PANTAIPOKER | Bandar Ceme | Agen Bandar Ceme | Bandar Capsa | Ceme Keliling | Poker Online

WWW.POKERPANTAI.ORG WWW.POKERPANTAI.INFO

Pantaipoker
Berita Terkini Indonesia oleh Situs Poker Online Terbaik Se-Indonesia.

Selasa, 03 Juli 2018

BANDAR CEME Ternyata Ini Sejarah Duyung Ekor Kembar di Logo Starbucks

BANDAR CEME Ternyata Ini Sejarah Duyung Ekor Kembar di Logo Starbucks

BANDAR CEME Ternyata Ini Sejarah Duyung Ekor Kembar di Logo Starbucks



BANDAR CEME - Kalau kamu suka kopi, kamu pasti menyadari adanya duyung ekor kembar di logo Starbucks kan, Teens? Ternyata begini sejarahnya.

Mungkin pada awalnya kamu tidak langsung menyadari bahwa itu adalah gambar duyung dengan ekor kembar, tapi kalau kamu melihat transformasi logonya berikut ini, kamu pasti memahaminya.


Ya, logo awal dari Starbucks jelas sekali menampakkan seekor duyung dengan dada terbuka yang memegang dua ekornya di kanan dan kiri. Kenapa Starbucks mengaitkan kopi dengan duyung?


Hal ini bermula dari 3 pendiri Starbucks bernama Jerry Baldwin, Zev Siegl, dan Gordon Bowker yang ingin membangkitkan harmoninya laut lepas dengan para pelaut pedagang kopi.

Dari gagasan itulah kopi didekatkan dengan laut. Pemilihan nama Starbucks sendiri juga diambil dari nama Chief Mate (Orang kedua dengan jabatan tertinggi di kapal setelah kapten kapal) di kapal yang ada dalam cerita populer Moby Dick.

Lalu kenapa harus duyung ekor kembar yang dipakai sebagai logo?

Sosok ini tidak bisa sepenuhnya disebut duyung karena ia memiliki lebih dari satu ekor. Mitologi Yunani menyebutnya Siren. Siren ini memiliki kemampuan merayu para pelaut dengan nyanyiannya untuk mengantar pelaut itu pada kematian dengan mengkaramkan kapalnya.


Meski agak seram, 3 pendiri Starbucks tadi hanya berharap kopi mereka dapat menarik banyak perhatian orang dimana-mana seperti siren. Kini semuanya terwujud dengan lebih dari 27.000 cabang yang telah dimiliki Starbucks di seluruh dunia.

Nah, sekarang sudah tahu kan sejarah dari si duyung ekor kembar yang ada di logo Starbucks?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar