Heboh Warga Pati Jalani Tapa Pendem, Dikubur Hidup-hidup

Pantaipoker Ceme -Mbah Supani, warga Desa Bendar RT 3 RW 1 Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah memicu heboh. Dia menekuni ritual tapa pendem atau bertapa bersama cara dikubur hidup-hidup di didalam tanah.
Mbah Supani mobilisasi ritual berikut setelah sembuh dari sakit stroke. Dia dikubur seperti jenazah selama lima hari terhadap lubang berukuran panjang 2 meter, lebar 1,5 meter dan kedalaman kira-kira 3 meter yang udah disiapkan di didalam rumah.
Dalam liang yang dibuat tersedia peti untuk bertampa. Di didalam peti tersedia bantal dari tanah dan juga lubang untuk bernapas.
Anak angkat Mbah Pani, Suyono, menyebutkan tapa pendem adalah ritual yang senantiasa dijalani pria itu tiap tiap bulan Suro didalam penanggalan Jawa. Proses bertapa ini udah dijalani Mbah Pani sebanyak 10 kali.
Pada sembilan pengalaman sebelumnya, Mbah Pani dikubur selama tiga hari. Menurut Suyono, tapa kali ini merupakan ritual terakhir yang dijalani Mbah Pani.
" Karena ini yang terakhir, nanti tidak hanya tiga hari, tetapi lima hari. Mbah Pani sendiri, Info masuk liang lahat Senin 16 September 2019 usai Maghrib," ucap Suyono, dikutip dari .
Suyono menyebutkan sejak pertama hingga terakhir, prosesi tapa pendem Mbah Pani tidak berubah. Tubuh Mbah Pani senantiasa dibalut bersama kain kafan.
Menurut Suyono, tapa pendem kesembilan dijalankan Mbah Pani terhadap 2001. Sebelumnya, ritual berikut dijalani Mbah Pani tiap tiap tahunnya di Desa Ketip.
" Beberapa waktu setelah ritual ke-9, beliau sempat sakit stroke. Jadi ritual penutup baru bisa dijalankan hari ini," kata Pantaipoker Ceme.
Sebelum masuk ke lubang kubur, Mbah Pani diperlakukan laiknya jenazah. Disiapkan juga alat pemulasaraan lengkap, juga bunga-bunga.
" Tapi tidak diazani, gara-gara menurut pesan dari Pak Pani, kecuali azan itu ritual orang meninggal dunia," ucap Suyono.
Saat prosesi ritual dimulai, hanya keluarga dan tokoh masyarakat yang dibolehkan masuk rumah. Pintu tempat tinggal lantas dikunci dan tetangga tidak dibolehkan masuk.
" Hanya keluarga saja yang boleh masuk. Sebab ritual ini prosesi sakral," terang Suyono.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar