PANTAIPOKER | Bandar Ceme | Agen Bandar Ceme | Bandar Capsa | Ceme Keliling | Poker Online

WWW.POKERPANTAI.ORG WWW.POKERPANTAI.INFO

Pantaipoker
Berita Terkini Indonesia oleh Situs Poker Online Terbaik Se-Indonesia.

Selasa, 23 April 2019

BANDAR CEME Tangis Pilu Sarjana Lulusan Terbaik

BANDAR CEME Tangis Pilu Sarjana Lulusan Terbaik

BANDAR CEME Tangis Pilu Sarjana Lulusan Terbaik




 BANDAR CEME Bagi mahasiswa, wisuda seharusnya menjadi hari yang paling membanggakan. Apalagi dinobatkan sebagai mahasiswa terbaik. Tapi, wisuda ini bisa jadi acara yang paling menyedihkan dan suram bagi mahasiswa yang satu ini.

Dikutip dari pantaipoker, Senin 22 April 2019, seorang pria bernama Jeric R. Rivas resmi mengantongi gelar sarjana sains di bidang kriminologi. Lulusan La Concepcion College San Jose Del Monte Bulacan, Filipina, ini justru menangis.

Rivas menangis ketika namanya dipanggil untuk maju ke atas panggung untuk menerima tabung wisuda. Tangisannya semakin menjadi ketika menerima gelar sarjana.

Cerita ini diunggah di akun Facebooknya. Rivas mengatakan orang tuanya tak pernah datang ke momen spesial di dalam hidupnya. Terutama, ketika dia dinobatkan sebagai siswa terbaik saat upacara kelulusan Sekolah Dasar (SD).

“ Ketika duduk di bangku SD, saya menerima gelar sebagai siswa terbaik, tapi orang tua tidak pernah datang. Mereka seharusnya naik ke atas panggung dan mengalungkan medali di leher. Tapi, karena tidak datang, saya menolak medali,” tulis dia.

Setelah merampungkan sekolah, Rivas meninggalkan rumah orang tuanya di Pulau Sibuyan, Romblon, untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Dia pun mengenyam pendidikan di La Concepcion College di San Jose Del Monte, Bulacan.

Di sana, Rivas tak menggapai lulusan terbaik dengan mudah. Pria ini harus bekerja serabutan untuk membiayai kuliah. Dia bekerja sebagai buruh di sebuah pabrik, pramusaji di resto cepat saji, dan pembantu rumah tangga.

Beruntung ada banyak profesor yang membantunya dan mengundang Rivas ke rumah setelah mendengar situasi yang dialami pria itu. Malah, profesor-profesor ini menjadi keluarga kedua bagi Rivas.

Malah, saat upacara kelulusan, profesor-profesornya naik ke atas panggung ketika nama Rivas dipanggil untuk menerima tabung wisuda.



Satu demi satu nama wisudawan dipanggil dan mereka naik ke atas panggung dengan orang tuanya, tapi orang tuaku tak pernah datang. Ketika namaku dipanggil, profesor-profesorku datang dan menemani saya naik ke atas panggung,” tulis dia.

Para pengajarnya memeluk Rivas dan membesarkan hatinya. “ Saat itu, kesedihanku berkurang, tapi saya tetap menangis di depan banyak orang,”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar