PANTAIPOKER | Bandar Ceme | Agen Bandar Ceme | Bandar Capsa | Ceme Keliling | Poker Online

WWW.POKERPANTAI.ORG WWW.POKERPANTAI.INFO

Pantaipoker
Berita Terkini Indonesia oleh Situs Poker Online Terbaik Se-Indonesia.

Selasa, 06 Agustus 2019

Gerebek Hotel Melati, Kakak-Adik Sekamar Berbuat Asusila

Gerebek Hotel Melati, Kakak-Adik Sekamar Berbuat Asusila

Gerebek Hotel Melati, Kakak-Adik Sekamar Berbuat Asusila





Dua pemuda kakak adik kedapatan melakukan asusila di dalam kamar hotel. Dua saudara ini tak malu dengan pasangan setiap dalam satu kamar.

Senin 2 April 2018, Dua pasang muda-mudi tersebut dijaring Satpol PP Padang selama pukul 10.30 WIB, di di antara hotel melati di area Padang Selatan, Minggu kemarin.

Saat digeledah dua pasangan ini tidak dapat menunjukkan surat nikahnya. Sehingga, petugas langsung menggelandang mereka ke Mako Satpol PP Padang guna pendataan.

" Kita bisa informasi dari masyarakat. Katanya, terdapat pasangan ilegal menginap di hotel melati ini. Makanya anda turun. Saat digeledah, ternyata betul,” ujar Plt Kasat Pol PP Padang Yandrison.

Dua bersaudara tersebut diketahui berinisial GR (17) dan MH (23).Sedangkan pasangan perempuannya VP (19) dan IY (23).

Kedua pasangan tersebut membuat surat perjanjian dan menyebabkan orangtua masing-masing. “ Mereka menyatakan pacaran" imbuh Yandrison.

Kepada petugas, MH yang adalahkakak kandung dari GR menyatakan menyesal atas perbuatannya. “ Mereka berjanji tidak akan melakukan lagi" .

Demi melepas rindu, sepasang kekasih check in di hotel murah di Jerteh, Besut, Malaysia, Minggu kemudian dengan ongkos 120 ringgit, setara Rp420 ribu.

Namun, perbuatan asusila pasangan berusia 23 tahun tersebut buyar sesudah kamar mereka digerebek petugas Departemen Urusan Agama Terengganu (JHEAT).

Mereka disangga dalam suatu operasi penyakit masyarakat pada Subuh masa-masa setempat.

Parahnya, pasangan itu ditahan dalam suasana memalukan. Yang lelaki bercelana pendek, sedangkan pasangannya melulu berbalut handuk.

Berdasarkan keterangan dari laporan, ketika diperiksa, mereka menyatakan sudah kenal satu sama lain semenjak di bangku sekolah. Tapi mereka baru pacaran sejumlah bulan terakhir.

Mereka menyatakan jarang bertemu sebab pria tersebut bekerja jauh.

" Pasangan tersebut mengatakan bakal menikah, namun tidak memiliki lumayan uang sebab pria tersebut tidak punya kegiatan tetap. Dia melulu bekerja sebagai sopir truk, sedangkan pasangannya tidak bekerja," kata seorang sumber di JHEAT.

Sementara itu, Komisaris JHEAT, Wan Ismail Sahaimi Wan Omar, saat dihubungi membetulkan penangkapan pasangan itu.

Dia menuliskan pasangan itu ditahan untuk investigasi lebih lanjut menurut Pasal 29 dari Pelanggaran Pidana Syariah (Takzir) (Terengganu) Act 2001. Mereka ditahan sebab mempunyai rencana untuk mengerjakan hubungan di luar nikah.

Berpura-pura menggunakan mukena seolah-olah baru selesai membayar salat Subuh.

Itulah akting seorang remaja perempuan saat membuka pintu kamar hotel guna mengelabui aparat yang sedang menjalankan operasi penyakit masyarakat. Peristiwa ini terjadi di suatu hotel murah, Jalan Sekilau, Kuantan, Pahang, Malaysia, belum lama ini.

Namun taktik tersebut gagal memperdaya petugas Jabatan Agama Islam Pahang (JAIP). Karena remaja perempuan tersebut ditemukan lupa menggunakan kain sarung.

Sementara pasangannya yang bukan mahram, ditemukan bersembunyi di atas lemari dalam situasi tanpa pakaian.

Remaja wanita berusia 21 tahun tersebut kemudian ditahan bareng pasangannya yang berusia 20-an karena dipercayai berkhalwat (berduaan dengan beda jenis yang bukan mahram) di dalam kamar hotel tersebut.

Dalam penggebrekan pada pukul 6.30 pagi yang menyertakan wartawan itu, semua petugas JAIP menolak dalil pasangan pria wanita tersebut yang menginjak kamar hotel guna mengirim setrika.

" Kami tidak percaya anda mengirim setrika, kalaupun kamu melakukan begitu kenapa harus berdua-duaan dan berada dalam situasi tidak memblokir aurat," kata salah seorang petugas JAIP di lokasi kejadian.

Akibat tidak berhasil menjawab sekian banyak pertanyaan petugas JAIP, pasangan itu akhirnya 'menyerah' sebelum diangkut ke kantor JAIP Kuantan guna konseling dan investigasi lebih lanjut.

Sementara itu, Asisten Direktur Penegakan Hukum Syariah JAIP, Badaruddin Ahmad Bustami mengatakan, pihaknya telah menciduk sebanyak 40 orang berusia 20-an yang diperkirakan berkhalwat di dalam kamar hotel murah.

Menurutnya, operasi bertema Ambang Merdeka tersebut melibatkan pengecekan terhadap enam buah hotel sekitar dua jam dibuka sejak 6 pagi.

" Kami mendapati banyak sekali mereka yang diciduk telah menginap di hotel sesudah berjalan-jalan hingga pagi," katanya.

Dia menambahkan, seluruh yang diciduk akan akan dipungut keterangannya dan menjalani persidangan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar