PANTAIPOKER | Bandar Ceme | Agen Bandar Ceme | Bandar Capsa | Ceme Keliling | Poker Online

WWW.POKERPANTAI.ORG WWW.POKERPANTAI.INFO

Pantaipoker
Berita Terkini Indonesia oleh Situs Poker Online Terbaik Se-Indonesia.

Rabu, 14 Agustus 2019

Airbag Lutut di Mobil Tak Efektif?

Airbag Lutut di Mobil Tak Efektif?

Airbag Lutut di Mobil Tak Efektif?




Airbag atau kantong udara telah menjadi kemudahan wajib yang mesti dipunyai setiap kendaraan. Kehadirannya dapat mengurangi bisa jadi cedera fatal pengemudi atau penumpang ketika terjadi tabrakan.

Umumnya anda mengenal airbag di unsur kemudi atau samping sopir dan penumpang. Kini mulai tidak sedikit pabrikan otomotif menciptakan airbag lutut (knee airbag) untuk mengayomi pemilik kendaraan.

Namun temuan mengejutkan dikeluarkan Insurance Institute for Highway Safety (IIHS) yang menganalisis tentang efektivitas knee airbag ini. IIHS mengaku fitur baru ini tidak dominan signifikan terhadap ketenteraman ketika berkendara.

Selasa 13 Agustus 2019, kajian dari IIHS mengoleksi data 400 kemalangan di Amerika Serikat. Lalu, institut ini mencocokkan risiko cedera dengan kendaraan yang memakai airbag lutut dan yang tidak.

Kesimpulannya, airbag lutut tidak terlampau berguna.

Studi IIHS mengejar airbag lutut meminimalisir cedera borongan dari 7,9 persen menjadi 7,4 persen.

“ Ada tidak sedikit strategi desain yang bertolak belakang untuk mengayomi terhadap jenis cedera kaki dan kaki yang dimaksudkan oleh airbag lutut,” tulis periset senior IIHS, Becky Mueller.

Mueller menuliskan airbag lutut melulu mempunyai efek yang kecil pada cedera yang direkam. Dalam uji jajaki airbag lutut, fitur ini memperkecil risiko cedera di kaki unsur bawah dan tulang paha kanan meskipun risiko cedera kepala sakit.

“ Airbag tidak dominan pada perbuatan cedera dalam uji tumpang tindih,” kata dia.

Mueller menulis airbag lutut tidak akan bermanfaat efektif andai pengemudi tidak menggunakan sabuk pengaman.

Tidak tidak banyak pengendara mobil mengira sabuk pengaman sudah lumayan untuk mengawal keselamatan saat terjadi benturan keras. Di samping seatbelt, airbag pun menjadi di antara fitur keselamatan berkendara yang penting.

Keberadaan kantong udara di mobil sangat urgen dan menolong untuk menangkal penumpang cedera saat terjadi kemalangan di jalan.

Bagaimana airbag bermanfaat saat kecelakaan? Dikutip dari Suzuki, Minggu 5 Mei 2019, airbag bermanfaat saat terjadi tabrakan keras terdeteksi oleh sensor mobil.

Sensor ini bakal langsung mengantarkan sinyal supaya airbag mengembang. Kantong udara ini bakal melindungi wilayah vital di tubuh kita, mulai dari kepala, leher, dan dada.

Tanpa adanya airbag sebagai bantalan, tubuh yang cuma disangga oleh seatbelt berisiko merasakan cedera pada leher dan dada, terlebih andai benturannya paling keras.

Posisi airbag tersebut tergantung tipe kendaraannya. Beberapa terdapat yang terpasang di unsur depan (pengemudi dan penumpang depan) dan ada pun yang terpasang hingga ke unsur penumpang yang duduk di kabin belakang.

Jawabannya, tidak. Airbag sudah didesain dan diuji guna meyakinkan keamanannya saat digunakan. Yang penting, pelajaran yang digunakan ialah nilon tipis dengan lubang-lubang berukuran kecil.

Dari lubang ini, gas nitrogen yang akan menciptakan airbag mengembang, keluar. Lalu, airbag bakal mengempis perlahan.

Apakah gas ini berbahaya? Jangan khawatir. Udara yang dicium ini 78 persen berisi nitrogen. Bisa diputuskan gas ini aman andai terhirup.

Tak melulu sabuk pengaman, kantong udara (airbag) menjadi perlengkapan keselamatan yang mulai dianggarkan pabrikan otomotif agar diterapkan di masing-masing produk mobil. Airbag memang telah diyakini dapat menekan risiko cedera serius saat terjadi kecelakaan.

Meski dirasakan aman, airbag yang mengembang ketika terjadi kemalangan ternyata menyimpan efek kecil untuk penumpang.

Jumat 16 November 2018, Global Project Management Methods and Engineering Proces Autoliv, Davik Nugroho, menuliskan efek tersebut berupa lecet.

“ Secara general enggak mungkin bila bilang zero percent enggak terdapat luka. Tapi bila ada lecet tersebut jauh lebih bagus (daripada luka parah atau hilang nyawa),” kata dia di acara ASEAN Automobile Safety Forum 2018 yang dilangsungkan oleh Asean New Car Assessment Program (NCAP) di Proving Ground Bridgestone di Karawang, Jawa Barat.

Mengutip dari sekian banyak sumber, efek beda yang bisa dominan terhadap korban kemalangan usai airbag mengembang ialah masalah tenggorokan serta mata gatal dan berair.

Masalah di atas diketahui berasal dari debu dan asap saat airbag mengembang. Kantong udara pun mempunyai tepung maizena atau talcum powder sebagai pelumas supaya tak menempel.

Ada pun airbag yang memakai bahan kimia, laksana atrium hidroksida atau kalium klorida, serta sodium azide (NaN3).

Penggunaan airbag ini memang layak diterapkan di mobil. Alasannya, dapat menekan risiko cedera yang parah bila terjadi kecelakaan.

Kantong udara (airbag) dan sabuk pengaman (seatbelt) ialah perlengkapan urgen yang mesti terdapat di masing-masing kendaraan. Kedua komponen ini dapat mengurangi potensi cedera parah untuk penumpang saat terjadi kecelakaan.

Global Project Management Methods and Engineering Proces Autoliv (produsen airbag dan sabuk pengaman), Davik Nugroho, menuliskan tanpa seatbelt dan airbag, pengemudi dan penumpang bakal terbentur lingkar kemudi serta dashboard.

“ Bahkan dapat tanpa tersebut (airbag dan seatbelt), saat kemalangan tubuh dapat terbang keluar. Jadi bila kalau nonton film terus orang terbang (ketika kemalangan mobil) itu tidak saja di film, sebab pada kenyataannya tersebut real, dapat terjadi,” kata Davik dalam acara “ ASEAN Automobile Safety Forum 2018” di Karawang, Jawa Barat, dilansir dari Liputan6.com, Jumat 16 November 2018.

Dia mengatakan, supaya sistem perlindungan berlangsung dengan sempurna, betapa baiknya sistem perlindungan pun bekerja dengan baik, tergolong crumple zone. Jika crumple zone bekerja dengan baik, dari sebanyak pengetesan, kerusakaan berupa mobil ringsek melulu sampai pilar A atau menjangkau perbatasan mesin dan dashboard.

Fungsi airbag dan seatbelt dapat mengurangi kecepatan tubuh, sehingga menangkal pengemudi dan penumpang menghantam setir dan dashboard atau terlontar terbit lewat jendela.

“ Kalau terjadi kecelakan, kapan tubuh menghantam benda keras tersebut sekitar 35-50 mill second, atau 0,03-0,05 detik, bahkan tidak dapat dilihat mata. Bahkan bila pengetesan dilaksanakan gambar dipungut dari video yang merekam cepat hingga 5000 frame per sekenk 50-64 km, bila side dapat 50-30 km, tersebut tetap kencang,” kata dia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar