Fakta Bajakah, Tanaman yang Diklaim Jadi Obat Kanker Payudara
Kepopuleran tumbuhan ini dibuka sejak dua orang siswi dari SMAN 2 Kota Palangkaraya mendapat Gold Medals di ajang World Invention Creativity (WICO) pada Juli kemudian di Seoul, Korea Selatan.
Lantaran mereka menjadikan akar bajakah Tunggal sebagai objek inovasi guna obat kanker payudara, yakni dalam format bubuk yang siap diseduh dan diminum.
Mengutip Antara, Selasa (13/8), Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran bahkan segera mematenkan penemuan tersebut supaya tak dipatenkan oleh negara lain.
Penasaran dengan tumbuhan Bajakah, inilah fakta-fakta tentang tanaman Bajakah dari pelbagai sumber.
1. Mengandung zat pelawan kanker
Tamanan Bajakah dinilai mempunyai 40 zat yang dipercayai dapat melumpuhkan sel-sel kanker, laksana flavonoid, fenolik, steroid, terpenoid, tannin, saponin, alkonoid, dan lainnya.
2. Tumbuh di tengah hutan
Taman Bajakah adalahtanaman binal yang habitatnya sedang di hutan Kalimantan Tengah. Sebagai hutan yang belum tidak sedikit terjamah, tak gampang untuk hingga ke tempat di mana tumbuhan Bajakah tumbuh.
3. Tak dapat sembarang budidaya
Bukan urusan mustahil guna membudidayakan tumbuhan ini. Namun, kandungan zat dalam tumbuhan Bajakah bisa bertolak belakang bila ditanam di lokasi lain yang bukan habitat aslinya.
4. Bajakah tidak sedikit jenisnya
Ternyata, Bajakah tidak sedikit jenisnya. Masing-masing jenis memiliki guna yang bervariasi. Misalnya Bajakah Lamei yang dipercaya dapat mengobati diare, atau Bajakah Tampala yang bisa mempercepat pengobatan luka berkat kandungan senyawa fenolik, flavonoid, tannin, dan saponin.
5. Obat herba Suku Dayak
Bajakah sudah lama dijadikan ramuan obat penyembuh pelbagai penyakit oleh suku Dayak. Dengan teknik dicacah batangnya kemudian ditumbuk. Setelah tersebut direbus dan diminum airnya sebagai pengganti air putih. Air rebusan batang Bajakah mempunyai rasa hambar.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar