Kesal Dituduh Kota Khayalan, Pemkot Beri Tantangan Rp15 M

Pemerintah kota Bielefeld, Jerman, melangsungkan sayembara menarik untuk memperlihatkan tudingan semua penganut konspirasi. Mereka siap menyerahkan hadiah 1 juta euro atau selama Rp15,83 miliar untuk siapa juga yang dapat membuktikan kota ini tak pernah ada.
Dikutip dari Oddity Central, Selasa 27 Agustus 2019, sayembara ini berawal dari candaan seseorang yang mempunyai nama Achim Held.
Pada 1993, Held menuliskan kota mempunyai nama Bielefeld tidak terdapat alias imajiner. DIa menyangkal kabar kota ini telah ada semenjak 800 tahun yang kemudian dan mempunyai 330 ribu orang warga.
Awalnya, candaan itu melulu sebatas humor. Tapi candaan tersebut lama-lama berkembang menjadi konspirasi.
Malah terdapat yang menyinggung kota tersebut adalahkota rahasia lokasi artis yang sudah meninggal pergi, laksana Elvis Presley dan Kurt Cobain.
Apalagi diperbanyak dengan candaan Perdana Menteri Jerman, Angela Merkel, yang bersikap seakan-akan meragukan eksistensi Bielefeld.
" Jadi, tersebut ada. Saya terkesan dengan kota tersebut dan bercita-cita bisa pergi ke sana lagi," kata Merkel pada 2012.
Kini, otorita setempat merasa lumayan dengan lelucon itu. Pemerintah setempat siap menyerahkan uang senilai belasan miliar rupiah untuk siapa juga yang dapat membuktikan kota ini tidak ada. Pajak hadiah bakal ditanggung oleh Pemasaran Bielefeld.
Masyarakat yang punya minat bisa memasukkan teorinya sebelum 4 September. Tentu saja teori ini pun disertakan dengan foto, video, dan artikel untuk menyokong teori tersebut.
Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran melangsungkan sayembara unik. Dia bakal memberi hadiah miliaran rupiah guna orang yang dapat menurunkan hujan.
" Ini beneran. Kalau terdapat yang bisa, saya siap bayar Rp5 miliar," kata Sugianto, Rabu, 31 Juli 2019.
Dia mengatakan, sayembara ini diciptakan untuk menghilangkan asap kebakaran hutan dan lahan (kahutla) di daerahnya. Uang Rp5 miliar, kata dia, lebih kecil dibandingkan ongkos pemadaman kabut asap dan kebakaran hutan dan lahan memakai helikopter.
" Daripada memakai helikopter, tersebut lebih hemat. Kalau terdapat yang bisa, bakal saya bayar Rp5 miliar," ujar dia.
Staf Ahli Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Komarudin Sulaeman Simanjuntak membetulkan sayembara yang dilangsungkan Sugianto.
" Kalau terdapat yang dapat menurunkan hujan, bakal lebih efektif. Sebab, hujan lebih efektif menanggulangi kebakaran hutan dan lahan," kata Komarudin.
Biaya operasional guna pemadaman hutan diduga mencapai Rp22 miliar per bulan. Biaya tersebut untuk menyebabkan tiga helikopter dan ongkos untuk 1.512 orang.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar