Olahraga Basket dan Renang Bikin Tinggi, Mitos atau Fakta?
Beberapa olahraga memang dapat membuat postur tubuh seseorang terlihat lebih bagus dan memberi kesan tinggi.
Tak melulu itu, olahraga yang dilaksanakan rutin juga membantu supaya otot tidak kaku.
Pada olahraga basket, misalnya, gerakan-gerakannya penuh dengan lari jarak pendek,
berhenti, dan melompat. Nyatanya, saat melompat guna mengoper atau memasukkan bola, berat badan malah menekan tulang dan otot.
Setelah melompat, pemain basket bakal kembali mendarat. Ketika proses ini, lagi-lagi terjadi kompresi di tulang belakang. Kegiatan kompresi dan dekompresi sekitar bermain basket ini dianggap dapat menstimulasi aliran darah, bukan meningkatkan tinggi badan seseorang.
Begitu juga dengan renang, Bukan olahraganya yang buat tinggi, namun memang mereka yang bertubuh tinggi akan ingin memilih olahraga renang karena dapat lebih optimal.
Tangan, kaki, sampai punggung yang lebih panjang memberi mereka penampang yang lebih lebar guna bergerak maju ke depan. Lihat saja rata-rata perenang di Olimpiade, minimal tinggi badan mereka ialah 188 cm guna perenang lelaki dan 175 cm guna perenang wanita.
Tubuh yang tinggi pun membuat semua atlet renang dapat bergerak dengan lebih leluasa di dalam air.
Tak melulu itu, mereka juga dapat melakukan sekian banyak gaya renang – punggung, dada, kupu-kupu, dan lainnya – dengan lebih gampang berkat tinggi badan.
Bandingkan saja dua atlet renang dengan tinggi badan berbeda. Perenang yang lebih tinggi akan dapat menjaga aliran air ke arahnya di level terendah. Sementara perenang yang lebih pendek tetap dapat melakukan urusan yang sama, melulu saja tenaga yang dikeluarkan lebih besar.
Konsekuensinya, dia akan gampang kelelahan.
Artinya, berenang juga bukan olahraga buat tinggi. Tapi orang-orang bertubuh tinggilah yang mendapatkan guna dari postur tubuh mereka saat berenang.
Bagaimana dengan gerakan memanjangkan tubuh ketika berenang? Itu melulu sementara dan tidak akan dapat menciptakan perubahan menyeluruh yang menyokong klaim bahwa olahraga buat tinggi.
Meski demikian, berenang dapat membuat seseorang lebih kuat. Ketika bergerak di dalam air, seluruh otot dalam tubuh bekerja. Tak melulu itu, berenang ialah olahraga yang melibatkan unsur atas dan bawah tubuh tanpa mengurangi tulang terlampau berlebihan laksana angkat beban.
Sebanyak 60-85 persen tinggi badan ditentukan oleh hal genetika seseorang. Sisanya barulah hal lingkungan, khususnya asupan nutrisi. Artinya, andai kedua orang tua mempunyai tubuh tinggi, maka besar bisa jadi anaknya pun tinggi.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar