PANTAIPOKER | Bandar Ceme | Agen Bandar Ceme | Bandar Capsa | Ceme Keliling | Poker Online

WWW.POKERPANTAI.ORG WWW.POKERPANTAI.INFO

Pantaipoker
Berita Terkini Indonesia oleh Situs Poker Online Terbaik Se-Indonesia.

Selasa, 24 September 2019

Main Ponsel Sambil BAB Bisa Picu Penyakit Berbahaya

Main Ponsel Sambil BAB Bisa Picu Penyakit Berbahaya

Main Ponsel Sambil BAB Bisa Picu Penyakit Berbahaya



Pantaipoker Dominokiu -Sadarkah kamu bahwa keseharian kami udah tidak bisa lepas dari gawai atau ponsel? Mungkin kala ini kami lebih rela ketinggalan dompet di rumah daripada ketinggalan smartphone kesayangan.

Tak cuma ke kantor, gadget yang satu ini sering kali kami bawa juga kala hendak ke toilet.

Berseluncur di dunia maya -lebih tepatnya sosial media- ataupun bermain game sebenarnya jadi normalitas yang asyik untuk menemani di di dalam toilet. Ayo mengaku, kamu juga kan?

Namun tahukah kamu jikalau normalitas bermain ponsel di toilet ternyata bisa membuat masalah nyata-nyata pada kesehatan.

Keasyikan bermain gadget ternyata jadi pemicu wasir atau ambeien.

Ahli bedah kolorektal, Dr. Karen Zaghiyan mengatakan normalitas bermain ponsel membuat orang-orang kala BAB duduk lebih lama di toilet.

Kebiasaan ini tingkatkan tekanan pada pembuluh darah kira-kira anus, yang kemudian membuat aliran darah jadi nggak lancar dan mengalami penumpukan.

Dalam jangka panjang aliran tak lancar ini bisa membuat pembengkakan, rasa sakit, gatal, dan juga pendarahan kala membuang air besar.

" Sebenarnya, bukan main HP kala BAB yang jadi penyebab wasir, tetapi duduk di toilet di dalam kala lama yang jadi penyebabnya," terang Karen.

Sebuah studi di jurnal Germ pada tahun 2017 juga mengatakan ponsel bisa menampung bakteri seperti, Escherichia Coli dan mikroba lain yang bisa menyebabkan masalah kesegaran terasa dari perut mulas, kram, hingga diare.

Peluang pembiakan bakteri di tempat ponsel juga condong lebih besar risikonya. Ponsel bisa menghantarkan panas yang pasti membuat bakteri makin suka untuk hidup.

Nah, gunakan ponsel juga tidak jauh dari tangan. Kedua tangan kamu bisa kotor dan terinfeksi bakteri. Apalagi kamu bisa menularkan bakteri akibat bertukar handphone dengan orang lain.

Belum lagi, jikalau kamu tempatkan ponsel di bagian dudukan toilet. Hal ini membuat kuman pasti langsung melekat di ponselmu.

Untuk menghindar perihal itu, orang-orang direkomendasikan nggak membawa ponsel ke di dalam toilet, dan juga diwajibkan membasuh tangan dengan sabun hingga ke sela-sela jari.

Telepon pintar bak candu. Hampir semua orang yang udah memakainya terasa ketagihan. Ketergantungan. Tak bisa melepas alat telekomuni asi dengan begitu banyak ragam layanan itu.

Mungkin Anda keliru satu orang yang udah kecanduan telephone pintar itu. Meski tengah tak butuh menelepon, rasa inginkan memegang telephone selular senantiasa ada. Meski sekadar dipakai bermain game.

Dan inilah rasanya jikalau orang yang udah kecanduan dipaksa melepas telephone selular. Sebuah tantangan dikerjakan di Chongqing Sanxia College, Chongqing, China. Tujuannya, mengukur bagaimana manusia tak tahan hidup tanpa telephone pintar mereka.

Tantangan ini cukup unik. Seorang dosen memperbolehkan para mahasiswa bermain Ponsel kala jam pelajaran. Sang dosen inginkan menyaksikan apakah para mahasiswa itu tahan tidak memainkan ponsel kala jam pelajaran --setelah diperbolehkan bermain.

Tantangan ini dikerjakan sepanjang sebulan. Namun hasilnya, banyak siswa yang tak tahan inginkan bermain ponsel kala jam pelajaran. Banyak siswa yang mengalami nomophobia, ketakutan kala tidak bisa mengakses kontak yang terdapat di telephone seluler.

Dari 400 mahasiswa yang ikut tantangan, 300 di antaranya gagal di hari-hari awal. Bertahan tiga hari pun tak sanggup. Karena udah diizinkan, mereka bermain ponsel kala jam pelajaran. Menyerah dan wajib mengenakan gelang sebagai berarti gagal.

Dosen yang menggagas tantangan itu, Li Jiandong, mengatakan, banyak di pada mahasiswa itu yang tak tahan inginkan mengakses telephone selular, mengakses fasilitas sosial, semacam WeChat maupun Weibo yang terkenal di China.

Liu Yujing, mahasiswa jurusan ekonomi yang gagal di dalam tantangan tersebut, mengatakan, tak bisa hidup tanpa ponsel. “ Aku menderita pada hari pertama,” kata dia, sebagaimana dilansir CCTV News, Jumat 22 April 2016.

“ Keinginan untuk mengecek telephone terus menghantuiku sepanjang di kelas, dan saya tak bisa melawan tantangan pada hari ke tiga,” tambah Pantaipoker Dominokiu.

Meski demikian, percobaan ini membuat dara ini berpikir betapa tergantungnya dia pada gadget. Liu berkata, dia dapat coba tidak tertipu oleh ponsel. “ Aku inginkan fokus pada pelajaran,” ujar dia.

Siswa lainnya, Qian Guoding, lulus di dalam tantangan itu. Namun dia mengaku ikut tantangan itu dengan alasan inginkan jelas saja, bukan untuk bertahan dan berpikiran tantangan itu sebagai tugas yang wajib dilakukan.

Qian mengaku biasa mengakses ponsel sepanjang pelajaran di kelas agar senantiasa update di sosial media. Tapi ikut dan juga kampanye ini membantunya untuk menghalau normalitas tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar