PANTAIPOKER | Bandar Ceme | Agen Bandar Ceme | Bandar Capsa | Ceme Keliling | Poker Online

WWW.POKERPANTAI.ORG WWW.POKERPANTAI.INFO

Pantaipoker
Berita Terkini Indonesia oleh Situs Poker Online Terbaik Se-Indonesia.

Selasa, 01 Januari 2019

BANDAR CEME Ledakan di Apartemen, 8 Orang Tewas dan 36 Hilang

Ledakan di Apartemen, 8 Orang Tewas dan 36 Hilang

Ledakan di Apartemen, 8 Orang Tewas dan 36 Hilang

Sebuah ledakan besar terjadi di dalam gedung apartemen di kota Magnitogorsk, Chelyabinsk, pegunungan Ural, Rusia, Senin (31/12/2018) malam menjelang tahun baru. Dalam insiden ini, dilaporkan 8 orang tewas dan 36 orang lainnya hilang. Seperti apa kejadiannya?

Dilansir dari CNN, Sebuah ledakan terjadi di dalam gedung apartemen di kota Magnitogorsk, Chelyabinsk, pegunungan Ural, Rusia. Insiden ini menewaskan sedikitnya 3 orang dan 79 lainnya masih dalam pencarian. Otoritas Keamanan Federal Rusia mengatakan insiden itu terjadi diduga kuat akibat ledakan gas.

Kementerian Darurat Rusia mengatakan setidaknya empat orang berhasil diselamatkan dalam kondisi hidup dari blok yang sebagian runtuh di Magnitogorsk, sebuah kota industri di wilayah Chelyabinsk Rusia, dekat perbatasan dengan Kazakhstan. Ledakan hebat itu menghancurkan sebagian gedung berlantai 12. Para korban diperkirakan ada dalam reruntuhan bangunan yang porak-poranda.
"Tiga orang dievakuasi dari reruntuhan bangunan dalam kondisi selamat dan tiga lainnya tewas," kata Gubernur Chelyabinsk, Boris Dubrovsky, seperti yang dikutip dari CNN

"Nasib 36 orang lainnya belum jelas. Polisi sedang bekerja untuk mencari mereka," katanya menambahkan.

Berdasarkan data dari Kementerian Darurat Rusia, gedung yang digunakan sebagai permukiman itu dibangun pada tahun 1973 dan ditempati sekitar 1.100 kepala. Namun bagian yang terdampak ledakan dihuni 110 jiwa. Sebanyak 16 orang berhasil diselamatkan dan 15 lainnya tidak berada di rumah saat ledakan terjadi. Sisanya ada yang ditemukan tewas dan hilang.

Ratusan tim SAR dikerahkan dan bekerja keras mencari korban yang terkubur dengan mengais puing demi puing di tengah suhu -18 derajat Celisus. Sejauh ini upaya pencarian dan penyelamatan orang-orang yang masih terjebak masih berlangsung. Lebih dari 400 tim SAR dan dan dibantu kepolisian dikerahkan untuk menyisir puing-puing bangunan yang roboh.

Kantor berita setempat menyatakan bahwa Vladimir Putin Presiden Rusia telah memerintahkan Menteri Kesehatan Veronika Skvortsova langsung turun untuk memberikan pertolongan kepada yang terluka. Seperti yang dilansir dari The Sun.

Selama beberapa tahun terakhir ledakan kerap terjadi di Rusia akibat kondisi bangunan yang sudah tua yakni peninggalan jaman Uni Soviet. 3 Juni 1989 ledakan besar akibat gas juga pernah terjadi dipegunungan Ural yang menewaskan 500 orang. Bukan hanya itu saja, dilansir dari history, tahun 2015 ledakan gas pernah terjadi pada saat dua kereta sedang melewati sebuah rel tempat di mana kebocoran pipa yang meledak tersebut berada.

Insiden itu terjari di Kota Ufa yang wilayah tersebut memang diperkirakan beberapa pipa gas tidak dikerjakan dengan seksama dan teliti. Insiden itu bermula saat tekanan gas di pipa wilayah Ufa turun drastis. Penurunan tekanan gas tersebut diketahui ternyata berakibat fatal. Petugas yang tengah mencoba memperbaiki tekanan udara yang terus menurun salah mengambil keputusan.

Parahnya, ketika gas itu bocor, di rel ini ada dua kereta yang sedang melintas. Kebocoran gas itu menimbulkan bola api yang sangat besar serta menimbulkan ledakan besar yang menghantam dua kereta saat bersamaan.Lebih dari 500 orang tewas dan penumpang lainnya menderita luka bakar serius. (*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar