Tidur Siang Bisa Bantu Orang Buat Keputusan Bijak

Studi oleh kesebelasan University of Bristol, Inggris, mengungkap bahwa istirahat siang dapat membantu orang menciptakan keputusan yang lebih bijak.
Tidur siang dapat membantu orang beranggapan lebih tepat guna tentang pro dan kontra suatu keputusan, menemukan wawasan, dan memproses informasi yang tak disadari.
Senin 11 Agustus 2019, studi tersebut sudah diterbitkan dalam Journal of Sleep Research. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa istirahat singkat bermanfaat untuk fungsi benak kognitif, dan menolong memproses informasi yang seringkali tidak disadari dalam suasana sadar.
Penelitian sebelumnya telah memutuskan bahwa istirahat lebih tidak sedikit membantu memproses informasi dan menciptakan keputusan. Namun, masih belum jelas apakah orang mesti benar-benar memahami informasi yang mereka proses guna mendapatkan guna dari tidur.
Untuk menanggulangi ini, peneliti menyembunyikan informasi yang disajikan untuk peserta dalam riset dengan " menutupi" itu, sampai-sampai tidak pernah secara sadar dirasakan. Namun, informasi bertopeng ini masih diproses oleh benak bawah sadar semua peserta.
Sebanyak 16 subjek dari sekian banyak kelompok umur memungut bagian dalam riset ini. Setiap orang mengerjakan dua tugas; tugas utama bertopeng dan tugas sekunder kontrol. Peserta mempraktikkan masing-masing tugas, dan lantas tetap terjaga atau istirahat siang sekitar 90 menit sebelum menangani tugas yang sama lagi.
Baik sebelum dan sesudah istirahat siang, semua peneliti mengukur perubahan kegiatan otak dengan mengukur kegiatan listrik memakai EEG.
Mereka yang istirahat siang mengerjakan tugas utama bertopeng jauh lebih cepat sesudah tidur, sedangkan mereka yang tetap terjaga tidak mengindikasikan peningkatan. Hasil ini mengindikasikan bahwa istirahat sebenarnya menolong otak memproses informasi yang tidak disadari.
Di samping itu, semua peneliti menuliskan temuan mereka mengindikasikan bahwa bahkan tidak banyak tidur akan menolong waktu respons dan menolong orang menciptakan keputusan secara umum.
Para pengarang studi bahkan menuliskan bahwa hasil ini menunjuk pada pemrosesan informasi yang dikoleksi oleh pikiran insan saat bangun dengan teknik yang lebih dalam ketika tidur yang masih menjadi misteri untuk sains modern.
" Temuan ini luar biasa sebab dapat terjadi tanpa adanya niat awal, kesadaran sadar, dengan memproses isyarat yang disajikan secara implisit di bawah kesadaran peserta," kata anggota peneliti, Liz Coulthard.
Bagi perusahaan, istirahat siang acapkali menjadi perbuatan yang tidak cukup disiplin, bahkan menggambarkan perilaku malas. Namun, pakar malah menyarankan perusahaan untuk menyerahkan waktu istirahat siang untuk karyawan.
“ Cahaya dari barang elektronik, laksana layar komputer, televisi, dan smartphone dapat merusak rutinitas tidur,” kata psikolog, Nerina Ramlakhan.
Ramlakhan menganjurkan perusahaan untuk memperbolehkan karyawan istirahat siang di sela masa-masa kerja, khususnya hari Senin. Wanita yang sekaligus periset guna manufaktur kasur Silentnight ini menuliskan perubahan masa-masa santai di akhir pekan dan mula pekan menciptakan karyawan drop sekitar empat jam.
Dia pun menekankan kehilangan masa-masa tidur sekitar satu jam bakal berbahaya untuk kesehatan. “ Bos usahakan memperbolehkan pegawainya untuk istirahat siang di kantor. Ini bakal memberikan akibat yang besar,” kata dia.
Terapis istirahat ini percaya bahwa istirahat siang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, membetulkan otot-otot, dan dapat menjadi antipenuaan dini.
“ Hanya dengan 25 menit, istirahat siang dapat memberikan perbedaan besar. Tidur dapat meningkatkan kreativitas dan keterampilan memecahkan masalah. Mereka pun menyeimbangkan pulang sistem imunitas. Ini berarti karyawan yang sakit pada hari kerja menjadi lebih sedikit,” kata dia.
Ramlakhan menggarisbawahi waktu istirahat siang yang tepat tersebut berkisar jam 14.00-16.00. Selebihnya, akan dominan kepada istirahat malam.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar