PANTAIPOKER | Bandar Ceme | Agen Bandar Ceme | Bandar Capsa | Ceme Keliling | Poker Online

WWW.POKERPANTAI.ORG WWW.POKERPANTAI.INFO

Pantaipoker
Berita Terkini Indonesia oleh Situs Poker Online Terbaik Se-Indonesia.

Sabtu, 26 Januari 2019

BANDAR CEME Para Karyawan Cantik Dipaksa Merangkak di Jalanan

BANDAR CEME Para Karyawan Cantik Dipaksa Merangkak di Jalanan

BANDAR CEME Para Karyawan Cantik Dipaksa Merangkak di Jalanan



Sebuah perusahaan di Shandong, China, menjadi sorotan tajam setelah memaksa karyawannya untuk merangkak di jalan. Perusahaan tersebut memberlakukan hukuman bagi karyawan yang tak memenuhi target penjualan.

Selasa, 22 Januari 2019, peristiwa memalukan ini terjadi pada 14 Januari 2019 dan direkam oleh orang-orang yang lewat di Zaozhuang, Shandong, China. Ada 6 orang yang merangkak dan di depannya ada satu pria yang membawa bendera merah bertuliskan nama perusahaan.



Para karyawan malang ini tak memiliki perlindungan lain, kecuali pakaian kantor. Mereka yang merangkak harus mengikuti pria pembawa bendera. Entah bagaimana cara karyawan itu mendapatkan “ kekuatan” untuk merangkak. Mungkin mereka bisa melakukan hukuman karena takut kehilangan pekerjaan.

Untungnya, para karyawan yang kelelahan ini “ tertolong” karena polisi tiba di tempat kejadian. Polisi menghentikan hukuman yang kejam itu. Media China menyebut perusahaan itu bertanggung jawab atas hukuman kejam yang diberikan kepada karyawannya.

Sekadar informasi, perusahaan itu diketahui sebagai perusahaan produk kecantikan. Perusahaannya dikecam karena menghukum karyawan dengan merangkak. Salah satu manajernya mengklaim mereka berusaha memotivasi karyawan yang kinerjanya buruk dan gagal memenuhi target penjualan akhir tahun.

Perusahaan di Tiongkok terkenal dengan hukuman kejam bagi karyawan yang kinerjanya rendah. Tahun lalu, perusahan di Zunyi, Tiongkok, memaksa karyawannya untuk makan kecoak karena tak mencapai target penjualan. Ada juga perusahaan yang menghukum karyawan dengan makan labu asam karena alasan yang sama.

Peraturan ketat memang selalu diterapkan perusahaan manapun. Setiap pelanggar pasti akan mendapatkan sanksi atau hukuman. Namun jika kesalahan itu membuat pegawai tak menerima gaji yang sudah menjadi haknya, mungkin tindakan itu sudah keterlaluan.

Apalagi jika sampai peraturan menerapkan hukuman yang di luar batas kemanusiaan.

Inilah yang terjadi pada sebuah perusahaan yang menghukum pegawainya dengan tindakan keterlaluan. Pegawai bagian sales yang tak mencapai target dihukum meminum air urin dan makan kecoak.

Para pegawai yang bernasib tragis bekerja di perusahaan di Zungyi, China itu akhirnya angkat bicara.

Senin, 12 November 2018, para pengguna media sosial awalnya mempertanyakan alasan karyawan tak angkat kaki dari perusahaan. Para pegawai menjelaskan jika mereka tak bisa begitu saja keluar dari pekerjaan dan mencari pekerjaan lain.

Salah seorang pegawai perusahaan memberi tahu Pear Video bahwa banyak karyawan yang belum dibayar. Gaji mereka ditunggak 2 bulan.

Manajemen perusahaan juga mengancam akan memotong gaji kalau berani keluar.

Dari hasil penyelidikan polisi, tiga orang manajer perusahaan telah terbukti melakukan pelanggaran. Dua orang manajer dikurung 10 hari dan seorang lagi dihukum 5 hari.

Tiga manajer dari perusahaan perbaikan rumah di Tiongkok itu ditangkap polisi karena menghukum karyawannya dengan cara yang ekstrem. Salah satunya adalah makan kecoa jika tak capai target.

penangkapan ini bermula dari salah seorang karyawannya mengunggah keluhan di media sosia (medsos). Di sana, manajemen perusahaan yang tak disebutkan namanya itu, memberikan hukuman yang kejam, yaitu makan kecoa.

Tak hanya makan serangga, karyawan juga akan dicambuk dengan sabuk oleh sesame rekan kerjanya. Ada juga yang harus minum urin.

“Kalau target penjualan tidak tercapai akhir bulan ini, pimpinan tim akan makan tiga kecoa untuk setiap penjualan yang gagal,” berikut bunyi pesan ancaman dari manajemen perusahaan, dikutip dari harian local Zunyi Yaowen.

Pesan ancaman yang lainnya adalah minum cuka atau air toilet, menjual kondom dan pembalut di jalan serta rambutnya dibotaki.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar