PANTAIPOKER | Bandar Ceme | Agen Bandar Ceme | Bandar Capsa | Ceme Keliling | Poker Online

WWW.POKERPANTAI.ORG WWW.POKERPANTAI.INFO

Pantaipoker
Berita Terkini Indonesia oleh Situs Poker Online Terbaik Se-Indonesia.

Minggu, 14 Oktober 2018

BANDAR CEME - " Harus Seagama " Saat Duduk Bersebelahan Di Bus TransJakarta



BANDAR CEME - Cuitan seorang pengguna media sosial yang mempersilakan seorang ibu berhijab untuk duduk di sebelahnya namun kemudian ditolak atas anggapan bahwa si pemberi kursi beragama Kristen, menjadi perbincangan di media sosial. Dan kini, pembaca kami menambahkan kisah-kisah 'serupa' yang mereka alami.

Pengamat menilai bahwa peristiwa ini adalah 'suatu pertanda membahayakan untuk kebhinnekaan'.

Cuitan dari @cho_ro itu disampaikan dalam rangkaian yang masing-masing sudah dibagikan lebih dari 1.000 dan lebih dari 2.600 kali dan disukai lebih dari 300 dan 500 kali.

Dalam cuitannya, perempuan itu mengatakan bahwa dia mempersilakan seorang ibu berkerudung untuk duduk di sebelahnya, namun si ibu menolak karena menganggap bahwa @cho_ro bukan seorang muslim.

"(Saya) jawab, "eh, saya muslim bu." dia cuma ketawa sambil bilang "oh saya kira Kristen"," tulisnya dalam cuitannya.

"Saya harus bereaksi apa nih? Logika apa yang bisa membuatmu menolak (tawaran kursi dari) orang dengan kalimat 'saya Muslim'? Kalau dia bilang, 'oh, (tujuan) saya dekat', 'oh, saya sakit punggung', saya masih bisa jawab. Itu rasanya shock," kata pemilik akun @cho_ro, perempuan yang ingin disebut dengan nama akunnya saja kepada PANTAIPOKER,VIP


Setelah cuitannya banyak dibagikan, @cho_ro mengatakan bahwa dia menerima komentar bukan hanya dari orang-orang yang membagikan pengalaman 'serupa', namun juga dari mereka yang meminta agar dia tidak menceritakan pengalamannya itu.

"Jangan diceritakan karena nanti memancing perseteruan. Posisinya adalah, saya tuh mayoritas lho, saya Muslim nih, saya bukan yang beneran Kristen, atau chinese. Saya aja yang mayoritas dibilang, 'oh nggak usah cerita', bayangin kalau saya benar minoritas," katanya.


Salah satu pengguna media sosial yang membagikan pengalaman yang kurang lebih serupa adalah Etna Fastiana lewat akun @etnafst yang mengatakan bahwa dia ditolak untuk naik Uber karena 'disangka Kristen dan cina'.



Kepada PANTAIPOKER,VIP, Etna mengatakan bahwa kejadian itu dialaminya sekitar setahun lalu. "Tidak saya sampaikan ke Uber, karena waktu itu shock aja, bingung. Waktu itu cuma bingung karena kaget ada orang yang berpikir seperti itu, padahal saya muslim juga, bukan cina" ujar Etna.

"Seingat saya, kalau tidak salah memang lagi panas tentang isu pilkada DKI," kata Etna.

Dia sempat menceritakan pengalaman itu kepada ibunya yang juga "merasa kaget". "Ini hal paling absurd yang menimpa saya," tambahnya.


Namun @cho_ro tak terlalu setuju jika insiden ini disebut sebagai ekses pilkada DKI.
"Saya percaya ini oknum. Saya tidak percaya ini Indonesia kini, ini Indonesia dulu kayaknya, karena cerita-cerita (seperti ini) pernah baca, selentingan ada, tapi tidak pernah ketemu, ngalamin itu nggak pernah. Sekarang jadi terbuka karena ada media sosial," ujarnya.

Pengamat Islam dan pengajar Universitas Paramadina, Jakarta, Budhy Munawar Rahman mengatakan bahwa memang kondisi eksklusivisme dan puritanisme sudah ada sebelumnya di masyarakat Indonesia.

Namun kemudian elemen-elemen itu kemudian "disuburkan oleh pilkada DKI yang memang membawa isu SARA, agama, untuk politik".

"Sekarang ini ada kecenderungan yang tidak terbayangkan sebelumnya bahwa intoleransi itu ada di hal-hal yang kecil-kecil, sehari-hari, yang dulu tidak terpikirkan," kata Budhy.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar