PANTAIPOKER | Bandar Ceme | Agen Bandar Ceme | Bandar Capsa | Ceme Keliling | Poker Online

WWW.POKERPANTAI.ORG WWW.POKERPANTAI.INFO

Pantaipoker
Berita Terkini Indonesia oleh Situs Poker Online Terbaik Se-Indonesia.

Rabu, 10 Juli 2019

BANDAR CEME - Terjatuh ke Lobang Paku Bumi Sedalam 32 Meter, Bocah 3 Tahun Tewas

BANDAR CEME - Terjatuh ke Lobang Paku Bumi Sedalam 32 Meter, Bocah 3 Tahun Tewas

BANDAR CEME - Terjatuh ke Lobang Paku Bumi Sedalam 32 Meter, Bocah 3 Tahun Tewas



Sebanyak 24 orang terbunuh dalam konflik antarsuku di desa Karida dan Peta, provinsi Hela, Papua Nugini, semenjak Sabtu lalu. Sebagian dari mereka yang dibantai, tergolong wanita hamil dan anak-anak sulit, dikenali sebab tubuh mereka dipotong-potong.

Philip Pimua, seorang pekerja dari Departemen Kesehatan setempat mem-posting potret para korban pembantaian itu di Facebook. "Beberapa orang dipotong-potong dan susah mengenali unsur tubuh mereka," tulis dia.

Dia mengatakan untuk ABC bahwa dia yakin delapan dari mereka yang tewas berusia antara satu sampai 15 tahun. Selain tersebut ada pun dua perempuan hamil.

Korban tewas dan tanggal kekerasan di provinsi Hela bervariasi dalam laporan oleh ABC dan surat kabar Post-Courier yang dikutip Kamis (11/7/2019). (Baca: Wanita Hamil dan Anak-anak Jadi Korban Perang Suku di Papua Nugini)

Gubernur Hela Philip Undialu mengatakan untuk ABC bahwa kekerasan terakhir terjadi pada hari Senin saat 16 orang tergolong wanita hamil dan anak-anak terbunuh di desa Karida.

Pembunuhan itu, kata Undialu, barangkali adalahpembalasan atas serangan sebelumnya yang menewaskan selama tujuh orang.

"Ini sudah meningkat menjadi pembantaian perempuan dan anak-anak yang tidak bersalah," kata Undialu.

Post-Courier, media yang berbasis di Port Moresby, mengadukan sebanyak 24 orang terbunuh di desa Karida dan Peta semenjak Sabtu.

Kepala Polisi Hela, Inspektur Teddy Augwi, menuliskan enam orang sudah disergap dan dibunuh di sekitar Peta pada hari Sabtu. Kerabat korban menjawab dengan bedil pada keesokan harinya, yang menewaskan antara 16 sampai 18 orang di Karida, termSebanyak 24 orang terbunuh dalam konflik antarsuku di desa Karida dan Peta, provinsi Hela, Papua Nugini, sejak Sabtu lalu. Sebagian dari mereka yang dibantai, termasuk wanita hamil dan anak-anak sulit, dikenali karena tubuh mereka dipotong-potong.

Philip Pimua, seorang pekerja dari Departemen Kesehatan setempat mem-posting potret semua korban pembantaian tersebut di Facebook. "Beberapa orang dipotong-potong dan sulit mengenali bagian tubuh mereka," tulis dia.

Dia menuliskan untuk ABC bahwa dia yakin delapan dari mereka yang tewas berusia antara satu hingga 15 tahun. Selain itu ada juga dua wanita hamil.

Korban tewas dan tanggal kekerasan di provinsi Hela bervariasi dalam laporan oleh ABC dan surat kabar Post-Courier yang dilansir Kamis (11/7/2019). (Baca: Wanita Hamil dan Anak-anak Jadi Korban Perang Suku di Papua Nugini)

Gubernur Hela Philip Undialu menuliskan untuk ABC bahwa kekerasan terakhir terjadi pada hari Senin ketika 16 orang termasuk wanita hamil dan anak-anak terbunuh di desa Karida.

Pembunuhan itu, kata Undialu, mungkin adalahpembalasan atas serangan sebelumnya yang menewaskan sekitar tujuh orang.

"Ini telah meningkat menjadi pembantaian wanita dan anak-anak yang tidak bersalah," kata Undialu.

Post-Courier, media yang berbasis di Port Moresby, melaporkan sebanyak 24 orang terbunuh di desa Karida dan Peta sejak Sabtu.

Kepala Polisi Hela, Inspektur Teddy Augwi, menyebutkan enam orang telah disergap dan dibunuh di dekat Peta pada hari Sabtu. Kerabat korban membalas dengan senapan pada keesokan harinya, yang menewaskan antara 16 hingga 18 orang di Karida, termasuk seluruh wanita hamil.

"Ini bukan pertarungan suku di mana penduduk desa yang saling berhadap-hadapan di lapangan," kata Augwi guna surat kabar tersebut. "Ini merupakan pertarungan dalam perang gerilya, yang berarti mereka bermain petak umpet dan menyergap musuh-musuh mereka."

Administrator Hela William Bando menuliskan tidak sedikit warga desa yang melarikan diri dari kekerasan. Belum jelas apakah ada tersangka telah ditangkap. Juru bicara Kepolisian Papua Nugini Inspektur Dominic Kakas belum inginkan menanggapi permintaan komentar yang diajukan wartawan pada hari Rabu.

Kekerasan suku biasa terjadi di terasing Papua Nugini, di mana penduduk desa membalaskan kerabatnya yang jadi korban serangan.

Perdana Menteri Papua Nugini James Marape menyebutkan mereka yang bertanggung jawab atas serangan fatal dapat menghadapi hukuman mati.
asuk semua wanita hamil.

"Ini bukan pertarungan suku di mana warga desa yang saling berhadap-hadapan di lapangan," kata Augwi untuk surat kabar tersebut. "Ini ialah pertarungan dalam perang gerilya, yang berarti mereka bermain petak umpet dan menyergap musuh-musuh mereka."

Administrator Hela William Bando mengatakan tidak sedikit penduduk desa yang melarikan diri dari kekBocah berusia tiga tahun, Kahfi Al Ahzam tewas sesudah terjatuh ke lobang paku bumi sedalam 32 meter. Korban ditetapkan meninggal dunia dalam perawatan di lokasi tinggal sakit.

Peristiwa tersebut terjadi ketika korban bareng pamannya berkeinginan pulang ke Pangkal Pinang, Bangka Belitung, dengan memakai jasa angkutan sungai di Pelabuhan Tanjung Api-api, Banyuasin, Sumsel, Rabu (10/7) pukul 15.00 WIB. Sambil menantikan kapal, korban disuruh pamannya bermain di dekat lobang yang berada di dekat pelabuhan.

Ketika itulah korban terpeleset dan masuk ke lobang paku bumi sedalam 32 meter. Tim Rescue Basarnas Palembang yang mendapat laporan langsung mengerjakan upaya evakuasi.

Kepala Basarnas Palembang Berty DY Kowaas mengungkapkan, korban sukses dievakuasi dengan teknik mengait korban memakai besi dengan tali. Saat dievakuasi, korban dalam suasana tak sadarkan diri.

"Proses evakuasi lumayan lama, yaitu pukul 17.25 WIB, sebab diameter lobang paling sempit dan kedalamannya menjangkau 32 meter," ungkap Berty, Rabu (10/7).

Untuk keselamatan, korban langsung diangkut ke lokasi tinggal sakit terdekat. Tak lama dalam perawatan, korban meninggal dunia.

"Kami barusan bisa informasi bahwa korban meninggal dunia. Malam ini pun dibawa ke lokasi tinggal duka di Pangkalpinang," ujarnya.

"Kami imbau masyarakat guna menghindari tempat-tempat yang membahayakan jiwa, orang tua mesti menjadi anak-anaknya supaya tidak menjadi korban," pungkasnya.

erasan. Belum jelas apakah terdapat tersangka sudah ditangkap. Juru bicara Kepolisian Papua Nugini Inspektur Dominic Kakas belum mau menanggapi permintaan komentar yang dikemukakan wartawan pada hari Rabu.

Kekerasan suku biasa terjadi di terpencil Papua Nugini, di mana warga desa membalaskan kerabatnya yang jadi korban serangan.

Perdana Menteri Papua Nugini James Marape menuliskan mereka yang bertanggung jawab atas serangan fatal bisa menghadapi hukuman mati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar