Menegangkan, Pencari Ikan di Riau Duel Sengit dengan Beruang

Seorang pencari ikan di Desa Tanjung Karang, Kampar Kiri Hulu, tercebur duel dengan seekor hewan liar, beruang. Serangan tersebut menyebabkan Aniesman merasakan luka-luka dan diangkut ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Ahmad, Pekanbaru.
Beruang itu ternyata menyerang Anisman sejumlah dua kali. Serangan dilaksanakan dengan jeda waktu selama 15 menit.
Ditemui di ruang perawatan RSUD, Anisman mengisahkan serangan beruang terjadi saat dia berkeinginan pulang. Di tengah jalan, Anisman dan kawannya, Darlis, berpapasan dengan beruang.
" Teman saya diburu kesatu, dia sukses meloloskan diri. Tinggal saya sendiri, kemudian diburu oleh beruang," ucap Anisman untuk Liputan6.com, Kamis, 5 September 2019.
Pertarungan tak terelakkan. Beruang mencakar tangan dan berjuang menggigit kepalanya. Anisman menangkis gigitan tersebut dengan tangannya.
Beruang tadi meninggalkan Anisman yang telah lemas. Anisman kemudian bangkit dan menggali pertolongan.
Tapi, ketika berjalan gontai, beruang yang sama hadir dari semak-semak. Selama 15 menit Anisman berjuang menendang beruang yang hendak menggigit dan mencakar kepalanya.
" Kaki saya menyangga badan beruang, tangan saya di mulutnya. Mau saya koyak mulut beruang tersebut tidak bisa, sebab sudah tidak terdapat tenaga, nyaris setengah jam seranganya," kata Anisman.
Anisman bersyukur sebab beruang tersebut akhirnya pergi dan Darlis dan masyarakat membawanya ke Puskesmas setempat.
Anisman kesudahannya dirujuk ke RSUD Arifin Ahmad guna dioperasi. Kini, Anisman masih dikontrol intensif oleh dokter dan telah dirontgen sebab kaki kanannya patah.
" Beruangnya tidak besar kali, namun kukunya tersebut tajam sekali, powerful beruang itu," ucap Anisman.
Kepala Bidang Teknis BBKSDA Riau, Mahfud mengucapkan keprihatinannya dengan situasi yang dirasakan Anisman.
Mahfud mengatakan, beruang terbit dari hutan dan mendekati sungai tersebut sudah biasa. Apalagi ketika musim kemarau, di mana pakan di tengah hutan sulit ditelusuri sehingga beruang pun mencari ikan.
" Ikan pun adalahsalah satu makanan beruang. Serangan diperkirakan terjadi sebab beruang kaget dan korban pun kaget. Ada gerakan tiba-tiba sampai-sampai beruang menyerang," sebut Mahfud.
Mahfud mengasumsikan beruang yang menyerang tersebut masih muda. Bisa jadi, beruang tadi mulai menginjak musim kawin atau masa puberitas sampai-sampai hormonnya bertambah dan lebih agresif.
" Untuk ketika ini, kesebelasan masih di lokasi. Belum terdapat laporan temuan jejak beruang, namun Masya telah diperingatkan tidak boleh bereaksi berlebih saat berhadapan dengan beruang karena dapat diserang," ucap dia.
Pengendara kendaraan bermotor tentu sudah tahu ancaman Tilang andai melanggar peraturan. Mereka tak bsia seenaknya menggunakan kemudahan umum tersebut tanpa mengindahkan aturan kemudian lintas.
Selain menata keselamatan sopir dan penumpang, ketentuan lalu lintas pun mengatur soal teknik kendaraan membawa suatu barang. Muatan yang mendahului batas maksimal pasti akan kena tilang.
Meski telah tahu, tetap saja terdapat pengendara yang mengupayakan mengelabui petugas. Seperti dilaksanakan seorang pengemudi di Amerika Serikat ini.
Dikutip dari Auto Evolution, Minggu 11 Agustus 2019, polisi di Stow, Massachusetts, Amerika Serikat, mesti menghentikan paksa pengemudi Honda Accord. Pengemudi ini kedapatan membawa boneka beruang raksasa dengan kereta tambahan.
Pengemudi mengikat boneka di atas kereta tambahan supaya tidak jatuh. Keretanya dikaitkan di unsur belakang mobil.
Polisi menyinggung jika hendak memberikan “ tumpangan” untuk boneka beruang, lebih baik pengemudi menyerahkan tempat di atap mobil atau di dalam kendaraan.
“ Jangan menderek dagangan yang tidak seharusnya diderek,” tulis polisi.
Tak terdapat kejelasan apakah pengemudi ini ditilang atau melulu diberi surat peringatan. Yang jelas, menderek barang dengan ceroboh dapat membahayakan pemakai jalan yang lainnya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar