PANTAIPOKER | Bandar Ceme | Agen Bandar Ceme | Bandar Capsa | Ceme Keliling | Poker Online

WWW.POKERPANTAI.ORG WWW.POKERPANTAI.INFO

Pantaipoker
Berita Terkini Indonesia oleh Situs Poker Online Terbaik Se-Indonesia.

Senin, 24 Desember 2018

BANDAR CEME Masih Aktif, Ini 5 Fakta Anak Krakatau Terus Berevolusi Sepanjang Masa

Masih Aktif, Ini 5 Fakta Anak Krakatau Terus Berevolusi Sepanjang Masa

Masih Aktif, Ini 5 Fakta Anak Krakatau Terus Berevolusi Sepanjang Masa

Anak Krakatau yang menjadi salah satu penyebab utama terjadinya tsunami di Selat Sunda dan sekitarnya memiliki sejarah yang cukup panjang. Jika kamu tahu, umur sebenarnya gunung itu telah lebih dari 30 tahun yang lalu dan sejak awal terus mengalami evolusi dalam perihal bentuk.

Seperti apakah tahapan evolusi anak Krakatau tersebut? Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini ulasan selengkapnya!
Berbicara tentang Anak Krakatau, maka harus berbicara tenang indukhnya, yaitu Gunung Krakatau. Gunung tersebut merupakan gunung berapi aktif yang sudah ada sejak dulu. Ledakan terbesarnya di dunia modern ini terjadi pada 26–27 Agustus 1883.

Tercatat letusan Gunung Krakatau sebagai salah satu bencana alam terparah yang pernah terekam sejarah. Tenaga ledakannya mencapai 200 megaton atau setidaknya 13.000 kali bom nuklir yang menghancurkan Hiroshima. Barulah pada 1927, tercatat pulau baru muncul dari kaldera Krakatau. Pulau itu dinamakan Anak Krakatau.
Di awal-awal munculnya Anak Krakatau, pulau yang berisikan gunung berapi aktif tersebut tidaklah sepenuhnya muncul terus-terusan. Ada kalanya pulau tersebut surut dan hilang dari pandangan. Hal itu terjadi di antara tahun 1928 hingga 1930 dan tercatat hingga tiga kali, sebelum akhirnya benar-benar permanen di atas permukaan air laut.

Melihat dari sejarah Anak Krakatau sendiri, banyak letusan yang terjadi pada gunung baru tersebut. Pada periode 1928 hingga 1930, Anak Krakatau meletuskan erupsi tipe Surtseyan, erupsi yang di laut.
Lalu pada 1960, erupsinya berubah menjadi tipe Vulcanian yang mengeluarkan magma dalam durasi sebentar dan kecil, namun jahat. Itupun masih berubah pada 1981 menjadi letusan Strombolian yang membentuk kerucut di puncaknya.

Area barat lereng gunung berapi ini lebih terjal ketimbang arah timurnya. Setidaknya lebih dari 28° kemiringan lebih curam ketimbang timur.
Namun pada 1981 terdapat ledakan yang merubah jalur aktifitas magma ke arah tenggara. Itu menjadikan pertumbuhan Anak Krakatau lebih banyak ke arah tenggara dan bahkan masih tercatat hingga 1995. Hal itu memberikan perkiraan bahwa longsoran gunung Krakatau akibat letusan pada 1883 juga mengarah ke sana.

Sampai sekarang Anak Krakatau masih terus menerus erupsi dan terus terbentuk. Di 2010 saja, sudah terdapat letusan yang tidak berhenti. Masih belum bisa diketahui dan diprediksi sampai sejauh apakah Anak Krakatau akan terbentuk.
Aktifitas gunung berapi Anak Krakatau menandakan bahwa kita harus siap sedia tiap saat akan hal-hal lain yang akan terjadi. Mengingat pulau di sana juga masih terus menerus terbentuk, bukan tidak mungkin sejarah dua abad lalu akan terulang lagi. Semoga saja tidak ya! (*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar