PANTAIPOKER | Bandar Ceme | Agen Bandar Ceme | Bandar Capsa | Ceme Keliling | Poker Online

WWW.POKERPANTAI.ORG WWW.POKERPANTAI.INFO

Pantaipoker
Berita Terkini Indonesia oleh Situs Poker Online Terbaik Se-Indonesia.

Sabtu, 15 September 2018

BANDAR CEME Kenapa Pria Menekuk Lutut Saat Melamar? Ini Kisah Awal Mulanya

BANDAR CEME Kenapa Pria Menekuk Lutut Saat Melamar? Ini Kisah Awal Mulanya

BANDAR CEME Kenapa Pria Menekuk Lutut Saat Melamar? Ini Kisah Awal Mulanya



BANDAR CEME - Rasanya tidak ada seorang pun yang tidak pernah melihat adegan film dimana seorang pria melamar wanita sambil menekuk sebelah lututnya.

Gestur yang dianggap romantis oleh sebagian besar orang tersebut seolah menjadi sebuah pose paling umum untuk menunjukkan rasa yang tulus dan penuh cinta dari seorang pria kepada seorang wanita.

Namun, bagaimana ceritanya gestur pria menekuk lutut ini seolah menjadi gestur paling umum saat seorang pria melamar wanita?

Berikut ini penjelasannya:

1. Agama

Ketika berdoa, banyak orang yang berlutut untuk menandakan rasa hormat dan percaya akan kekuatan yang memiliki kuasa lebih besar ketimbang dirinya.

Jadi, sama halnya dengan melamar yang berarti menawarkan rasa hormat dan merelakan hidup bagi orang tercinta.

2. Tradisi minta maaf

Saat meminta maaf, tradisi zaman lampau mengharuskan seseorang untuk bertekuk lutut untuk menyatakan kesungguhannya.

3. Pemberian gelar kehormatan

Di Inggris, pemberian gelar kehormatan kesatria dilakukan dengan menekuk kedua lutut.

Hal ini juga menjadi versi lamaran yang dilambangkan dengan rasa hormat.

4. Praktis

Jauh dari semua versi yang ada, menekuk lutut adalah alasan praktis agar cincin lamaran dapat memiliki jarak pandang yang mudah dilihat oleh pasangan.

5. Mencerminkan ketulusan

Saat melamar dengan menekuk sebelah lutut menunjukkan bahwa pasangan tersebut sepenuhnya hormat dan percaya menyandarkan hidup bersama pasangan.

Pose ini, selain romantis, juga dianggap penuh dengan ketulusan karena dengan rela berada di posisi bawah pasangan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar