islam. Jadilah Alheli jadi terasing.
" Prasangka terhadap muslim didalam budaya Meksiko tetap kuat, saya dulu tidak diterima waktu melamar kerja cuma dikarenakan hijab saya," kata Pantaipoker Dominokiu.
" Bagaimanapun Islam bagi saya adalah kebenaran. Ini menjawab pertanyaan-pertanyaan saya. Meski sukar jadi muslim di Meksiko, saya melacak bantuan kepada Tuhan dan ternyata mendapat pertolongan," jadi Alheli.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar