Citilink Pindah ke Terminal 2 Bandara Soetta Mulai Hari Ini
http://www.pokerpantai.org/ Para penumpang setia maskapai penerbangan berbiaya tidak mahal (LCC), Citilink, sebaiknya menjadi perhatikan terminal yang dapat dipakai. Mulai hari ini, terminal Citilink pas pindah ke Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta.
Pemindahan operasional Citilink ke Terminal 2 Domestik Bandara Soekarno-Hatta itu dilakukan karena adanya revitalisasi Terminal 1C Bandara di Cengkareng, Tangerang tersebut.
Pelaksana Harian Senior Vice President Corporate Secretary PT Angkasa Pura II (Persero), Achmad Rifai di dalam info tertulisnya mengutip Merdeka.com, mengatakan proses keberangkatan dan kehadiran penumpang Citilink seluruhnya dilakukan melalui terminal baru tersebut.
" Persiapan dan sosialisasi sudah dilakukan, juga oleh Citilink. Kami percaya perpindahan sanggup berjalan dengan lancar dan tidak mengganggu operasional penerbangan," mengerti Rifai.
Dia juga mengimbau agar penumpang tiba lebih awal di Bandara agar sanggup mengolah penerbangan dengan lancar.
Saat ini Citilink mencatat jumlah penumpang di Bandara terbesar di Indonesia itu capai 5,91 juta orang pada 2018. Sementara untuk rute internasional capai 91.478 penumpang.
Anak bisnis PT Garuda Indonesia Tbk itu punya rute perbangan internasional dan domestik sebanyak 40.820 pada th. lalu.
Penumpang juga tak wajib sibuk menuju terminal yang dituju karena pengelola Bandara Soekarno-Hatta sudah mengoperasikan Skytrain yang menghubungkan Terminal 1, 2 dan 3.
Untuk diketahui, pengelola Bandara Soetta memang sedang merevitalisasi sejumlah terminal yang dilakukan menjadi hari ini.
Tahap pertama, revitalisasi dilakukan di Terminal 1C, lantas Terminal 1B dan 1A. " Revitalisasi yang dilakukan untuk meningkatkan kapasitas Terminal 1 dari pas ini 9 juta penumpang menjadi 18 juta penumpang per tahun. Selain itu, revitalisasi juga dilakukan agar terminal sanggup lebih nyaman dengan disempurnakan bermacam sarana digital," mengerti Achmad Rifai.
Beberapa sarana berbasis digital yang ada di Terminal 1 nantinya adalah smart baggage, lantas iMATE Lounge (i-Millennial Airport Travel Experience Lounge), Game Station, Digital Wayfinding, self check-in kioks, dan lain sebagainya.
Komisi V DPR RI meminta penundaan penerapan bagasi berbayar PT Citilink Indonesia. Menindaklanjuti permintaan, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhubud) langsung berkoordinasi dengan manajemen Citilink.
Kamis 31 Januari 2019, manajemen anak bisnis PT Garuda Indonesia ini sepakat menunda penerapan bagasi berbayar sampai pas yang belum ditentukan.
Dalam rapat kerja tersebut, Dirjen Perhubungan Udara, Polana B Pramesti, juga mengatakan sedang laksanakan evaluasi dan penilaian penerapan keputusan bagasi berbayar.
Sekadar informasi, peraturan selanjutnya tertuang di dalam Peraturan Menteri Perhubungan No. PM 185 th. 2015 tentang Standar Pelayanan Penumpang Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Dalam Negeri.
" Kami dapat laksanakan kajian atau evaluasi pada seluruh peraturan menjadi dari PM 14 th. 2016 sampai PM 185 th. 2015," kata Polana di Jakarta.
Dia mengatakan, pengkajian ulang ini bertujuan agar berjalan keseimbangan dan tak memberatkan masyarakat. Kajian ini juga bertujuan untuk menjaga keberlangsungan maskapai penerbangan.
PT Citilink Indonesia akhirnya resmi mengenakan cost bagasi pada penumpang rute domestiknya. Maskapai berbiaya irit (low cost carrier/LCC) punya Garuda Indonesia itu dapat memberlakukan kebijakan baru selanjutnya menjadi Jumat, 8 Februari 2019 mendatang.
“ Dalam rangka memberikan kualitas sarana yang prima kepada pelanggan setia Citilink di sedang ketatnya kompetisi di industri transportasi udara, Citilink sebagai maskapai dengan standar sarana no frills dapat memberlakukan keputusan baru tentang tarif bagasi tercatat," kata Direktur Niaga Citilink Indonesia, Benny Rustanto, di Jakarta, dikutip dari info tercantum yang di terima Dream, Selasa 29 Januari 2019.
Benny mengatakan keputusan bagasi tercatat ini cuma dapat diberlakukan untuk penerbangan domestik. Penumpang Citilink Indonesia rute internasional serta penumpang yang sudah menjadi member Supergreen dan Garudamiles atau penumpang yang membeli “ green seat”, dapat tetap memperoleh gratis bagasi seberat 10 Kilogram (Kg).
Untuk calon penumpang yang sudah membeli tiket penerbangan Citilink Indonesia sebelum saat tanggal 8 Februari 2019, maskapai menegaskan sarana gratis bagasi sampai 20 Kg masih berlaku kendati jadwal terbang lewat tanggal yang dimaksud.
“ Penumpang juga tetap diperbolehkan untuk membawa satu buah barang bawaan ke di dalam kabin dengan berat maksimal 7 kg dan dimensi maksimal 58cm x 46cm x 23cm tanpa cost tambahan,” kata Benny.
Untuk member Citilink Citisport, perusahaan memberikan bagasi gratis 20 kg untuk perlengkapan olahraga dan gratis tambahan 10 kg untuk bagasi tercatat.
Penumpang Citilink Indonesia juga sanggup membeli paket bagasi sebelum saat keberangkatan untuk memperoleh harga yang lebih terjangkau dengan potongan harga sampai dengan 40 persen.
“ Pembelian paket bagasi sanggup dilakukan di website resmi Citilink paling lambat Empat (4) jam sebelum saat keberangkatan,” kata http://www.pokerpantai.org/.
Sementara bagi penumpang yang sudah berada di bandara, sanggup membeli bagasi tercatat langsung di counter check in atau kastemer service Citilink Indonesia.
Dia menambahkan, cocok Pasal 22 butir C PM 185 Tahun 2015, Citilink Indonesia juga di dalam kategori maskapai dengan service " no frills" (pelayanan dengan standar minimum) yang sanggup mengenakan cost untuk pengangkutan bagasi tercatat.
Dalam step awal ini, Benny mengatakan Citilink dapat laksanakan sosialisasi secara intensif tentang kebijakan baru bagasi tercatat selama dua minggu ke depan menjadi dari tanggal 25 Januari sampai 7 Februari 2019. Kebijakan baru tentang bagasi tercatat dapat diberlakukan efisien menjadi tanggal 8 Februari 2019.
Dalam menerapkan kebijakan ini, anak bisnis PT Garuda Indonesia Airlines Tbk (Persero), sudah laksanakan langkah sosialisasi baik kepada pihak internal dan eksternal melalui bermacam media. Untuk internal, sosialisasi dilakukan melalui majalah internal dan e mail yang ditujukan kepada seluruh karyawan.
Selanjutnya untuk pihak eksternal dapat dilakukan melalui tempat massa seperti koran dan radio, tempat sosial, maupun inflight magazine.
Selain itu, manajemen juga dapat memasang banner pemberitahuan di tiap-tiap counter check in bandara dan announcement oleh awak kabin agar seluruh penumpang Citilink Indonesia memperoleh informasi dengan baik.
“ Citilink Indonesia menginginkan bahwa keputusan terbaru terkait bagasi tercatat ini sanggup berjalan dengan baik dengan konsisten menjaga kualitas service penerbangan yang tetap mengutamakan faktor keselamatan dan keamanan bagi seluruh penumpangnya,” kata dia.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar