Bandar Ceme Bengkel di Subang Getok Pelanggan, Harga Layanan Membuat Emosi

Bandar Ceme Tak melulu warung santap di jalur Pantura, aksi cari getok pelanggan juga tidak sedikit dialami semua pemotor yang kembali kampur di jalur yang memang familiar padat itu. Salah satunya dilaksanakan oleh suatu bengkel yang `menggetok` pengunjungnya dengan harga mahal.
sebuah akun @komentatorpedas mengunggah potret nota pembayaran jasa bengkel. Tak ditunjukkan dengan jelas nama bengkel yang menggetok pelanggannya itu.
Namun tarif jasa perbaikan dan aksesoris dari bengkel tersebut terlihat jelas. Total ongkos yang diberikan dapat membuat warganet jengkel.
Untuk ongkos jasa bongkar pasang dan servis saja, empunya bengkel mengenakan ongkos Rp2,5 juta. Sementara timing belt diputuskan harga Rp875 ribu.
Ingin tahu total biayanya, si empunya bengkel menagih bayaran empunya mobil apes itu sampai Rp5,15 juta.
Pemilik mobil tersebut juga mengunggah komparasi harga timing belt yang dipasarkan dengan bengkel dengan di e-commerce. Di e-commerce, komponen mobil itu dipasarkan mulai dari Rp130.900 sampai Rp280 ribuan.
Bengkel yang mahal ini menciptakan pemakainya kesal. Mereka sebal dengan harga yang kelewat mahal.
" Mantab. Si Bos tiap tahun dapat naik haji sekampung, ongkos jasanya saja 2,5 juta tiap servis. Belum mark up harga sparepart. Wkwkwk. Warbiyasah!" tulis warganet berakun @Vit.
" Woee yang bener aja lo. Buka bengkel harga kayak setan. Yang wajar-wajar saja ambil untung. Niat amat lu getok harga. Lu liat dampak keserakahan lu bengkel lu virall sebab mahalnya nggak umum dan sebentar lagi bengkel lu tutup," tulis Arya Dwipangga.
Mahalnya harga ini menciptakan warganet heran. Mereka tak berakhir pikir dalil bengkel mematok harga sedemikian tinggi.
" Gue tidak cukup ngerti bila masalah bengkel. Tapi dulu pernah perbaiki mobil. Bongkar ini tersebut jasanya hanya 300 ribu. Kok, ini 2,5 juta ya?" tulis sellyhrd.
" Buset, bengkel sah BMW kalah. Di kantor saja nggak gini amat. Udah dealer yang resmi. Wkwkwkwk," tulis @dwiii_01.
Warung seafood lesehan Bu Anny belakangan ini seketika viral di media sosial. Bukan perkara rasanya, melainkan sebab harga yang paling mencekik.
Berawal dari unggahan mengandung keluhan pembeli yang tidak terima sebab dipatok ongkos Rp700 ribu, warung ini seketika sepi pembeli.
Tempat itu diblokir sementara sekitar tiga hari.
Warung yang bertempat di sebelah Kantor Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah tersebut akhirnya berinisiatif membuat susunan harga baru.
Menilik dari akun Instagram @makassar_iinfo, empunya warung yang mempunyai nama Mutiani (43) tersebut mengeluarkan harga yang lebih ekonomis.
Meski begitu, beberapa warganet masih memandang harga itu terbilang mahal. Apalagi untuk suatu warung lesehan di wilayah Jawa Tengah.
Dari susunan menu, tampak bahwa makanan termurah jatuh pada nasi putih ekuivalen Rp5 ribu dan yang termahal kepiting saus tiram dan bakar ekuivalen Rp150 ribu.
Warganet pun geleng kepala menyaksikan harga menu yang seharusnya tidak semahal itu, laksana tempe goreng yang dipatok ekuivalen Rp15 ribu.
"Tempe goreng doang 15k, mending masak sendiri," ujar @amrika.ns.
"Ini udah mending, yg dulu cha kangkung 45rb tersebut mungkin ambil kangkungnya di sungai amazon, nglewatin anaconda tidur," balas @fathony_ar.
"Kepiting apa yg 150rb keterlaluan . Saya bermukim di papua saja yg jauh lebih mahal ongkos hidupnya tidak segitu sampe sgtu harga kepiting," kata @reri072192 menimpali.
Seperti tak pernah berakhir, permasalahan bon tagihan dengan harga selangit pulang ramai dibicarakan. Yang menyesakkan dada, menu yang dibeli biasa saja. Rumah makannya juga bukan di resto mewah, melainkan melulu warung pinggir jalan.
Pengalaman menyesakkan dada tersebut datang dari unggahan akun instagram @infokejadianmakasar. Pantaipoker
Dari unggahan itu dikisahkan seorang pengendara yang melintas di area Tegal dalam perjalanan mudik mampir untuk santap di warung sederhana.
Pesanannya melulu berupa nasi, cah kangkung, dan cumi dengan banderol harga Rp 220 ribu!
Dalam unggahan pun terlihat sang pembeli merekam pembicaraan dengan sang penjual.
Ia menanyakan mengapa harganya paling mahal. Penjual yang seorang ibu-ibu ini beralasan karena harga bahan bakunya paling mahal.
Ternyata cerita ini tak hanya dirasakan satu orang, Ada pun yang mencicipi nasi, kepiting, udang dan cumi serta 2 gelas es teh. Total harga yang mesti ditunaikan Rp 700 ribu.
Melihat unggahan ini netizen sontak membanjirinya dengan pelbagai komentar.
" Jebakan betmen begini tidak sedikit di Pantura. Hati2. Kalau santap di lokasi jalan pantura lantas menunya tidak tertera harga, mending cari yang lain," saran seorang netizen.
" Perasaan cumi, kangkung, nasi. Rata-rata harganya gak sampe Rp 50 ribu," tambah netizen lain.
Menjelang puncak arus mudik memang sering ditemukan warung-warung badung yang suka mengetok harga makanan seenaknya.
Buat kawan dream yang bakal mudik atau sedang dalam perjalanan mudik, harap lebih teliti dan hati-hati ya. PREDIKSI TOGEL PALING JITU


Tidak ada komentar:
Posting Komentar