PANTAIPOKER | Bandar Ceme | Agen Bandar Ceme | Bandar Capsa | Ceme Keliling | Poker Online

WWW.POKERPANTAI.ORG WWW.POKERPANTAI.INFO

Pantaipoker
Berita Terkini Indonesia oleh Situs Poker Online Terbaik Se-Indonesia.

Sabtu, 07 September 2019

Dua Pekan Nikah, Suami Dibunuh Pria Pemuja Istrinya yang Cemburu Buta

Dua Pekan Nikah, Suami Dibunuh Pria Pemuja Istrinya yang Cemburu Buta

Dua Pekan Nikah, Suami Dibunuh Pria Pemuja Istrinya yang Cemburu Buta





Pengantin baru di Pemalang, Jawa Tengah, Al dan La, merasakan nasib tragis. Mereka mesti diceraikan oleh maut dua pekan sesudah menikah.

Penyebabnya, Al dibunuh oleh Ar, pemuja rahasia La. Ar diperkirakan nekat mengerjakan aksi tersebut sebab cemburu. La yang menjadi perempuan pujaanya menikah dengan Al.

" Pelaku ini cinta sama istri korban. Tetapi, dia belum mengaku cintanya untuk istri korban keburu nikah," kata Kasatreskrim Polres Pemalang, AKP Suhadi.

Berdasarkan keterangan dari Suhadi, hasil pengecekan sementara, Ar menyatakan nekat membacok Al sebab memendam rasa cinta untuk La.

Lantaran kesal merasa kalah, Ar mengintai Al dan Ar yang sedang berlangsung ke Sungai Cililing. Ar menenteng parang.

" Pelaku hadir dari belakang langsung main bacok leher korban. Seketika tersebut korban terkapar jatuh dan meninggal di lokasi," ujar Suhadi.

Saksi mata, Taripah, mengungkapkan detik-detik pembunuhan tersebut.

" Langsung main tebas saja, pelaku yang berakhir eksekusi langsung lari menghilang. Dugaannya kembali ke lokasi tinggal ibunya," kata Taripah

Aulia Kesuma, wanita yang jadi benak pembunuhan Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili, dan anak tirinya, M Adi Pradana alias Dana angkat bicara. Aulia membeberalasan kenapa menghabisi dua orang itu.

Aulia mengatakan, telah tak powerful lagi hidup dalam lilitan utang. Saat itu, situasi keuangannya habis.

Sang suami, kata dia, tak mau menolong melunasi utangnya. Bahkan, lanjut Aulia, Pupung tak mau menjual dua lokasi tinggal miliknya guna melunasi utang.

Aulia menyatakan sempat kehilangan arah dan bingung melanjutkan hidupnya.

" Ya tersebut sejak masa-masa Lebaran saya telah gak kuat, karena tersebut uang telah benar-benar habis. Jadi, sisa duit Danamon tersebut Pak Edi ngerasa, saya masih ada," ujar Aulia seperti dikutip Pojoksatu.id, Selasa, 3 September 2019.

Aulia sebenarnya sudah pernah bercerita soal rumitnya hubungan lokasi tinggal tangganya ke di antara keponakan Edi di Bandung.

Dalam curhatannya, Aulia menyatakan tak pernah foya-foya sekitar hidup bareng Edi. Dia menolak utang menumpuk sebab gaya hidupnya yang glamor.

Justru, utang muncul sebab keinginan Edi menciptakan usaha restoran. Edi tak dapat meminjam duit ke bank sebab namanya telah buruk di mata bank.

Menggunakan nama Aulia, Edi alias Pupung akhirnya dapat meminjam uang. Tapi, usaha restoran tersebut tak berlangsung mulus.

Edi kemudian tak mau menolong AK menunaikan utang. Edi mohon Aulia dapat menyelesaikannya sendiri.

" Saya sebetulnya nggak nuntut banyak, sekitar saya nikah dengan Pak Edi, bolehlah nanti diperlihatkan sama orang-orang yang pernah ikut, pernah nggak saya sekali berfoya-foya, beli perhiasan, beli baju mahal-mahal, pernah beli sepatu mahal-mahal, pernah gak?” ujar dia.

Akhirnya, lanjut Aulia, gagasan membunuh ini juga diceritakannya ke asisten lokasi tinggal tangganya (ART). Aulia merasa dia senasib lantaran ART-nya tersebut kerap diperlakukan macam binatang.

Awalnya, Aulia hendak Edi dibunuh dengan teknik santet, namun teknik ini gagal. Sehingga, dia memilih membunuh Edi dengan teknik tak biasa.

Cara tersebut dia lakukan sebab sudah jatuh tempo pelunasan utang dari bank. Sebab, andai tidak ditunaikan aset berupa dua lokasi tinggal Edi bakal disita.

“ Karena saya telah terkejar masa-masa banget, karena bila Pak Edi tahu rumahnya akan disita, tersebut bener-bener marah,” jelas AK.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar