Ingin Hidup Lebih Sehat? Ini Menu Makanan Terbaik Menurut Sains
Lupakan tren diet, sebab sains mempunyai jawaban - terdapat jauh lebih tidak sedikit hal mengenai diet dan kesehatan daripada yang kita tahu.
Laporan ilmiah dari Pedoman Diet 2015-2020 guna orang Amerika, misalnya, memutuskan bahwa pola santap nabati ialah yang terbaik guna kesehatan insan dan lingkungan.
Lebih dari 75% makanan Anda mesti terdiri dari sayuran, buah-buahan dan biji-bijian, dan sumber protein mesti merangkum kacang, kacang polong, kacang-kacangan, biji-bijian, dan kedelai.
Panduan Makanan 2019 Kanada juga konsentrasi pada tanaman, laksana halnya Piring Makan Sehat Harvard, sedangkan Brasil menekankan guna “mengutamakan makanan yang berasal dari tumbuhan.”
Pedoman ini dan yang lainnya pun menekankan pentingnya memberi batas makanan yang diproses dan dimasak dalam sejumlah tahap.
Ada pun konsensus dari Organisasi Pangan dan Pertanian PBB dan lainnya bahwa pola santap nabati lebih berkelanjutan, beberapa besar sebab diet daging memerlukan energi yang tinggi dan merusak lingkungan.
Meskipun kedengarannya laksana tren, diet “berbasis nabati” telah dianalisis selama sejumlah dekade.
Kesadaran mengenai diet nabati meningkat sebab pola diet tersebut menanggulangi dua kendala kesehatan masyarakat yang mendesak: epidemi penyakit kronis dan krisis evolusi iklim. Ini ialah solusi guna masalah kesehatan insan dan lingkungan.
Zona Biru, atau distrik di dunia yang orang seringkali hidup lebih lama dari rata-rata dan dengan lebih tidak banyak penyakit kronis, menunjukkan pola santap nabati bisa disesuaikan supaya sesuai dengan opsi selera, tradisi, dan kebiasaan Anda.
Jika sains mempunyai kunci guna diet yang mengamankan kesehatan, menangkal penyakit, dan mengamankan planet, kenapa orang begitu bingung? Sains bakal membekali kita dengan kemampuan untuk membedakan kenyataan dan fiksi.
Ada duit dalam kebingungan
“Sains sampah” ala selebriti mempunyai peran yang jelas. Bahkan saat para selebritis ini tampil memakai jas dokter, laksana Dr. Oz, yang sudah mendapat hukuman dari Senat sebab “tipuannya”. Perlu diketahui dokter, secara umum, mempunyai sedikit atau tanpa pelatihan gizi.
Selebriti mengumpulkan tidak sedikit platform, biasanya mengaburkan kebenaran (atau menenggelamkannya sepenuhnya). Konspirasi antara Netflix dan perusahaan Goop kepunyaan Gwyneth Paltrow yang digugat atas permasalahan telur giok, mengindikasikan bahwa sains kalah dalam peperangan tersebut.
Namun, seseorang tidak butuh menjadi selebriti guna menggoyang opini. Kumpulan 100 influencer teratas mengindikasikan bahwa mayoritas dari mereka ialah blogger atau atlet yang tidak mempunyai keahlian. (Tidak terdapat yang ilmuwan.) Suara-suara ini mendapatkan pesona yang lumayan besar di media sosial.
Health Feedback, jaringan ilmuwan yang meninjau keakuratan konten online, mengerjakan sebuah studi dengan Credibility Coalition dan mengejar sebagian kecil tulisan menerima respons positif, dengan mayoritas “melebih-lebihkan guna dan bahaya dari sekian banyak makanan.”
Media tradisional tidak tidak jarang kali memberi penjelasan. Studi tunggal berhubungan sensasionalisme tidak sedikit jumlahnya, misalnya, glifosat dalam gandum, minyak kelapa dan berat badan, kopi mengakibatkan kanker – dan temuan-temuan yang tidak cukup konteksnya.
Dan jurnalisme sains telah menikmati akibatnya, dan barangkali itulah sebabnya CNN mewawancarai seorang ekstrem anti-sains. Atau kenapa Los Angeles Times dalam cuitannya menuliskan tentang guna kesehatan dari jus seledri, yang adalahhal yang tidak benar.
Di balik hiruk-pikuk saran diet palsu dan promosi media ialah latar belakang penolakan sains, yang melegitimasi anti-sains dan didukung oleh pemerintahan. Keberadaan masyarakat yang buta sains pun berperan.
Meskipun demikian, terdapat kesenjangan pengetahuan: 57% orang Amerika belum pernah menyaksikan ilustrasi diet dari Departemen Pertanian Amerika Serikat yang mempunyai nama MyPlate atau melulu tahu tidak banyak tentang urusan itu, dan 63% mengadukan sulit mengenali opsi yang berkelanjutan.
Pembeli pun mengklaim bahwa mengidentifikasi makanan sehat tersebut sulit (11%) atau agak susah (61%). Tidak mengejutkan, mungkin, sebab 48% menggali info tentang petunjuk gizi suatu produk dan menemukan sejumlah label memang menyerahkan info sementara selebihnya tak lebih dari strategi pemasaran. (Semuanya alami terlihat natural?) Memang, pelobi industri pertanian dan makanan yang powerful masih menyerahkan pengaruh kuatnya dalam menilai informasi produk dan mengaburkan ilmu pengetahuan.
Melalui seluruh ini, saya yakin komunitas ilmu gizi sudah secara diam-diam berkontribusi dengan kegagalan guna berpartisipasi secara kolektif dalam wacana publik.
Kami pun tidak lumayan mempertahankan disiplin kami saat diserang, baik oleh jurnalis, dokter atau pengarang makanan.
Mengubah percakapan
Kekuatan sosial yang besar membuat sebuah kebiasaan kebingungan gizi yang tidak melulu mengaburkan kebenaran mengenai diet, tapi pun merusak ilmu pengetahuan secara keseluruhan. Tiga tahapan akan menolong masyarakat menavigasi medan berbatu ini.
Mulailah dengan mengemukakan pertanyaan kritis saat menyimak berita mengenai diet. Apakah penulisnya mempunyai gelar nutrisi yang lebih tinggi, atau apakah ia memiliki kemahiran dalam jurnalisme sains? Apakah terdapat referensi guna studi penelaahan kolega atau organisasi ilmiah? Apakah sumbernya kredibel? Apakah menjanjikan pengobatan ajaib atau cepat? Apakah harganya mahal? Apakah tersebut terdengar laksana clickbait? Mempertanyakan siapa-apa-di mana-mengapa-bagaimana ialah yang terpenting.
Kedua, ingat bahwa apa yang melintas dalam laman berita seringkali muncul melalui algoritme yang memungkinkan berita mengalir melewati ruang yang merasakan bias konfirmasi, baik secara faktual atau tidak.
Secara offlinejuga, anda lebih ingin percaya pada rekan dan keluarga, suku kita. Ingin tahu mengenai apa yang Anda santap dan mengapa tersebut penting di luar zona nyaman kita diperlukan: Anda barangkali perlu “belajar mencungkil apa yang sudah Anda pelajari.”
Akhirnya, jajaki ini guna ukuran: Nutrisi. Tidak. Membingungkan. Kita seluruh menghargai tradisi dan nilai-nilai - apa yang anda makan tidak saja tentang sains. (Setidaknya, saya harap tidak.)
Tetapi berikut saatnya guna mempelajari kenyataan makanan dan nutrisi fundamental yang bakal menginspirasi Anda guna memanfaatkan kekuatan makanan untuk menambah kesehatan, menangkal penyakit, dan mengayomi planet ini.
Perubahan ialah hal yang barangkali - dan kebenaran terdapat di luar sana.
Las Asimi Lumban Gaol menerjemahkan tulisan ini dari bahasa Inggris.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar