Detik-Detik Penembakan Massal di Supermarket Kota El Paso, 20 Orang Tewas
Seorang lelaki kulit putih berusia 21 asal wilayah Allen, pinggiran kota Dallas yang berjarak lebih dari 600 mil (setara 965 kilometer) jauhnya, disangga setelah memberikan diri untuk polisi, demikian sebagaimana dilansir dari The Guardian pada Minggu (4/8/2019).
Kepala polisi El Paso Greg Allen menuliskan "manifesto" sedang diselidiki berkaitan dengan tersangka, dan penembakan tersebut sedang diselidiki sebagai potensi durjana rasial.
Beberapa saksi mata menyatakan mendengar suara yang terdengar laksana balon meletus berkali-kali, sebelum menyaksikan penembak berlari menginjak supermarket.
Kianna Long, yang sedang di Walmart bareng suaminya, mengatakan untuk kantor berita Reuters bahwa orang-orang berlarian untuk mengamankan diri.
"Orang-orang panik dan berlari, berteriak menuliskan ada seorang penembak ... Mereka berlari seraya menunduk, fobia terkena peluru. Banyak orang terjatuh bersimbah darah," katanya.
Long dan suaminya berlari cepat melewati gudang di unsur belakang supermarket, sebelum berlindung dalam lemari besi bareng dengan sejumlah pengunjung lainnya.
Sementara cabang Walmart yang menjadi tempat penembakan diadukan sedang ramai ketika insiden terjadi, di mana konsumen didominasi oleh family yang bersiap menghadapi tahun doktrin baru.
Polisi memperkirakan ada sampai 3000 pelanggan dan 100 staf di supermarket tersebut ketika terjadi penembakan.
Polisi mulai menerima laporan penembakan pada Sabtu 3 Agustus, selama pukul 10.39 pagi masa-masa waktu setempa.
Segera sesudah itu, departemen kepolisian mengetwit bahwa petugas menanggapi laporan penembakan aktif, dan mengimbau khalayak guna menjauh dari wilayah di selama kompleks Cielo Vista Mall, yang terletak di unsur selatan bandara internasional El Paso.
Mengutip sumber otoritas hukum setempat, stasiun televisi El Paso KTSM menayangkan di website webnya, dua potret tersangka yang dipungut oleh kamera ketenteraman sesaat sebelum penembakan terjadi.
Foto-foto tersebut menunjukkan seorang lelaki kulit putih muda mengenakan kacamata, celana warna khaki, dan T-shirt gelap.
Dia terlihat membawa senapan gaya penyerangan dan mengenakan headphone atau pelindung telinga.
El Paso terletak di Texas barat, tepat di perbatasan dengan Meksiko. Kota multikultur tersebut dihuni oleh selama 600 ribu penduduk, di mana 80 persen adalahketurunan Latin.
Kota kembarannya di Meksiko, Ciudad Juárez, terletak tepat di seberang dinding pembatas yang membelah wilayah pusat kota mereka. Lebih dari 23.000 pejalan kaki menyeberang dari Ciudad Juárez ke El Paso guna bekerja masing-masing hari.
Menanggapi insiden penembakan itu, Presiden AS Donald Trump mengetwit: "Penembakan mengerikan. Sangat buruk, tidak sedikit yang terbunuh."
Trump menambahkan dirinya sangat bersedih atas insiden itu, dan berjanji bakal mengerahkan petugas guna mengusutnya sampai tuntas.
Kandidat presiden dari Partai Demokrat, Beto O'Rourke, yang sebelumnya mewakili El Paso di Kongres AS, mengetwit bahwa insiden penembakan tersebut "benar-benar memilukan", dan menuliskan ia bakal meninggalkan jejak kampanye guna kembali ke kota asalnya.
"El Paso ialah tempat terkuat di dunia. Komunitas ini bakal berkumpul. Saya bakal kembali ke sana kini untuk bareng keluarga saya, untuk bareng kota asal saya," kata O'Rourke.
Kepala polisi El Paso mencerminkan penembakan tersebut sebagai durjana berat, di mana tersangkanya berpotensi dijatuhi hukuman mati di Texas.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar