PANTAIPOKER | Bandar Ceme | Agen Bandar Ceme | Bandar Capsa | Ceme Keliling | Poker Online

WWW.POKERPANTAI.ORG WWW.POKERPANTAI.INFO

Pantaipoker
Berita Terkini Indonesia oleh Situs Poker Online Terbaik Se-Indonesia.

Kamis, 11 Juli 2019

BANDAR CEME Memprihatinkan, Ide Bunuh Diri di Kalangan Remaja Cukup Banyak

Memprihatinkan, Ide Bunuh Diri di Kalangan Remaja Cukup Banyak

Memprihatinkan, Ide Bunuh Diri di Kalangan Remaja Cukup Banyak

Pikiran untuk menyelesaikan hidup bakal timbul dalam diri seseorang saat ia merasa putus harapan dan merasa tidak terdapat gunanya lagi hidup. Ide bunuh diri, ancaman dan eksperimen bunuh diri adalahhal serius yang mesti ditangani sehingga diperlukan langkah preventif guna menurunkan angka kejadian.

Data Badan Kesehatan Dunia (WHO) Global Estimates 2017 mengindikasikan kematian global dampak bunuh diri yang tertinggi berada pada umur 20 tahun, khususnya pada negara yang berpenghasilan rendah dan menengah. Pada data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 pada sampel populasi umur 15 tahun ke atas sejumlah 722.329, prevalensi kemauan bunuh diri sebesar 0,6 persen pada lelaki dan 0,6 persen pada perempuan.
Dari data tersebut diketahui kemauan bunuh diri lebih tidak sedikit terjadi di wilayah perkotaan daripada pedesaan. Dalam press conference Dr.dr. Nova Riyanti Yusuf, SpKJ menyatakan bunuh diri di kalangan remaja semakin tidak sedikit terjadi.

Hasil ini tampak dari riset yang dilakukannya bareng Direktorat P2MKJN Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes pada 2015-2016. Dari 1.064 sample ditemukan 19 persen memiliki gagasan bunuh diri namun tidak mengerjakan dan 1 persen yang serius hendak melakukan bunuh diri.
Pada 2019 dirinya kembali mengerjakan penelitian mengenai hal risiko gagasan bunuh diri remaja di tingkat atas atau SMA/sederajat di DKI Jakarta. Dari riset yang dilakukannya ini diketahui sebesar lima persen pelajar dari 910 pelajar SMA dan SMKN akreditasi A di DKI Jakarta memiliki gagasan bunuh diri. Pelajar yang terdeteksi berisiko bunuh diri mempunyai risiko 5,39 kali lebih banyak untuk mempunyai gagasan bunuh diri.

Jika dikomparasikan dengan pelajar yang tidak terdeteksi bunuh diri setelah dilaksanakan kontrol terhadap kovariat: umur, sekolah, gender, edukasi ayah, kegiatan ayah, edukasi ibu, kegiatan ibu, kedudukan cerai orang tua, etnis, eksistensi ayah, eksistensi ibu, keyakinan agama, depresi dan stresor.

Faktor risiko
Dalam riset ini, kata Nova ditemukan sejumlah faktor risiko yakni pola pikir abstrak yang memunculkan perilaku risk-taker, transmisi genetik yang dapat memunculkan sifat genetik agresif dan impulsif. Selain tersebut juga mempunyai riwayat gangguan jiwa lain, lingkungan sosial yang tidak mendukung, dan penyalahgunaan akses internet yang adalahbeberapa dalil remaja memiliki gagasan bunuh diri.

Pada fase risk taking ini, remaja lebih mempunyai pola pikir abstrak sampai-sampai dapat tertantang untuk mengupayakan segala hal, tergolong ke arah pola hidup yang tidak baik,” kata dia di Universitas Indonesia, Depok, Kamis 11 Juli 2019.
Dia mencontohkan sejumlah pola hidup tersebut antara lain, pemakaian tembakau dan alkohol, bereksperimen dengan narkotika, psikotropika dan zat adiktif. Di samping itu kegiatan seksual yang tidak aman, pola santap yang buruk, dan kenakalan remaja.

Perilaku risk taming ini, lanjut dia akan dominan pada morbiditas, faedah dan kualitas hidupnya pada ketika dewasa. Tentunya andai remaja itu tidak selesai pada mortalitas (kematian prematur) dampak perilaku risk taking tersebut.
Beban morbiditas dan mortalitas dampak non communicable disease sudah meningkat di semua dunia dan paling cepat perkembangannya di negara-negara dengan penghasilan rendah dan menengah, sedangkan beban dampak penyakit menular merasakan penurunan. Hal ini mengindikasikan urgensi untuk dilaksanakan langkah preventif deteksi dini hal risiko gagasan bunuh diri di remaja,” kata dia.

Soal pencegahan kata Nova, pemerintah telah tidak sedikit melakukan program sebagai tahapan preventif laksana program kesehatan peduli remaja (PKPR), konselor sebaya, rapor kesehatanku, usaha kesehatan sekolah dengan sejumlah jalur intervensi atau penanganan masalahnya, sekolah ramah anak, program kesehatan jiwa berbasis sekolah dan program di FKTP.
Masyarakat bisa mengakses layanan konseling pencegahan bunuh diri, di nomor telepon gawat terpaksa (emergency) dengan hotline (021) 500-454 atau 119, bebas pulsa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar