Kabur dari Petugas Leasing, Wanita Sembunyikan Mobil di Warung Pecel Lele

Membeli kendaraan bermotor dengan teknik kredit memang masih menjadi tumpuan masyarakat.
Bagi seseorang yang hendak mempunyai kendaraan baru tetapi kondisi finansial pas-pasan, model pembayaran angsuran ini memang buat lega. Tak barangkali mereka dapat membayar tunai mobil yang harganya ratusan juta rupiah.
Namun terkadang mereka yang mengemukakan kredit kendaraan luput dalam perhitungannya. Entah tersebut kehabisan duit atau ada kebutuhan mendadak yang membuat angsuran jadi terbengkalai.
Jika kondisi ini yang terjadi, semua kreditur berjuang kabur atau bersembunyi saat menginjak jatuh tempo pembayaran.
Salah satunya laksana kejadian yang tengah ramaikan media sosial sejumlah hari belakangan.
Usut punya usut dari kolom komentar diketahui bahwa empunya mobil itu ternyata tengah dikejar-kejar pihak leasing.
Edi Saputro selaku empunya warung pecel lele yang sering berjualan di distrik Ciawi, Bogor, terkejut saat mendapati suatu mobil terparkir di dalam warung pecel lele miliknya.
Kejadian itu dilangsungkan sekira pukul 10 malam. Seorang perempuan muda mengunjungi warungnya dan menyaksikan sebuah mobil di dalam warung pecel lele.
Wanita tersebut kemudian mohon maaf dan menerangkan bila dia sedang diburu leasing sampai-sampai terpaksa parkir di tempat tersebut.
Diketahui Pengemudi perempuan yang tidak diketahui namanya itu berjuang menyembunyikan mobil kepunyaan adiknya yang hendak dipungut oleh leasing.
Membeli kendaraan secara kredit telah jamak terjadi di masyarakat. Sebab, teknik ini dinilai jauh lebih enteng daripada membelinya secara tunai.
Hanya saja, pembelian lewat kredit memang tentu lebih mahal ketimbang anda mebayar secara kontan. Risiko penjaja selama masa angsuran menjadi dalil kemahalan itu terjadi.
Lantas, apakah kemahalan tersebut tergolong riba yang diharamkan agama? Di sinilah polemiknya.
Beberapa hari belakangan ini viral di media sosial simulasi kredit sepeda motor yang dikaitkan dengan dosa riba.
Dalam simulasi disebutkan, harga sepeda motor selama Rp35.650.000 andai dibeli dengan harga kontan.
Jika dikredit dengan bunga (riba) sekitar 2 tahun menjadi Rp 41.722.000. Ditambah duit muka Rp3.100.000, maka total kredit Rp42.032.000.
Total kredit dikurangi total harga kontan (Rp 42.032.000 – Rp 35.650.00) maka hasilnya Rp 11.382.000.
Terkait dengan hasil itu, diterangkan pula bagaimana balasan di akhirat besok ketika anda membeli motor secara kredit.
Disebutkan bahwa kredit motor matic teranyar setara dengan dosa 5.121,9 kali berzina.
Disebutkan pula bahwa kredit motor sama dengan siksa neraka sekitar 256.095.000 tahun!
simulasi tersebut menjadi sorotan lantaran hitung-hitungannya yang dirasakan ngawur.
Pasalnya tidak sedikit hitungan di simulai tersebut yang keliru. Di antaranya duit muka tambah total kredit bukan Rp42.032.000, tetapi Rp 44.822.000 (41.722.000 + 3.100.000 = 44.822.000).
Kemudian total kredit dikurangi harga kontan seharusnya Rp 6.382.000, bukan Rp 11.382.000. (42.032.000 – 35.650.00 = 6.382.000).
Di samping itu, hitungan hari di dunia dan akhirat bukan 1:50.000 tahun, namun 1.000:1 (1.000 tahun di dunia sama dengan 1 hari di akhirat).
Hal tersebut sesuai dengan firman Allah dalam Alquran Surat Al-Hajj ayat 47.
Postingan itupun sontak viral dan menuai pelbagai komentar warganet.
“ Udah ngitungnya ga bener, terus hebat juga dapat tau kita dianiaya berapa tahun,” komentar @hjsnuna.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar