PANTAIPOKER | Bandar Ceme | Agen Bandar Ceme | Bandar Capsa | Ceme Keliling | Poker Online

WWW.POKERPANTAI.ORG WWW.POKERPANTAI.INFO

Pantaipoker
Berita Terkini Indonesia oleh Situs Poker Online Terbaik Se-Indonesia.

Kamis, 12 September 2019

Heboh Gaya Kepulangan Jemaah Haji Nyentrik Bak Seleb Bollywood

Heboh Gaya Kepulangan Jemaah Haji Nyentrik Bak Seleb Bollywood





Pantaipoker Ceme - Rombongan jemaah haji yang baru pulang berasal dari Tanah Suci udah pasti dinantikan keluarga serta kerabat.

Tentu, perjalanan dan pengalaman mereka sementara beribadah tunaikan rukun Islam ke-5 udah ditunggu-tunggu untuk diceritakan.

Namun, tampilan mereka sementara pulang pasti juga kudu jadi perhatian. Jika umumnya, jemaah haji pulang bersama dengan seragam yang udah di sediakan travel haji atau busana yang sopan dan tertutup.

Namun, ada yang lumayan mengejutkan warganet terhadap rombongan haji perempuan asal Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, sementara ulang ke Tanah Air.

Selasa 10 September 2019, ibu-ibu yang baru mendarat berasal dari Tanah Suci itu membuat heboh gara-gara busana nyentrik bak seleb Bollywood

Dalam foto yang diunggah, jemaah yang mayoritas ibu-ibu itu kenakan penutup kepala dan pakaian, yang dihiasi manik-manik sehingga terlihat berkilauan.

Belum ulang bermacam aksesories tambahan layaknya kacamata hitam besar. Jamaah asal Pinrang ini manfaatkan bermacam macam warna terang terhadap busana mereka. Seperti merah, kuning, hijau, ungu muda, dan lain-lain. Dengan make up yang tebal, tampilan mereka bahkan lebih sesuai untuk kondangan.

Gaya nyentrik Jamaah Haji ini pun jadi perhatian netizen. Ada netizen merasa terhibur memandang tampilan mereka, dan adapula yang mengkritik. Pasalnya, cara memakai pakaian mereka dinilai tak sesuai akidah agama.

Penurunan biaya visa umroh dan haji yang ditetapkan Pemerintah Arab Saudi mendapat protes berasal dari pelaku industri travel. Meski terjadi penurunan, kebijakan selanjutnya dinilai selamanya memberatkan jemaah umroh dan haji lebih-lebih berasal dari kalangan menengah ke bawah.

Praktisi Umroh dan penulis buku Umroh Backpacker, Tuffah Zubaidi, menilai kebijakan selanjutnya dzalim. Sebab, terlalu banyak biaya yang dibebankan kepada jemaah umroh, bahkan mereka bersama dengan latar belakang finansial tergolong tidak mampu.

" Ini udah kategori dzalim," kata wanita yang akrab disapa Eva ini saat dihubungi Dream, Selasa 10 September 2019.

Eva mengutamakan protes terhadap status Tanah Suci. Dia menyebut Mekah dan Madinah adalah milik umat Islam sedunia.

" Haramain, Dua Tanah Suci, Mekah dan Madinah, adalah milik umat Islam sedunia, bukan haknya Pemerintah Arab Saudi meskipun letaknya di Saudi," kata Eva.

Pemerintah Saudi sempat menetapkan visa progresif sebesar 2.000 riyal, setara Rp7,6 juta. Visa ini berlaku bagi jemaah haji bersama dengan catatan khusus, yaitu mereka yang laksanakan umroh ataupun haji lebih berasal dari satu kali serta tinggal di akomodasi bintang 5.

Beberapa hari lalu, biaya selanjutnya diturunkan jadi 300 riyal, setara Rp1,1 juta. Rupanya, dana selanjutnya rupanya merupakan biaya di luar harga visa sendiri.

" Harga visanya sendiri pada US$150 sampai US$180 (setara Rp2,1 juta-Rp2,5 juta)," kata Pantaipoker Ceme.

Dia juga mengatakan harga visa umroh dan haji sebetulnya naik turun. Namun demikian, nilai fluktuasinya tidak dulu melebihi angka US$100.

" Kemarin-kemarin itu harga visa pada US$35 sampai US$65 (setara Rp492 ribu-Rp913 ribu), itupun dapat dibilang permainan provider (penyedia fasilitas pengurusan) visa saja, bukan tekanan berasal dari pemerintah," kata dia.

Eva juga menyoroti penurunan biaya berasal dari 2.000 riyal ke 300 riyal. Meski turun, tarif selanjutnya tidak ulang berlaku progresif tapi ke semua jemaah umroh maupun haji.

" Itu memberatkan dan pukul rata, tidak ulang yang udah dulu (umroh dan haji), tidak ulang yang berdiam di hotel bintang lima, pukul rata. Siapapun sudi datang, ada setoran ke pemerintah per kepala 300 riyal," kata dia.

Lebih lanjut, Eva memastikan umroh dan haji tidak dapat disamakan bersama dengan pelesiran ke luar negeri. Aktivitas ini murni gara-gara panggilan iman.

" Untuk yang pelesiran ke luar negeri atau jalan-jalan barangkali mereka ada kelebihan dana. Tapi untuk umroh dan haji itu lebih terhadap panggilan iman, bukan barometer kekayaan seseorang," kata dia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar